Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP RISIKO KANKER KOLOREKTAL DI INDONESIA Andini, Regita Dwi; Aghna, Safira; Farrazafir, Nabhan Basyar; Izzah, Shichachul; Nafisah, Lu’lu; Sistiarani, Colti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.45884

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kanker kolorektal merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia, menempati posisi ketiga dengan lebih dari 1,9 juta kasus baru dan hampir 1 juta kematian pada tahun 2020. Di Indonesia, kanker ini menempati peringkat keempat dengan insidensi 39,2 per 100.000 penduduk dewasa. Peningkatan ini erat kaitannya dengan gaya hidup modern, termasuk pola makan tinggi kalori, rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan risiko kanker kolorektal di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan sistematis dengan panduan PRISMA. Artikel diidentifikasi melalui Google Scholar dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait obesitas, aktivitas fisik, dan kanker kolorektal di Indonesia. Dari 653 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu artikel kuantitatif dengan desain cross-sectional atau case-control yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa rendahnya aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Namun, pengaruh obesitas bervariasi tergantung pada indikator yang digunakan. Simpulan: Aktivitas fisik terbukti memiliki peran protektif yang signifikan terhadap risiko kanker kolorektal. Penelitian ini menekankan pentingnya mempromosikan aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan dan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mendukung pengembangan kebijakan promotif dan preventif yang berbasis bukti di Indonesia.
Determinants of Parental Willingness to Provide HPV Vaccination for Adolescents in Indonesia: A Systematic Literature Review Hanjani, Silvia; Surya, Akmal Firmanda; Putri, Fita Amanda; Nugroho, Pramudya Dhiwang; Izzah, Shichachul; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Nurlaela, Sri; Fitriyani, Novita Endang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.1.1-11

Abstract

HPV vaccination is a highly effective strategy for reducing the burden of cervical cancer in Indonesia. However, its uptake among adolescents remains limited due to low parental awareness and socioeconomic disparities. This review aims to identify key determinants influencing parental acceptance or hesitancy toward HPV vaccination, providing evidence to optimize national vaccination strategies for adolescents. This PRISMA-guided systematic review included original open-access studies published between 2015 and 2025, examining determinants of parental acceptance regarding HPV vaccination among Indonesian adolescents aged 9-15 years. Predefined Boolean terms were used to identify relevant articles retrieved from Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Garuda, yielding 14 studies that met the eligibility criteria and were included in the final analysis. Parental willingness and acceptance of HPV vaccination in Indonesia are influenced by individual knowledge and attitudes, social and normative pressures, economic constraints, health literacy, and the role of healthcare providers. Higher levels of knowledge, positive attitudes, supportive social norms, and access to trusted health information promote acceptance, whereas safety concerns, perceptions of the child’s age, and low-income act as significant barriers. Strengthening free school-based programs and integrating vaccination within the existing reproductive health services emerges as a solution to increase parental acceptance towards HPV vaccination among their adolescents.