Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparison of TikTok, Instagram, and YouTube Utilization in Improving Students’ Digital Literacy Dina, Tyas Ayu Farah; Khoiriyah, Sapna
Proceeding International Conference on Education Volume 03, Agustus Tahun 2025: International Conference on Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed education, particularly in the use of social media as a learning medium. TikTok, Instagram, and YouTube are now increasingly utilized not only for entertainment but also as educational tools. This study aims to analyze and compare the effectiveness of these three platforms in improving students’ digital literacy. The research employs a library research method with a descriptive qualitative approach, drawing data from journals, books, and academic repositories. The findings showed that each platform has distinct advantages, TikTok effectively delivers microlearning that fosters engagement, Instagram strengthens visual literacy and creativity through interactive features, and YouTube supports deeper comprehension and independent learning with comprehensive materials and structured navigation. Despite these potentials, challenges remain, such as information overload, uncurated content, and distractions from advertisements or entertainment. The study concludes that the optimal use of social media platforms depends on careful selection based on learning objectives and student characteristics, along with teacher guidance in curating credible content and fostering critical evaluation skills. These findings contribute both theoretically and practically by emphasizing the importance of integrating social media strategically and responsibly into pedagogy to foster students’ digital literacy in the 21st century.
STRATEGI GURU DALAM PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI PEMBELAJARAN SKI KELAS V UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN Khoiriyah, Sapna; Rif'iyati, Dian
Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : The Institute for Research and Community Service (LP2M) of Pontianak State Institute of Islamic Studies (IAIN Pontianak)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jpkk.v4i1.4264

Abstract

Strategi guru dalam menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di tingkat SD/MI khususnya kelas 5 guna meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. PBL merupakan metode yang memanfaatkan masalah kehidupan nyata sebagai latar belakang  untuk melatih siswa dalam berpikir kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah. Sebagai seorang pendidik, guru berperan penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang efektif dan memfasilitasi interaksi yang positif antara siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL, yang dipadukan dengan penggunaan media seperti video dan PowerPoint, dapat meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan. Dengan mengelompokkan siswa dan mendorong diskusi serta presentasi kelompok, metode ini berhasil menjadikan pembelajaran lebih berpusat pada siswa, sehingga memfasilitasi kemandirian dan antusiasme mereka dalam belajar. Hasil menunjukkan bahwa PBL berkontribusi baik terhadap keterlibatan siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Teacher strategies in implementing the Problem Based Learning (PBL) model at the elementary school level, especially grade 5, to increase student participation in the learning process. PBL is a method that utilizes real-life problems as a background to train students in critical thinking and problem-solving skills. As an educator, teachers play an important role in creating an effective learning environment and facilitating positive interactions between students. This study shows that the implementation of the PBL model, combined with the use of media such as video and PowerPoint, can significantly increase student participation. By grouping students and encouraging group discussions and presentations, this method successfully makes learning more student-centered, thus facilitating their independence and enthusiasm in learning. The results show that PBL contributes well to student engagement and the effectiveness of the learning process.
Peningkatan Softskill Kewirausahaan dengan Pelatihan Buket untuk Mahasiswa UIN Gus Dur Pekalongan Septiarani, Tara; Khoiriyah, Sapna; Afifah, Nur; Tazaka, Tariq; Rahmawati, Ferida
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026 (In Progress)
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/vm1dgd56

Abstract

Mahasiswa umumnya mengalami defisit dalam penguasaan soft skill, khususnya kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi interpersonal. Pelatihan buket berpotensi menjadi intervensi yang efektif untuk mengembangkan kompetensi tersebut melalui pendekatan praktis dan partisipatif. efektivitas pelatihan pembuatan buket dalam meningkatkan softskill kewirausahaan di kalangan mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, khususnya bagi penerima beasiswa BIDIKMISI-KIP Kuliah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh tanggung jawab moral mahasiswa penerima beasiswa untuk menjadi agen perubahan dan mengembangkan kemandirian ekonomi. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan meliputi penyusunan tim pelaksana, kerja sama dengan pihak kampus, dan analisis kebutuhan untuk menyesuaikan pelatihan dengan minat mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa aspek softskill kewirausahaan mahasiswa yaitu kreativitas, inovasi, kerja sama tim, kepercayaan diri dan mindset kewirausahaan. Sebagai kesimpulan, pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan emosional yang penting bagi mahasiswa. Pendekatan yang menyenangkan dan partisipatif sangat sesuai untuk generasi muda saat ini. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menciptakan mahasiswa yang mandiri secara finansial dan mampu memberdayakan sesama. Pelatihan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis dalam merangkai buket, tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan emosional yang relevan bagi pengembangan karakter dan kompetensi interpersonal. Pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis praktik terbukti efektif dalam menjangkau generasi muda yang cenderung responsif terhadap pembelajaran nonformal. Secara lebih luas, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk mahasiswa yang mandiri secara finansial, memiliki jiwa wirausaha, serta mampu memberdayakan masyarakat di sekitarnya yang sejalan dengan nilai-nilai kewirausahaan dan tanggung jawab sosial dalam konteks pendidikan tinggi.