Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Katalisator

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN IKAN ASIN KERING DI GASAN GADANG, KABUPATEN PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT Yusra Yusra
Jurnal Katalisator Vol 2, No 1 (2017): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.241 KB) | DOI: 10.22216/jk.v2i1.1878

Abstract

Penggaraman dan pengeringan merupakan metode yang sering digunakan oleh nelayan pengolah untuk memperpanjang mutu ikan. Tujuan penelitian ini adalah: mengidentifikasi keberadaan formalin pada produk olahan ikan asin, dan menganalisis kandungan proksimat ikan asin. Bahan  yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Talang-talang (Chorinemus tala) dan Gulamah (Pseudocienna amovensis) asin yang berasal dari beberapa pengolah di daerah Gasan Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan penambahan formalin pada seluruh sampel ikan asin. Rata-rata kadar protein ikan asin adalah 26,5589%, kadar lemak 5,7499%, kadar air 33,4258%, kadar abu 18,5629%, karbohidrat 15,7023%, dan garam 15,5116%.
STUDI KEBERADAAN BORAKS PADA BEBERAPA WARUNG PEMPEK IKAN DI KOTA PADANG Yusra Yusra; Dyo Sept Ikhtriman; Yempita . Efendi
Jurnal Katalisator Vol 5, No 2 (2020): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v5i2.5768

Abstract

Pempek ikan merupakan produk olahan hasil perikanan yang memiliki gizi yang baik bagi tubuh manusia, tetapi dikhawatirkan para pengolah pempek ikan menggunakan bahan tambahan non-pangan berbahaya seperti boraks untuk meraup keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya keberadaan boraks pada olahan pempek ikan di beberapa warung di Kota Padang. Metode yang dipakai adalah metode deskriptif dengan populasinya adalah beberapa warung pempek ikan yang berada di Kota Padang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diuji dengan menggunakan test kit boraks dan selanjutnya di uji secara organoleptik. Hasil penelitian pada uji test kit boraks tidak ditemukannya kandungan boraks pada sampel A, B, C, D dan E yang berarti pada semua warung yang diuji negatif menggunakan boraks. Pada uji organoleptik nilai rata-rata kenampakan 3,77, aroma 3,66, rasa 3,78, warna 3,69 dan tekstur 3,78. Faktor yang mempengaruhi perbedaan dari setiap parameter adalah komposisi, bahan, bumbu, dan keterampilan pengolah setiap warung berbeda.