Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGOLAHAN BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR DENGAN METODE RBC (ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR) DI KLINIK PRATAMA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK Rindu Puza Annisa Zaskia; Asmadi; Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.477

Abstract

ABSTRAK Klinik Pratama merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang dalam aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah cair domestik. Limbah cair tersebut mengandung bahan organik dan berbagai zat pencemar lain yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Pontianak mencapai 125 mg/L. Nilai ini jauh melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016, yaitu 30 mg/L. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Rotating Biological Contactor (RBC) dalam menurunkan kadar BOD, melalui variasi waktu pengolahan. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) dengan empat variasi waktu pengolahan, yaitu 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar BOD awal sebesar 513 mg/L. Setelah pengolahan, terjadi penurunan bertahap, yaitu menjadi 371 mg/L (27,73%) pada 24 jam, 245 mg/L (52,39%) pada 48 jam, 115 mg/L (77,75%) pada 72 jam, dan 49 mg/L (96,62%) pada 96 jam. Penurunan tertinggi diperoleh pada waktu 96 jam dengan efektivitas 90,62%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pengolahan. Dengan demikian, metode RBC terbukti efektif dalam menurunkan kadar BOD limbah cair Klinik Pratama, meskipun hasil akhir masih belum sepenuhnya memenuhi baku mutu yang berlaku.
GAMBARAN INDIKATOR ENTOMOLOGI JENTIK NYAMUK DAN PENILAIAN KONDISI LINGKUNGAN DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK TAHUN 2025 Saturnina; Hajimi; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 5 No 01 (2026): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Technology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v5i01.478

Abstract

Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat transportasi penumpang dan peti kemas di Sungai Kapuas. Pelabuhan ini termasuk yang tersibuk dalam bongkar muat barang dan berpotensi menjadi hotspot penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Surveilans oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Pontianak menunjukkan peningkatan indikator entomologi nyamuk di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan indikator entomologi jentik nyamuk dan kondisi lingkungan di Pelabuhan Dwikora pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif survei dengan 23 sampel bangunan. Hasil penelitian menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) 78,26%, House Index (HI) 21,73%, Container Index (CI) 12,76%, dan Breteau Index (BI) 1,38. Skor kondisi lingkungan 33 dari 40 menunjukkan risiko rendah dengan kebersihan dan pengelolaan yang baik. Perbedaan antara nilai indikator entomologi dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa meskipun kebersihan lingkungan eksternal terjaga dengan baik, rendahnya pengelolaan dan pengawasan kontainer di dalam bangunan menyebabkan tempat tersebut menjadi sumber potensi perkembangan jentik nyamuk yang sulit terdeteksi melalui penilaian kondisi lingkungan luar. Oleh karena itu, pengendalian vektor perlu difokuskan tidak hanya pada kebersihan lingkungan luar, tetapi juga pada pengelolaan tempat penampungan air di dalam bangunan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN JAMBAN DI DESA LEPUNG PANTAK WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERANGAS KABUPATEN SINTANG Salbiah K.; Mardiah Mardiah; Hajimi Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.337

Abstract

Pembangunan jamban jika tidak diiringi dengan kegiatan-kegiatan perubahan perilaku sepeti pemicuan dan penyuluhan, dikhawatirkan masyarakat akan kembali dengan kebiasaan yang lama yaitu Buang Air besar Sembarangan (BABS) ke sungai, parit, perkebunan, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan jamban di Di Desa Lepung Pantak Wilayah Kerja Puskesmas Serangas Kabupaten Sintang. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 54 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,046); sikap (p=0,015); dan pendapatan (p=0,038) dengan perilaku pemanfaatan jamban. Untuk kategori dukungan aparat desa dan petugas kesehatan tidak menunjukkan adanya hubungan dengan perilaku pemanfaatan jamban dengan p-value masing - masing adalah 0,417 dan 0,250. Saran yang dapat diberikan antara lain melakukan penyuluhan dan pemicuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mayarakat dalam pemanfaatan jamban yang baik dan benar. Serta meningkatkan dukungan baik dari pihak aparat desa maupun petugas desa untuk selalu menghimbau dan membuat Peraturan Desa larangan BABS.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN DALAM PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI PANGAN PADA RUMAH MAKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA Ayu Duwyni Asari; Bambang Supraptono; Hajimi Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.340

Abstract

Penjamah makanan memiliki peranan penting seperti pengelolaan makanan yang tidak higienis dan kondisi sanitasi yang tidak baik akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti keracunan makanan yang dapat mengakibatkan sakit hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Penjamah Makanan Dalam Penerapan Higiene Dan Sanitasi Pangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara. Metode penelitian secara deskriptif untuk menggambarkan penegtahuan, sikap dan perilaku penjamah pada rumah makan di wilayah kerja Puskesmas Siantan Tengah, dimana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan penjamah dengan kategori baik 88,2%, sikap dengan kategori baik 100%, perilaku dengan kategori baik 70,6%. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah makanan memiliki kategori baik dalam penerapan higiene dan sanitasi pangan pada rumah makan.
GAMBARAN HYGIENE SANITASI PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIT HAJI HUSIN II Siti Umayyah; Hajimi Hajimi; Zainal Akhmadi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v3i2.343

