Aprilia Sarwani, Audi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relationship between Fluid Intake and Socioeconomics on the Nutritional Status of Extracurricular Sports and Non-Sports Students at SMA 1 Samarinda Dwi Saputro, Alfonsus; Suleman, Angellia; Aprilia Sarwani, Audi; Yosellanda Al Sabina, Della; Camara Indriani, Dilla; Hasanah, Dina; Djaima Irirwanas, Intania; Auliya, Jumi; Ar-Ruhul Jadid, Muhamad; Rania Nasywa Azzahra, Rania; Rozi, Fahrul
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Active Indonesian teens often lack adequate hydration, especially those from low-income families. This study at SMAN 1 Samarinda examines fluid intake, socioeconomic factors, and nutritional status of students to improve their health through better nutrition and hydration. The general objective of this study was to analyze the relationship between fluid intake variables and socioeconomic status with nutritional status in extracurricular sports and non-sports students at SMAN 1 Samarinda. This research was conducted on October 23, 2024, at SMAN 1 Samarinda, involving 50 extracurricular sports and non-sports students. Using a cross-sectional, quantitative design with a chisquare test, the study aimed to analyze the relationship between fluid intake, socioeconomic status, and students' nutritional status. Data was collected at a specific time through observation and interviews The results showed no BMI difference between sports and non-sports students, indicating similar nutritional status in both groups. However, fluid intake was higher among sports students. Socioeconomic factors (parental education, occupation, income, and allowances) did not affect nutritional status in either group. Statistical tests confirmed no link between fluid intake and nutritional status (p=0.849 > 0.05), consistent with research showing hydration doesn’t directly impact nutrition. Additionally, socioeconomic factors showed no significant impact (p>0.05). This study found there is no relation between fluid intake and students' nutritional status (p=0.849 > 0.05), Socioeconomic factors also showed no significant effect (p>0.05), suggesting nutritional status is more influenced by diet, education, and access to nutritious foods. Future studies could add physical activity questions to better assess nutritional differences between sports and non-sports students.
Pemberdayaan Wanita Tani: Pendekatan Komunitas dalam Pengelolaan Sampah Anorganik di Desa Sidomulyo Rahmayanti, Sri; Rahma Nabilla, Hanifah; Alifka Ramadani, Sela; Nabilla, Nabilla; Adelina Butar Butar, Bellinda; Aprilia Sarwani, Audi; Hasbiah; Ravli Saputra, Ardi; Nabillah, Nur Annisa; Daffi Maulany, Ahmad; Nurjanah, Nurjanah; Nuraini, Siti; Rachmawati, Ayudhia; Masyhuri Majiding, Chaidir
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.5 No.2 (2025) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/8v9x0q35

Abstract

Pengelolaan sampah anorganik menjadikan tantangan lingkungan mendesak di wilayah pedesaan seperti Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim PPK Ormawa OSEAN bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta dipilih berdasarkan keaktifan KWT di desa dan keterlibatan mereka dalam kegiatan lingkungan. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan format pilihan ganda serta observasi keterampilan praktik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 3,23% dan seluruh peserta (100%) mampu membuat produk kerajinan layak pakai. Selain peningkatan keterampilan, peserta juga menyampaikan testimoni bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan dan motivasi kewirausahaan rumah tangga. Pengelolaan sampah organik melalui daur ulang kreatif terbukti membantu mengurangi potensi pencemaran plastik di lingkungan sekitar desa. Keberlanjutan program diupayakan melalui pembentukan kelompok usaha kecil berbasis KWT dan kolaborasi berkelanjutan dengan UKM 3R. Model ini dapat direplikasi di wilayah pedesaan yang lain dengan menyesuaikan sumber daya lokal dan karakter sosial masyarakat.