Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Santri melalui pengembangan Ekonomi Kreatif: Menuju Kemandirian Produk di Pondok Pesantren Darul Fikri Laksamana, Rio; Ardelia, Aya Sofia; Mubaraq, Abd.; Achmad; Ittasyaq, Nurul Laili
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.11922

Abstract

Pondok pesantren berperan strategis dalam membentuk SDM yang unggul secara keagamaan dan mandiri secara ekonomi. Namun, banyak pesantren masih kesulitan mengembangkan potensi ekonomi santri dan masyarakat sekitar. Pondok Pesantren Darul Fikri di Desa Sungai Belidak memiliki peluang besar mengembangkan ekonomi kreatif berbasis santri, didukung potensi wisata religi. Kegiatan ini bertujuan merancang program pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis prinsip ekonomi pembangunan dan ekonomi Islam. Metode pelaksanaan program ini mencakup empat tahapan utama, yaitu survei awal untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pesantren, wawancara dengan pengelola untuk menggali informasi mendalam, pelatihan keterampilan kewirausahaan serta pemasaran digital berbasis syariah, dan pendampingan langsung guna mendukung implementasi serta penguatan jejaring usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas kewirausahaan santri, membentuk unit usaha yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitarnya. Dengan mengoptimalkan peran pesantren sebagai pusat ekonomi berbasis komunitas dan nilai-nilai syariah, model ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan ekonomi pesantren di berbagai daerah.
OPTIMALISASI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL Emiarti, Endah; Mutholibins, Khoirul; Ittasyaq, Nurul Laili
Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 1 (2024): MAY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/jcore.v1i1.857

Abstract

Latar belakang: Kurangnya pengalaman dalam mengelola usahanya sendiri sering dihadapi oleh pelaku UMKM, selain itu banyaknya pelaku UMKM yang tidak memikirkan bagaimana cara mengembangkan usahanya. Perkembangan teknologi informasi mendorong kemajuan di berbagai bidang, termasuk transaksi bisnis dengan menggunakan pemasaran digital dan media sosial yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnisnya. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi informasi, terutama peranan teknologi informasi untuk memasarkan produk UMKM atau digital marketing. Metode: Kegiatan ini berupa pelatihan di bidang digital marketing untuk UMKM di Desa Siwalan. Total ada 15 UMKM yang bergerak di sektor pangan, telah diadakan pelatihan penerapan digital marketing dan media sosial dalam pemasaran. Hasil: Pasca pelaksanaan pelatihan, lebih dari 80% pelaku UMKM di desa Siwalan memahami materi. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini berhasil membuat UMKM menerapkan pemasaran digital dan media sosial dalam kegiatan jual belinya.
Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia melalui Produk Green Sukuk Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Ittasyaq, Nurul Laili; Sholihin, M.; Prawoto
Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Vol. 11 No. 2 (2025): Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/shar-e.v11i2.4663

Abstract

The environmental crisis in Indonesia is marked by various problems that threaten human life and various economic sectors. The Indonesian government has issued green sukuk products as an effort to improve the environment and provide alternative investments for the public. This study examines the potential of green sukuk products in promoting sustainable economic development in Indonesia from the perspective of maqāṣid al-syarī‘ah. This study uses a qualitative approach with data derived from literature related to sukuk, green sukuk regulations in Indonesia, and the maqāṣid al-syarī‘ah framework. This study will emphasize the thoughts of Imam al-Syatibi in his monumental work al muwafaqot in which he argues about the concept of istiqro'i in the application of the maqāṣid al-syarī‘ah paradigm to arrive at the qosd sharia objectives. Sheikh Thohir Ibn Asur's thoughts on maqāṣid al-syarī‘ah are also used as a basis for analyzing this research. The results of the study indicate that green sukuk has great potential to become a key pillar in the transformation of a sustainable economy in Indonesia. The integration of maqāṣid al-syarī‘ah in the implementation of green sukuk can ensure that economic growth is not only oriented toward financial gain but also toward achieving syariah objectives that prioritize environmental sustainability and social justice.
Jual Beli Emas Secara Kredit pada Produk BSI Cicil Emas Perspektif Maqasid Syari'ah Ittasyaq, Nurul Laili
Journal of Economics and Business Research (JUEBIR) Vol. 4 No. 2 (2025): December (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/juebir.v4i2.12770

Abstract

Non-cash gold transactions such as the BSI Gold Installment product have gained increasing popularity as an accessible form of gold investment. Nevertheless, installment-based gold trading raises fiqh concerns, as gold is classified as a ribawi commodity that should be exchanged on a spot basis (yadan bi yadin). This study aims to examine the compliance of the BSI Gold Installment scheme with Maqasid Shariah. Using a qualitative descriptive-analytical approach, this study relies on secondary data derived from official BSI product documents, Islamic jurisprudence literature on gold transactions, and relevant DSN-MUI fatwas. The data were analyzed through qualitative data reduction and conclusion drawing. The findings indicate that the use of a murabahah contract in the BSI Gold Installment product is generally permissible in non-cash gold transactions. From a Maqasid Shariah perspective, this product supports hifz al-mal (the preservation of wealth) by facilitating access to gold investment. However, this objective requires transparency in pricing, prior ownership of the gold by the bank before resale, and clear delivery mechanisms to avoid gharar and ensure full compliance with Shariah principles.