Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Medis Umum

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) Dengan DAUN SINGKONG (Manihot esculenta crantz) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO HASYIM, ANGGIE NOVTANIA; Triastuti, Nenny; Mochtar, Nur Mujadidah; Paramita, Ayu Lidya
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25526

Abstract

Latar belakang : Penyakit infeksi bakteri merupakan penyebab penyakit paling umum yang dapat ditemukan di daerah tropis seperti negara Indonesia. Adanya faktor ekstrinsik dapat memudahkan mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit untuk menyerang jaringan tubuh serta dapat berkembang dengan optimal. Salah satu bakteri gram positif yang paling umum menyebabkan infeksi salah satunya spesies Staphylococcus aureu. Daun jeruk purut dan daun singkong mengandung senyawa aktif flavonoid, minyak atsiri (sitronellal), saponin, tannin, fenolik, steroid dan alkaloid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kombinasi ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) dengan daun singkong (Manihot esculenta crantz) memiliki efektivitas yang sebanding atau lebih baik dibandingkan dengan antibiotik standar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode : Daun jeruk dan daun singkong diekstraksi dengan metode maserasi pelarut etanol 70% kemudian dilakukan uji orientasi dan uji kombinasi antibakteri dengan metode difusi. Hasil : Hasil dikombinasi dengan perbandingan konsentrasi (1:1), (0,5:0,5), (1:0,5) dan (0,5:1). Data dianalisa secara statistic dengan uji Shapiro-wilk, homogenitas levene, dilanjutkan uji One-Way Anova dan Uji Post Hoc yakni Uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun jeruk purut dan daun singkong memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak paling efektif pada perbandingan konsentrasi 0,5:0,5 dengan rata-rata diameter zona hambat 11,33 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Lestari, Arsis Qolbi Mulya; Triastuti, Nenny; Mochtar, Nur Mujadidah
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 2 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i2.25547

Abstract

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri umum yang dapat menyebabkan penyakit infeksi yang paling sering di dunia. Seperti infeksi kulit, endokarditis, pneumonia, osteomielitis, selulitis, impetigo, bahkan hingga bisa terjadi sepsis. WHO memasukkan S. aureus sebagai bakteri patogen dalam kategori "high priority" yang memerlukan antibiotik generasi baru. Sehingga dibutuhkan inovasi lebih lanjut untuk menanggulangi permasalahan dari antibiotik tersebut. Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam tumbuhan herbal yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Beberapa jenis tanaman yang tersedia dalam jumlah banyak dan mudah didapat di Indonesia adalah daun salam dan daun sirih hijau. Daun salam dan daun sirih hijau mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid dan minyak atsiri sebagai antibakteri. Kombinasi tanaman yang bersifat antibakteri akan saling mempengaruhi kerja dari masing-masing senyawa aktif didalamnya, sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan uji aktivitas antibakteri dengan mengkombinasikan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri S. aureus secara in vitro. Tujuan: Untuk membuktikan adanya aktivitas antibakteri pada kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif True eksperimental laboratorik in vitro dengan menggunakan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Hasil:Dari uji analisis menggunakan uji parametrik One Way Anova, Hasil p-value < 0,05 (0,000), ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari uji kombinasi kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini bermakna bahwa variasi perbandingan kombinasi ekstrak dan antibiotik signifikan dalam penghambatan bakteri. Hasil uji Tukey dari penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar zona hambat yang dihasilkan dari uji kombinasi ekstrak dan antibiotik sampel penelitan menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Kombinasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirih hijau (Piper betle Linn) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri, Daun Salam, Syzygium polyanthum, Daun Sirih Hijau, Piper betle Linn, Staphylococcus aureus