Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLE Nurrohman; Prasetyo, Novi Eko; Amalia, Rustanti
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 2 No. 1 (2020): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru menggunakan model pembelajaran Example non Example dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan edukatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan siswa selama penerapan model pembelajaran Example non Example. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi-eksperimen dengan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor hasil belajar pada kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 1,85 lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol. Perbedaan tersebut disebabkan model Example non Example membuat siswa lebih aktif didalam proses pembelajaran.
Museum sebagai Arena Hegemoni Kultural: Analisis Representasi Kekuasaan dan Nasionalisme di Museum Brawijaya dalam Pembelajaran Mata Kuliah Hegemoni Dunia Arsyad, Muhammad Naharuddin; Amalia, Rustanti
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekuasaan dan nasionalisme dalam penyajian koleksi Museum Brawijaya, pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran dalam mata kuliah Hegemoni Dunia, serta respon dan pemahaman mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis museum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, serta diperkuat dengan analisis wacana kritis untuk mengkaji relasi antara pengetahuan, kekuasaan, dan ideologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Brawijaya merepresentasikan kekuasaan dan nasionalisme melalui narasi sejarah, simbol visual, dan tata pamer yang menempatkan militer sebagai aktor utama dalam sejarah nasional. Representasi ini mencerminkan praktik hegemoni kultural yang bekerja melalui konstruksi pengetahuan sejarah yang diterima kebenarannya. Pemanfaatan museum dalam pembelajaran terbukti mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, serta mengembangkan kesadaran kritis terhadap relasi antara pengetahuan dan kekuasaan. Selain itu, pembelajaran berbasis museum mendorong perubahan respon mahasiswa dari sikap afirmatif menjadi reflektif dan kritis, serta meningkatkan kemampuan berpikir historis dan kesadaran ideologis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai media edukasi, tetapi juga sebagai arena produksi makna yang memiliki peran penting dalam pengembangan pembelajaran sejarah yang kritis, reflektif, dan transformatif.