Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Jumlah Bakteri Asam Laktat ASI Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Talang Bakung Kota Jambi Sunarti Lubis; ulfa, Redha; Afriyani, Lusi; Dewi Anitasari, Citra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.190

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan terbaik bagi seorang bayi baru lahir. ASI menurut WHO adalah metode pemberian makan bayi terbaik, terutama dalam periode bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan tambahan lain.  Tujuan dari penelitian ini untuk mngetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri asam laktat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ASI yang didapatkan dari ibu-ibu menyusui di Puskesmas Talang Bakung. Sampel pada penelitian ini adalah semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan ASI mempengaruhi total koloni Bakteri Asam Laktat (BAL), tetapi tidak ada pengaruh suhu penyimpanan ASI terhadap total koloni bakteri aerob dan keasaman di dalam Air Susu Ibu (ASI). Hasil penelitian mengatakan bahwa pola pertumbuhan dari bakteri asam laktat (BAL) yang terisolasi memiliki kecepatan pertumbuhan yang paling tinggi dan uji ketahanan bakteri asam laktat (BAL) semakin tahan terhadap proses freeze drying, walaupun suhu memengaruhi pertumbuhan bakteri, akan tetapi ada faktor lain yang masih berperan pada fase logaritma (penyesuaian) ini.  terdapat perbedaan pH yang telah disimpan pada suhu -16°C dan 5°C akan tetapi tidak signifikan. Kesimpulan penelitian bahwa suhu penyimpanan ASI mempengaruhi total koloni Bakteri Asam Laktat (BAL), tetapi tidak ada pengaruh suhu penyimpanan ASI terhadap total koloni bakteri aerob dan keasaman di dalam Air Susu Ibu (ASI).
THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND PREMENOPAUSE SYMPTOMS IN WOMEN AGED 40-49 Lestari, Siti; Ulfa, Redha; Hariyanti, Reni; Marnita, Elvi Febria; Siregar, Srianty; Lestari, Fika; Roza, Siska Desta
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 1 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i1.12378

Abstract

Premenopausal syndrome is a symptom that is felt both physically and psychologically when entering menopause. Objective: To identify the relationship between physical activity and premenopausal symptoms in women aged 40-49 years in the work area of Pelayang Jambi village. Method: This study used a correlation analytic design with a cross-sectional approach model. The number of samples was 103 respondents with a stratified proportional random sampling method. Data collection used the IPAQ and MRS questionnaires, data analysis used the Spearman-rho test. Results: Showed that most respondents had moderate physical activity 51 (49.5%) and most respondents experienced premenopausal symptoms in the mild symptom category 40 (38.8%). There was a relationship between physical activity and premenopausal symptoms with a p value of 0.01 (p <0.05). Conclusion: The higher the physical activity, the more severe the premenopausal symptoms felt. Premenopausal symptoms in women can be reduced by physical activity in the form of a leisurely walk every day for 15 minutes or low-impact aerobic exercise three to five times per week