Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bimbingan Belajar dengan Pendekatan Humanistik Melalui Teknik Multisensory Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca (Disleksia) Di Smp Harapan 2 Genteng: Penelitian Siti Napisah; Fajar Wahyu Prasetyo; Ella Zuhairina Firdaus; Ratna Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2144

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan belajar dengan teknik multisensory untuk mengatasi kesulitan belajar membaca (disleksia) di SMP Harapan 2 Genteng Banyuwangi. Kebaruan penelitian ini menggunakan Teknik multisensory berbantuan media belajar kartu baca, roda baca, dan pasir tulis adalah media yang sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pretest sebelum treatment, siswa mengalami kesulitan belajar membaca sangatlah rendah. Siswa belum mampu membedakan beberapa huruf yang hampir sama dan siswa tidak mampu membaca huruf yang berakhiran huruf konsonan (paten). Setelah diberikan treatment dengan teknik multisensory, siswa mengalami perubahan mulai dari mampu membedakan huruf-huruf yang hampir sama dengan membaca kata yang berakhiran huruf konsonan (paten). Dapat disimpulkan bahwa teknik multisensory mampu untuk mengatasi kesulitan belajar membaca siswa yang mengalami ganguan disleksia, namun, butuh bimbingan secara khusus dan perhatian yang lebih dari guru juga orang tua serta memberi motivasi dan menyediakan bahan ajar yang menarik agar anak tidak mudah bosan untuk belajar.
Transformasi Digital melalui Implementasi Smart Livestock Farming Berbasis RFID–IOT pada UKM 'Sumber Barokah Farm’ Raup Padillah; Siti Napisah; Dewi Sartika; Fajar Wahyu Prasetyo; Raup Padillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 5 No 2 (2026): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v5i2.11231

Abstract

Digital transformation in traditional livestock farming has become an important strategy for improving recording accuracy, management efficiency, animal health monitoring, and decision-making quality. This community service program aimed to implement the Smart Livestock Farming concept through a digital monitoring system based on Radio Frequency Identification-Internet of Things (RFID-IoT) at the small and medium enterprise (SME) "Sumber Barokah Farm" in Banyuwangi Regency, East Java, Indonesia. The program was conducted through several stages, including socialization, needs identification, digital data management training, implementation of digital identification technology and monitoring dashboards, mentoring, evaluation, and program sustainability strengthening. The system implementation was supported by a test dataset consisting of 285 livestock with 855 monitoring records collected during June–August 2026. Operational results showed that all livestock had unique digital identities and complete individual records. The average body weight increased from 28.34 kg in June to 33.63 kg in August, representing an increase of 18.65%. The number of livestock with health-related problems decreased from 30 to 18 animals, equivalent to a 40% reduction. Among 100 productive female livestock, the proportion of animals categorized as pregnant or lactating increased from 64% to 74%, representing a relative improvement of 15.63%. A total of 168 out of 285 livestock (58.95%) achieved a body weight gain of at least 15%, with the highest achievement observed in young and fattening livestock groups. These findings indicate that the RFID-IoT system has the potential to serve as a data-driven management instrument that improves information traceability, supports health and productivity monitoring, and strengthens partner capacity toward more modern livestock management