Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI SOSIAL BERBASIS ZERO WASTE MELALUI PROGRAM SEKOP SENI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK RENTAN DI DESA SUNTENJAYA, BANDUNG UTARA Panjaitan, Boy Presley; Munifah, Fadiyah
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i2.66939

Abstract

Kawasan Bandung Utara merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam yang tinggi, namun menghadapi berbagai persoalan sosial-ekonomi dan lingkungan, seperti kemiskinan, pengangguran, kerentanan kelompok rentan, serta degradasi ekologi akibat praktik pengelolaan sumber daya yang belum berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara menginisiasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui SEKOP SENI (Sentra Kopi Sejahterakan Petani) di Desa Suntenjaya. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis kopi, penguatan kapasitas sosial, serta penerapan prinsip zero waste dan konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dampak Program SEKOP SENI terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, focus group discussion, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek sosial, program meningkatkan kohesi sosial, partisipasi pemuda, serta pemenuhan gizi kelompok rentan. Pada aspek ekonomi, program berhasil menaikkan pendapatan petani kopi dari rata-rata Rp 0–250.000 menjadi Rp 1.750.000 per bulan, menciptakan UMKM berbasis kopi, serta efisiensi biaya energi melalui biogas. Sementara itu, pada aspek lingkungan, program mengimplementasikan prinsip zero waste, mengolah limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik, memanfaatkan kulit kopi menjadi cascara, serta menerapkan agroforestri kopi-saninten. Dengan demikian, Program SEKOP SENI menjadi model CSR inovatif yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). The Bandung Utara region has abundant natural resources but faces various socio-economic and environmental challenges, including poverty, unemployment, the vulnerability of marginalized groups, and ecological degradation due to unsustainable resource management practices. In response to these issues, PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara initiated a corporate social responsibility (CSR) program called SEKOP SENI (Sentra Kopi Sejahterakan Petani) in Suntenjaya Village. This program is designed to improve community welfare through coffee-based economic empowerment, social capacity strengthening, and the application of zero waste principles and environmental conservation. This study aims to describe the impacts of the SEKOP SENI program on social, economic, and environmental aspects. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, focus group discussions, and document review, and were analyzed thematically using Miles and Huberman’s model. The findings reveal that, socially, the program enhanced community cohesion, youth participation, and nutritional fulfillment for vulnerable groups. Economically, the program increased farmers’ income from an average of Rp 0–250,000 to Rp 1,750,000 per month, developed coffee-based micro and small enterprises, and reduced household energy costs through biogas utilization. Environmentally, the program applied zero waste principles by converting livestock waste into energy and organic fertilizer, processing coffee husks into cascara, and implementing coffee-saninten agroforestry. Thus, the SEKOP SENI program serves as an innovative CSR model contributing to sustainable development and aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs).
IMPLEMENTASI NYAAH KA PARAHYANGAN SEBAGAI PROGRAM INOVASI SOSIAL PT PERTAMINA PATRA NIAGA AVIATION FUEL TERMINAL HUSEIN SASTRANEGARA DI KAWASAN BANDUNG UTARA Fadhlillah, Dike Farizan; Munifah, Fadiyah; Panjaitan, Boy Presley; Nienda, Aulya Apta; Adiansah, Wandi
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 9, No 2 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i2.72702

Abstract

Kawasan Bandung Utara menghadapi tantangan berupa degradasi lingkungan, pengelolaan limbah peternakan yang belum optimal, dan rendahnya nilai tambah hasil pertanian yang berdampak pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara mengembangkan Program Inovasi Sosial Nyaah ka Parahyangan sebagai bagian dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program serta mengidentifikasi bentuk inovasi sosial yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi program terletak pada integrasi pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak dalam satu sistem pemberdayaan yang saling mendukung. Implementasi program mendorong perbaikan kualitas lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan kelembagaan lokal, sehingga menunjukkan bahwa pendekatan inovasi sosial dapat menjadi strategi CSR yang adaptif dan berkelanjutan di kawasan hulu.  The North Bandung area plays a vital role in maintaining ecological balance as a water catchment for the Greater Bandung region. However, environmental degradation, inadequate livestock waste management, and the low added value of agricultural products continue to threaten both ecosystem sustainability and local livelihoods. In response to these challenges, AFT Husein Sastranegara initiated the Nyaah ka Parahyangan Social Innovation Program as part of its Corporate Social Responsibility (CSR) commitment. The program integrates biodiversity conservation, circular economy practices, and community empowerment into a single development approach. This study aims to examine the implementation of the program and identify the social innovation generated through its activities. A qualitative case study was conducted in Suntenjaya Village, Lembang District, West Bandung Regency. Data were collected through field observations, in-depth interviews, document analysis, and literature review. The findings indicate that the program's innovation lies in its ability to integrate environmental conservation, local economic development, and multi-stakeholder collaboration within a community-based empowerment system. The program has contributed to improving environmental quality, strengthening local institutions, and enhancing community capacity, demonstrating that social innovation can serve as an adaptive and sustainable CSR strategy for upland areas.