Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review Artikel: Aplikasi Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) dalam Berbagai Sediaan Farmasi dan Kosmetik Tusilva, Arina; Asysyifa Naila; Aulia Joza Putri; Aulia Wulan; Dea Wulandari; Dini Mariessa
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i6.6428

Abstract

Anredera cordifolia (Ten.) Steenis, commonly known as binahong, is a traditional medicinal plant widely used in Indonesia due to its secondary metabolites such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, and triterpenoids, which exhibit antibacterial, antioxidant, and wound-healing properties. These potentials have encouraged numerous studies on the development of pharmaceutical and cosmetic formulations derived from binahong leaf extract. This review aims to evaluate research findings related to various binahong-based formulations, including creams, patches, serums, lipid nanoparticle gels, antibacterial gels, and balms. The review of six studies revealed that cream and patch formulations were effective in accelerating wound healing, particularly in diabetic wounds. Red binahong leaf serum demonstrated very strong antioxidant activity with an IC50 value of less than 30 ppm, indicating its potential as an anti-aging agent. Lipid nanoparticle gel formulations showed optimal particle sizes (50–100 nm), although further optimization of pH and viscosity was still required. Antibacterial gel was proven to inhibit Staphylococcus epidermidis growth with an inhibition zone up to 9.13 mm. Meanwhile, binahong balm exhibited high practical value and user acceptability, with the 20% concentration being the most preferred. Overall, the findings highlight that binahong leaf extract is highly versatile in various pharmaceutical and cosmetic dosage forms, offering great potential to be developed into effective, safe, and community-accepted natural products.
Penemuan Senyawa Modulator Target Protein Tau Sebagai Pendekatan Terapeutik Penyakit Alzheimer: Studi Literatur: Discovery Of Tau Protein-Targeting Modulator Compounds As A Therapeutic Approach For Alzheimer’s Disease: A Literature Review Saeful Amin; Dea Wulandari; Dheana Ratu Hazlisa
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8881

Abstract

Penyakit Alzheimer (AD) merupakan tantangan kesehatan global dengan opsi terapeutik yang sangat terbatas. Patologi protein Tau, yang bermanifestasi sebagai agregat neurotoksik intraseluler, menunjukkan korelasi yang kuat dengan tingkat penurunan kognitif pada pasien, menjadikannya target utama untuk intervensi farmakologis. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis penemuan dan pengembangan senyawa modulator protein Tau dalam rentang waktu publikasi 2020-2025, dengan mengkaji mekanisme aksi molekuler, status uji praklinis dan klinis, serta prospek di masa depan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari basis data ilmiah utama seperti PubMed dan ScienceDirect. Hasil analisis mengidentifikasi empat strategi utama yang sedang dikembangkan: (1) inhibisi proses agregasi Tau; (2) modulasi modifikasi pasca-translasi (PTM) untuk mencegah hiperfosforilasi; (3) stabilisasi mikrotubulus untuk mengkompensasi hilangnya fungsi fisiologis Tau; dan (4) peningkatan klirens Tau patologis melalui imunoterapi dan pendekatan lainnya. Hasil uji klinis hingga saat ini menunjukkan hasil yang bervariasi, di mana beberapa kegagalan memberikan pelajaran penting mengenai pemilihan target, waktu intervensi, dan desain uji. Meskipun tantangan signifikan tetap ada, terutama terkait penetrasi sawar darah otak, pipeline terapi berbasis Tau terus berkembang. Kemajuan pesat dalam teknologi biomarker (misalnya, PET-Tau dan p-Tau plasma) dan pergeseran strategis menuju terapi kombinasi menandakan era baru yang menjanjikan dalam pengembangan obat untuk AD
Organisasi Integrasi Blended Learning Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Dea Wulandari; Eca Bunga Mentari; Ahmad Zainuri; Frika Fatimah Zahra
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pg9s1e23

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 mendorong Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis dan spiritual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pembelajaran blended learning dalam kurikulum berbasis cinta sebagai model pendidikan inovatif di MI. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blended learning mampu meningkatkan fleksibilitas, kemandirian, serta keterlibatan belajar siswa, sementara kurikulum berbasis cinta berperan dalam menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, spiritualitas, serta membangun hubungan guru siswa yang hangat dan humanis. Integrasi keduanya memungkinkan terciptanya proses pembelajaran yang seimbang antara aspek digital dan emosional spiritual. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran digital, akses sarana teknologi, dan belum adanya model kurikulum berbasis cinta yang terstruktur. Kajian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara inovasi teknologi dan nilai-nilai Islami agar pendidikan di MI tetap relevan, humanis, dan berkarakter pada era digital.