Abstract

Air minum berfungsi sebagai sumber asupan mineral, mengatur suhu tubuh, pembentukan sel, serta melancarkan pencernaan. Jika kekurangan 1-2 persen air dapat menyebabkan gangguan fungsi otak seperti kurangnya konsentrasi dan kemampuan berpikir. Jenis penelitian ini bersifat Observasional melalui pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan cara mengamati. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi hygiene sanitasi pada depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di seluruh depot yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Parit Haji Husin II dapat dinyatakan bahwa variabel persyaratan fisik memenuhi persyaratan sebesar 78%, variabel peralatan depot memenuhi persyaratan sebesar 100%, variabel penjamah depot memenuhi persyaratan sebesar 89%, variabel air baku memenuhi persyaratan secara fisik, kimia dan biologi sebesar 100%. Kesimpulan dari penelitian ini dinyatakan bahwa variabel persyaratan fisik, hygiene sanitasi peralatan, hygiene sanitasi penjamah dan sumber air baku pada Depot Air Minum di wilayah kerja Puskesmas Parit Haji Husin II secara keseluruhan 91% telah memenuhi persyaratan sesuai dengan permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang Hygiene Sanitasi Depot Air Minum.
KOMBINASI TANAH KAOLIN DAN TAWAS SEBAGAI KOAGULAN DALAM MENURUNKAN KADAR KEKERUHAN DAN WARNA PADA AIR SUNGAI BAONG DI DESA SUNGAI RAYA KAB. BENGKAYANG Pitriana; Asmadi; Taufik Anwar; Sunarsieh; Hajimi
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.436

Abstract

Di desa Sungai Raya Kab. Bengkayang terdapat sungai yang memiliki kualitas fisik yang kurang baik terutama kekeruhan dan warna yang melebihi standar baku mutu air bersih, yaitu Sungai Baong. Agar dapat digunakan oleh masyarakat, diperlukan pengolahan khusus. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis kemampuan Tanah Kaolin dan Tawas sebagai koagulan dalam menurunkan kadar kekeruhan dan warna pada air Sungai Baong di Desa Sungai Raya, Kab. Bengkayang. Penelitian yang akan dilakukan bersifat eksperimen semu ( Quasi Experiment ) dengan populasi tanah kaolin dan tawas, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 30 sampel Air Sungai Baong dengan 5 kali berulang. Hasil penelitian dengan waktu pengendapan selama 30 menit mendapatkan dosis yang paling optimal kombinasi tanah kaolin sebanyak 5gr/l dan tawas sebanyak 0,2 gr/l, dengan penurunan kadar kekeruhan paling efektif, yaitu 5,97 NTU dari kadar sebelum perlakuan yaitu 1731 NTU dan penurunan kadar warna mencapai 18 TCU dari kadar sebelum perlakuan, yaitu 1321 TCU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan disetiap penambahan variasi dosis kombinasi Tanah Kaolin dan Tawas terhadap kekeruhan dan warna air sungai Baong sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai uji statistik kedua parameter, yaitu p= 0,000 (< 0,05).
KOMBINASI EKSTRAK BUNGA KENANGA (Cananga odorata) dan SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP KEMATIAN NYAMUK Aedes sp. Izzatul Yajidah; Hajimi; Fathmawati; Yulia; Fara Chitra
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 4 No 2 (2025): Jurnal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v4i2.439

Abstract

Tanaman bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) memiliki potensi sebagai tanaman yang mampu membunuh nyamuk Aedes sp.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsentrasi kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap kematian nyamuk Aedes sp.. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment Design), dimana kombinasi esktrak bunga kenanga dan ekstrak serai wangi dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% disemprotkan ke nyamuk kemudian dilakukan pengamatan selama 24 jam. Analisis data penelitian ini dengan One Way Anova dan Post hoc untuk melihat perbedaan antar konsentrasi kemudian dilakukan analisis probit untuk melihat LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 10% kombinasi ekstrak bunga kenanga dan serai wangi menunjukkan perbedaan dengan kontrol, nilai LC50 setelah kontak 24 jam adalah 16,76%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah kombinasi ekstrak bunga kenanga (Cananga Odorata) dan serai wangi (Cymbopogon Nardus) efektif untuk mematikan nyamuk Aedes sp. dengan konsentrasi 16,76%. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menaikkan konsentrasi dan rentang antar konsentrasi.