Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Karakter Berbasis 7 Kebiasaan Anak Hebat dalam Membangun Generasi Berintegritas dan Berdaya Saing Kefi Fadhilah; Titim Fatimah; Agus Jamaludin
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7980

Abstract

Artikel ini membahas penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Hebat dalam membangun generasi berintegritas dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter peserta didik di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan tujuh kebiasaan tersebut dalam meningkatkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerjasama, serta keterampilan sosial siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di Madrasah Interaktif MIMHa Bandung, dengan sumber penelitian berupa dokumen literatur, catatan kegiatan sekolah, serta informan guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tujuh Kebiasaan Anak Hebat secara konsisten mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, dan keterampilan sosial.
Pengaruh Model Pembelajaran 3cm dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Mata Pelajaran IPA Novi Alpani Nurajijjah; Titim Fatimah; Inne Martthyane Pratiwi
TADRUSUUN: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : STIT Fatahillah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62274/tadrusuun.v3i2.162

Abstract

This research is motivated by the low creative thinking skills of students in the science subject. An alternative to improving students' low creative thinking skills is by implementing the 3CM (Cool, Critical, Creative, Meaningful) learning model. This study aims to determine the difference in the average increase in creative thinking skills of fifth-grade students in science subjects using the 3CM (Cool, Critical, Creative, Meaningful) learning model compared to students using the problem-based learning model. The population of this research includes all fifth-grade students at MIN 2 Kota Bandung for the 2023/2024 academic year. The samples taken are class V-A and class V-B. The data collection techniques used are tests and observations. Data analysis techniques include normality tests, homogeneity tests, and independent t-tests. The independent t-test results on the N-gain data showed a significance value of 0.003, indicating a difference in the average increase in creative thinking skills in science subjects. The 3CM learning model has a learning syntax that includes: providing motivation, interpreting contextual problems, criticizing contextual issues, resolving conflicts, converting concepts into creative products, confirming creative products, and reflecting meaningfully.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MELALUI PENERAPAN STRATEGI GUIDED NOTE TAKING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI MI MATLA'UL ATFAL Najwa Zamzami Nurdin, Salmatun; Titim Fatimah; Muhammad Rifqi Mahmud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35705

Abstract

This research was motivated by the low critical thinking skills of fourth-grade students at MI Matla'ul Atfal in Pancasila Education subject. The purpose of this study was to determine the difference in improvement of students' critical thinking skills between the experimental class applying Guided Note Taking strategy and the control class applying Cooperative Learning strategy. The research method used wae quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design. The population was all fourth-grade students at MI Matla'ul Atfal with samples of class IV A (15 students) as experimental class and class IV B (14 students) as control class using purposive sampling technique. Research instruments were pretest-posttest essay tests and learning activity observation sheets. Data analysis used Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, independent t-test, and Mann Whitney test. eesults showed the average pretest score of experimental class was 68.17 and control class 55.14, while the average posttest score of experimental class was 77.17 and control class 52.50. Mann Whitney test results showed sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, thus Hâ‚€ was rejected. The N-Gain value of experimental class was 0.29 (low category) higher than control class -0.07 (decrease occurred). In conclusion, the implementation of Guided Note Taking strategy can improve the critical thinking skills of fourth-grade students in Pancasila Education subject at MI Matla'ul Atfal.
Kepala Sekolah Sebagai Administrator dan Supervisor Muhammad Hasan Basari; Amila Utami; Lusi Febriani; Titim Fatimah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.893

Abstract

Kepala Sekolah merupakan tenaga fungsional guru yang diberi amanah untuk memimpin jalannya Lembaga Pendidikan erta sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, yaitu wadah interaksi antara guru sebagai pemberi pelajaran dan murid sebagai penerima pelajaran. Seorang administrator dapat dipahami sebagai pihak yang menjalankan proses kerja sama antara dua orang atau lebih dengan dasar pertimbangan rasional tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen, dan kepemimpinan sangat bergantung pada kompetensi kepala sekolah. Supervisi, sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan, berfungsi sebagai layanan berbasis kerja sama yang bersifat internal. Secara hakikat, supervisi merupakan rangkaian kegiatan yang berfokus pada pengawasan dan pembinaan profesionalisme guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.