Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hukum Sebagai Alat Pengendalian Sosial: Studi Kasus Di Komunitas Perkotaan Makassar Isra Raihan Putra Yasmin; Muh. Watif M; Agustin Rahayu Passolon; Dewi Sandrayani Andakke; Sri Wahdayanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11168

Abstract

Dalam penelitian yaitu bagaiman sihh sebanrnya hukum ini bisa mempengaruhi sebuah kominitas yang ada agar semua hal yang di lakukan itu tidak bertentangan dengan hukum yang ada, walupun hukum itu bersifat mengikat namun perlu kita ketahui masyarat Indonesia ini kebiasaan dalam tidak menaati hukum yang ada apalgi dalam maelakukan sebuah kepentingan. Komunitas perkotaan merupakan salah satu unsur penting dalam dinamika kehidupan kota yang kompleks dan terus berkembang. Di balik keragaman aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi, muncul pula tantangan dalam hal pengendalian dan penataan komunitas yang seringkali hidup dalam kondisi yang tidak sepenuhnya teratur. Oleh karena itu, peran hukum menjadi sangat krusial sebagai alat untuk menciptakan ketertiban. Keadilan dan keteratutan di tengah kehidupan urban yang padat dan heterogeny. Hukum menetapkan sejumlah peraturan yang mengatur pemanfaatan ruang public seperti larangan parkir sembarangan, pengaturan arul lalu lintas, serta pemanfaatan fasilitas ini membantu memlihara ketertiban dan keselamatan di area perkotaan.Namun dalam pembentukan buku harus juga melihaty HAM hukum menjamin perlindungan hak-hak individu. Termasuk hak atas kebebasan. Keamanan dan keadilan. Ini penting untukmenciptakan lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua msyarakat.
Ekologi Sosial Perkotaan : Krisis Resapan Air Sebagai Cerminan Ketimpangan Tata Kota Makassar, Sulawesi Selatan Revalini Eka Widiyawati; Mawar FebriAnti; Siti Nur Amaliah Antazza; Muh. Watif M
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11169

Abstract

Krisis resapan air di Kota makassar, Sulawesi Selatan Indonesia, menunjukkkan bagaimana tata kelola perkotaan terlalu fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi sementara mengabaikan daya dukung lingkungan. Dengan mengutamakan transormasi besar-besaran kawasan resapan air menjadi area terbangun seperti perumahan elit, bisnis, dan infrastruktur jalan raya, area ini sekarang mencapai 65,04% dari total luas kota. Penelitian ini menyelidiki dinamika ekologi sosial perkotaan. Dengan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 10,99% yang jauh di bawahstandar nasionl 30% kapasitas infiltrasi air berkurang, limpasan permukaan meningkat dan resiko banjir dan kekeringan meningkat. Kondisi ini juga menyebabkan intrusi air laut dan penurunan muka tanah, yang dikenal sebagai land subsidence. Hal ini berdampak sosial pada ketimpangan akses air bersih, terutama di daerah padat dan miskin. Upaya penanggulangan melalui inovasi seperti lubang resapan biopori dan program pertanian kota (Lorong Taman) menunjukkan potensi untuk meningkatkan cadangan air tanah dan kualitas lingkungan, tetapi keberlanjutan, partisipasi masyarakat, dan dukungan kelembagaan masih menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Studi ini menunjukkan bahwa krisis resapan air di Makassar bukan hanya masalah lingkungan teknis tetapi juga hasil dari ketidaksesuaian kebijakan kota dan tata ruang yang tidak mendukung kesejahteraan ekologis dan sosial. Untuk membuat kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, kebijakan tata kota yang berpijak pada prinsip ekologi sosial harus diintegrasikan, peningkatan RTH, dan penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Peningkatan RTH, dan penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Changes in the Lifestyle of Overseas Students Due to the Era of Globalization in Makassar City Muh. Watif M; Nurhikma Wulandari Agus; Nia Suaib; Risdawati; Nadia S. Alam
Agency Journal of Management and Business Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/agency.4.1.2024.210

Abstract

The capital of South Sulawesi province is Makassar City. The population consists of villagers and indigenous people. Many young people from various regions want to continue their higher education at state campuses in the city. Apart from that, there is the globalization process itself which began with advances in information and communication technology. This research tries to find out how student lifestyles have changed due to globalization in the city of Makassar. This research is descriptive qualitative in nature. The techniques used to collect data are documentation, interviews and observation. The qualitative analysis method is the analysis technique used. Meanwhile, the final results of this research show that globalization has a significant influence on changes in the culture and lifestyle of students in the city of Makassar. Considering that modernization and globalization are very important for progress, it is important to respond to this phenomenon in a wise way. Also, researchers know that there have been many lifestyle changes among overseas students in the city of Makassar. This change is influenced by internal and external factors. Several changes in student lifestyles, namely hedonism, consumption patterns, wearing branded clothing, changes in social habits, and habits of hanging out and behaving. Apart from that, there are also students who choose to live a simple life, even though they come from well-established families. This is done because they want to prioritize important things in their lives.
Urbanization and Social Change in Local Communities in Makassar City Muh. Watif M; Nur Halisah; Sugiarti; Jumita; Stefani M
Agency Journal of Management and Business Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/agency.4.1.2024.211

Abstract

The aim of this research is to analyze spatial physical changes. Changes in social formations, social interaction processes, and social adaptation between immigrants and local communities in new social formations and the consequences of these changes. changes in the social structure, social activities and cultural styles of local communities in Makassar today. Development and modernization are accelerated by rapid physical-spatial transformations. Occupational differentiation encourages the process of social interaction between local communities and migrant populations in new social formations. This is done within the framework of building social relationships and integrative social relations to meet basic needs and maintain existence, which conditions social change in local communities. The stratification system changes, starting from simple stratification, and then developing into economic and cultural stratification. The shift from traditional agrarian urban areas to modern urban areas is a consequence of social change.