Suwanto, Edi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN PEREMPUAN DALAM MERESPONS DINAMIKA HUKUM KELUARGA ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0: Studi Situs pada Ma'had Aisyah binti Abu Bakar Li al-Dakwah di Bogor, Jawa Barat Suwanto, Edi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i04.8878

Abstract

Relevansi manajemen pendidikan pesantren perempuan dengan isu-isu hukum keluarga Islam kontemporer mengemuka seiring munculnya fenomena seperti pernikahan daring, perceraian digital, dan transformasi relasi gender di era Society 5.0. Sebagian teori menyatakan bahwa pesantren cenderung bersifat tradisional dan lambat merespons perubahan sosial, namun temuan lapangan menunjukkan bahwa pesantren perempuan mulai mengembangkan strategi adaptif berbasis nilai-nilai Islam dan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen pendidikan di Ma’had Aisyah binti Abu Bakar Li al-Dakwah Bogor merespons dinamika hukum keluarga Islam serta mengidentifikasi tantangan dan strategi integrasi isu-isu tersebut dalam sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan pesantren difokuskan pada penguatan kurikulum fikih kontemporer, pelibatan santriwati dalam forum kajian hukum, serta pemanfaatan teknologi secara terbatas. Strategi integrasi hukum keluarga Islam juga dilakukan melalui pelatihan, kolaborasi akademik, dan advokasi berbasis komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren perempuan memiliki potensi signifikan dalam membentuk generasi Muslimah yang sadar hukum dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PARADIGMA INTEGRATIF STEM-Q DAN PROJECT-BASED LEARNING DALAM PENGUATAN LITERASI SAINTIFIK-QUR’ANI Suwanto, Edi
Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies
Publisher : Ma'had Aisyah Binti Abu Bakar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64834/aisyah.v3i1.37

Abstract

Paradigma integratif dalam pendidikan Islam kontemporer menuntut penyatuan antara ilmu-ilmu empirik (kauniyah) dan nilai-nilai wahyu (syar’iyah). Pendekatan STEM-Q (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Qur’an) lahir dari kritik terhadap model pendidikan yang memisahkan antara sains dan spiritualitas. Sementara itu, Project-Based Learning (PBL) menjadi respons pedagogis terhadap tantangan abad ke-21, seperti lemahnya literasi saintifik dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun demikian, secara faktual, di banyak institusi pendidikan Islam, integrasi antara keduanya masih sebatas wacana normatif dan belum membentuk desain kurikulum yang sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) konsep pendekatan STEM-Q dalam pembelajaran di Alhazen School Bintaro; (2) internalisasi model PBL dalam penguatan keterampilan abad ke-21 siswa; dan (3) tantangan serta strategi guru dalam mengintegrasikan STEM-Q dan PBL ke dalam kurikulum di Alhazen School Bintaro. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi situs, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, konsep STEM-Q di Alhazen dirumuskan sebagai paradigma pembelajaran yang berbasis tauhid, dengan pendekatan saintifik yang bernilai Qur’ani; kedua, PBL diinternalisasikan melalui pembelajaran tematik yang mendorong keterlibatan emosional, spiritual, dan sosial siswa dalam proyek nyata; dan ketiga, tantangan integrasi terletak pada keterbatasan literasi pedagogis guru serta resistensi terhadap kurikulum formal, namun diatasi melalui penguatan komunitas belajar dan pelatihan berbasis nilai. Temuan ini menegaskan urgensi penyatuan visi antara pengelola, guru, dan kurikulum untuk menguatkan literasi saintifik-Qur’ani secara berkelanjutan
MANAJEMEN PENGELOLAAN PONDOK PESANTREN BERBASIS PENTAHELIX Hamdi, Asep Saepul; Suwanto, Edi
Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies
Publisher : Ma'had Aisyah Binti Abu Bakar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64834/aisyah.v3i1.39

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan Islam dan pemberdayaan sosial. Namun, di era Society 5.0, banyak pesantren menghadapi tantangan dalam pengelolaan kelembagaan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada beberapa pondok pesantren yang telah menerapkan kemitraan multi-aktor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pentahelix—yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan media—dapat meningkatkan kapasitas manajerial, pengembangan kewirausahaan santri, dan keterlibatan komunitas. Kolaborasi ini juga memperluas akses pesantren terhadap program dan kebijakan pemerintah. Meskipun terdapat manfaat nyata, hambatan seperti keterbatasan SDM profesional, resistensi budaya terhadap perubahan, dan ketimpangan akses menjadi tantangan yang perlu diatasi. Diperlukan pendekatan manajerial yang adaptif dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan nilai-nilai tradisi pesantren untuk mengoptimalkan sinergi pentahelix secara berkelanjutan.