Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 terhadap Kewenangan Notaris dalam Mengesahkan Perjanjian Pasca Nikah Jane, Fara; Djaja, Benny; Sudirman, M. Sudirman
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 6 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i6.5334

Abstract

Perjanjian perkawinan adalah instrumen hukum yang mengatur hak dan kewajiban suami istri selama perkawinan. Dalam hukum Indonesia, perjanjian ini awalnya hanya dapat dibuat sebelum atau saat pernikahan, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan praktik notaris. Namun, Putusan Mahkamah Konstitusi No. 69/PUU-XIII/2015 menghapus batas waktu tersebut, memungkinkan pembuatan atau perubahan perjanjian selama masa perkawinan, dikenal sebagai perjanjian pasca nikah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan studi kepustakaan dan analisis peraturan serta putusan MK. Fokusnya adalah implikasi hukum terhadap kewenangan notaris dalam membuat dan mengesahkan perjanjian pasca nikah. Hasil menunjukkan perubahan paradigma hukum signifikan, dengan kewenangan notaris yang lebih luas dan strategis. Notaris semakin memperkuat perannya sebagai pejabat umum yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pihak-pihak dalam perjanjian. Kesimpulannya, Putusan MK ini memperluas fleksibilitas pembuatan perjanjian perkawinan dan memperkuat peran notaris dalam hukum keluarga.
The Legal Construction of Guardianship in Relation to the Temporary Suspension of Notaries: An Analysis of Article 9 Paragraph (1) Letter b of Law Number 2 of 2014 Jane, Fara; Farma Rahayu, Mella Ismelina
Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam Vol 18 No 1 (2026): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-Undangan dan Ekonomi Islam
Publisher : State of Islamic Institute Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v18i1.13070

Abstract

Ideally, the regulation of guardianship in Article 9 paragraph (1) letter b of Law Number 2 of 2014 concerning the Position of Notaries is designed to ensure that notaries possess adequate mental and professional capacity before performing their duties or being temporarily suspended. However, in reality, a normative gap exists: the definition of guardianship still relies on classical civil law, independent medical verification guidelines are absent, and administrative procedures are often subjective, risking violations of administrative justice principles. This study aims to analyze the legal construction of guardianship and to formulate a new interpretative model that integrates legal perspectives, administrative practices, and evidence-based decision medical verification. The study employs a qualitative library research methodology. Primary sources include the Notary Law, Civil Code, and legal doctrines, while secondary sources consist of scientific journals, policy reports, and contemporary psychiatric literature. Data analysis was conducted through content analysis and comparative methods, validated using literature triangulation. The findings suggest that guardianship should be assessed based on contextual functional capacity rather than normative status, allowing temporary suspension to be applied fairly, proportionally, and based on evidence, thereby enhancing the legitimacy of the Notary Law and protecting the notary profession.