Siregar, ganti tua
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AQIQAH TANPA ASAP ROKOK: GERAKAN BERSAMA TOKOH ADAT, AGAMA, DAN MASYARAKAT UNTUK BAYI SEHAT Siregar, ganti tua
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2176

Abstract

Aqiqah merupakan tradisi religius dan budaya yang penting sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi. Namun, dalam pelaksanaannya, sering ditemukan kebiasaan merokok di sekitar lokasi aqiqah yang dapat membahayakan kesehatan bayi Baru lahir. Asap rokok mengandung zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, gangguan tumbuh kembang, dan bahkan kematian bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi gerakan "Aqiqah Tanpa Asap Rokok" melalui pendekatan kolaboratif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, dan kampanye lingkungan bebas asap rokok pada saat aqiqah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi bayi Baru lahir. Gerakan "Aqiqah Tanpa Asap Rokok" menjadi pendekatan promotif-preventif yang relevan dengan nilai budaya dan spiritual, serta dapat menjadi model edukasi kesehatan keluarga yang berkelanjutan untuk melindungi bayi dari paparan zat berbahaya sejak awal kehidupannya. Diharapkan Gerakan ini dapat menjadi budaya Baru dalam pelaksanaan Aqiqah dimasyarakat, dan bisa dijadikan sebagai peraturan daerah Aqiqah tanpa asap rokok di Kota Padangsidempuan.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Faisal, Faisal; Sitohang, Tiur Romatua; Yusniar, Yusniar; Saragi, Maria Magdalena; Manalu, Minton; Ramlan, Ramlan; Siregar, Ganti Tua
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34610

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih kita temui di Indonesia. Pada tahun 2024 Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen. Dampak stunting dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, masalah pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, kemampuan belajar, menurunnya system imunitas sehingga mudah sakit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat (Kader posyandu, ibu balita, ibu yang memiliki anak balita) dalam memanfaatkan daun kelor sebagai upaya alternatif untuk pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang yang terdiri dari kader posyandu, Ibu hamil dan ibu Balita. Metode kegiatan adalah pre test dengan menggunakan 15 butir pertanyaan, ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi pemanfaatan daun kelor, pembagian benih/bibit daun kelordiakhiri dengan post test menggunakan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mayoritas cukup sebanyak 60% dan 40% pengetahuan baik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mengenai stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya alternatif pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a health problem that we still encounter in Indonesia. By 2024 the Indonesian Government has a target to reduce growth failure or stunting by 14 percent. Stunting has an impact on children's cognitive, motor and verbal development which is not optimal. In the future, stunted children have a higher risk of obesity and other diseases. Apart from that, children's learning capacity and performance as well as productivity and work capacity are also not optimal. The aim of this Community Service is to increase community knowledge (Posyandu cadres, mothers of toddlers, mothers of children under five) in using Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting. There were 40 activity participants consisting of posyandu cadres, pregnant women and toddler mothers. The activity method is a lecture followed by questions and answers, a simulation of the use of Moringa leaves, distribution of Moringa leaf seeds. The results of the activity obtained an increase in the knowledge of cadres, the majority of pregnant women and mothers of toddlers had sufficient knowledge of 60% and 40% had good knowledge. Implementation of Community Service Activities is able to increase the knowledge of cadres, pregnant women and mothers of toddlers regarding stunting and the use of Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting.