Octavia, Sisca
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI DALAM KETERAMPILAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA DI UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON Octavia, Sisca; Mujtaba, Sultan Tirta
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8406

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa pada kajian fonologi bagi penutur asing bahasa Indonesa dalam proses pemerolehan bahasa Indonesia dan juga mengetahui ketepatan dalam menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada kajian fonologi yang terjadi sehingga faktor apa saja yang dapat menimbulkan kekeliruan dalam pelafalan pada penutur asing, bukan hanya penutur asing saja yang sering melakukan kesalahan dalam pelafalan berbahasa Indonesia, tujuan lainnya agar mengetahui ketepatan pelafalan yang baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa tuturan pemelajar BIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebanyak 4 mahasiswa baru yang di antaranya berasal dari Thailand, Sudan, dan 2 berasal dari Filipina. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan 23 kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pemelajar BIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai dari perubahan fonem dan juga penghilangan fonem. Kata-kata Kunci: BIPA; fonologi; kesalahan berbahasa Abstract This research analyzes language errors in phonological studies for foreign speakers of Indonesian in the process of acquiring Indonesian and also determines accuracy in using Indonesian. The aim of the research was to analyze and describe language errors in phonological studies that occur so that what factors can cause errors in pronunciation in foreign speakers, it is not only foreign speakers who often make errors in pronunciation in Indonesian, another aim is to find out the accuracy of good pronunciation and true. The research method used in this research is a qualitative descriptive research method. The data source is the speech of BIPA UIN Cyber Syekh Nurjati Cirebon students as many as 4 new students, including those from Thailand, Sudan, and 2 from the Philippines. Based on the results of the research, the author found 23 language errors made by BIPA students at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, starting from changing phonemes and also omitting phoneme.
Mitos dalam “Petaka Gunung Gede”: Analisis Semiotika Roland Barthes Atas Jejak Mistis di Balik Cerita Abror, Ali; Lestari, Widia Sri; Octavia, Sisca; Rahmatulloh, Faisal Akbar
Literature Research Journal Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v3i2.1386

Abstract

Film “Petaka Gunung Gede” menyajikan narasi yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga menyimpan lapisan-lapisan makna yang dapat dikaji secara semiotis. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam film tersebut dengan menggunakan kerangka analisis semiotika Roland Barthes. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya membedah sistem pemaknaan bertingkat, mulai dari penanda nyata hingga ideologi yang tersembunyi di balik representasi visual dan naratif. Data diperoleh melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan tahapan pemaknaan Barthes. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh tanda signifikan yang tersebar dalam berbagai adegan film. Analisis terhadap tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa “Petaka Gunung Gede” tidak sekadar berkisah tentang bencana alam, melainkan juga merefleksikan persoalan sosial, hubungan manusia dengan alam, serta sistem kepercayaan yang hidup dalam masyarakat. Temuan ini memperkaya pemahaman bahwa film dapat menjadi medium penyampaian pesan ideologis secara halus melalui sistem tanda yang bekerja dalam berbagai lapisan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian semiotika terapan, khususnya dalam menganalisis film Indonesia kontemporer, sekaligus membuka peluang bagi kajian serupa terhadap karya-karya sinematik lainnya. The Myth in “The Catastrophe of Mount Gede”: Roland Barthes' Semiotic Analysis of the Mystical Traces Behind the StoryThe film "Petaka Gunung Gede" presents a narrative that is not only entertaining, but also contains layers of meaning that can be studied semiotically. This study aims to uncover the denotative, connotative, and mythical meanings in the film using Roland Barthes's semiotic analysis framework. This approach was chosen because of its ability to dissect the multi-level system of meaning, from tangible signifiers to the ideology hidden behind visual and narrative representations. Data were obtained through the method of observing and noting, then analyzed interpretively based on Barthes's stages of meaning. The results of the study identified seven significant signs scattered throughout various scenes in the film. Analysis of these signs shows that "Petaka Gunung Gede" is not only about a natural disaster, but also reflects social issues, the relationship between humans and nature, and belief systems that exist in society. These findings enrich the understanding that film can be a medium for conveying ideological messages subtly through a system of signs that operate at various levels. Thus, this study contributes to the development of applied semiotic studies, particularly in analyzing contemporary Indonesian films, while also opening opportunities for similar studies on other cinematic works.