Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nikah Sirri dalam Perspektif Hukum Islam Surjasni, Surjasni; Akbar, Fadliansyah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): January-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i1.1150

Abstract

Penelitian lapangan  adalah penelitian secara langsung terhadap objek yang diteliti, yaitu dari padangan para tokoh masyarakat maupun informasi yang lain terhadap pernikahan dibawah tangan/nikah siri dengan tujuan untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan pembahasan ini. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris, yang digunakan menganalisa berbagai peraturan perundang-undangan di bidang hukum perkawinan. Sedangkan pendekatan empiris digunakan untuk menganalisa hukum bukan semata sebagai suatu perangkat aturan perundang-undangan yang bersifat normatif  belaka, akan tetapi hukum dilihat sebagai perilaku masyarakat yang menggejolak dan mempola dalam kehidupan masyarakat. Isi penelitian ini adalah mengenai kawin siri/dibawah tangan ditinjau dari hukum islam dan UU No. 1 Tahun 1974, ada dua pemahaman tentang makna nikah siri dikalangan masyarakat, yang pertama nikah siri dipahami sebagai sebuah akad nikah yang tidak dicatatkan di pegawai pencatatan nikah namun, syarat dan rukunnya sudah sesuaidengan hukum islam. Yang kedua nikah siri di definisikan sebagai pernikahan yang di lakukan tanpa wali nikah yang sah dari pihak perempuan. Pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu misalnya, karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri. Pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.
Politik Hukum Bagi Umat Islam di Indonesia Akbar, Fadliansyah; Surjasni, Surjasni
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): January-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i1.1151

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, informasi, dan berbagai macam data-data lainnya yang terdapat dalam kepustakaan. Penelitian kepustakaan adalah jenis penelitian kualitatif yang pada umumnya dilakukan dengan cara tidak terjun ke lapangan dalam pencarian sumber datanya sehingga riset ini dilakukan hanya berdasarkan atas karya-karya tertulis. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa politik hukum adalah kebijakan kekuasaan yang memiliki hak dan wewenang atas suatu hukum. Dijadikannya hukum islam sebagai dasar pembuatan hukum indonesia tentunya membuat nilai nilai islam dapat terpenuhi akan tetapi peraturan-peraturan yang membawa nilai-nilai islam tersebut bukannya tidak bisa diganti. Disitulah peran politk hukum dibutuhkan dan pentingnya umat islam untuk menjerumuskan diri kedalam wilayah politik hukum guna menjaga agar berbagai peraturan di indonesia tetap membawa nilai nilai islam dan tidak adanya peraturan yang dapat merugikan umat islam.
Noble Values In The Culture Of "Angngaru” Oral Traditions Of Makassar Surjasni, Surjasni; Kamal, Sirajuddin
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v9i1.50048

Abstract

This article explores the noble values embedded within the "Angngaru" oral tradition of the Makassar culture, which serves as an important element of the region's intangible cultural heritage. "Angngaru" is a traditional form of oral expression practiced in Makassar society, characterized by poetic recitations that convey principles of honor, bravery, loyalty, and social harmony. Through a cultural and anthropological approach, this study aims to elucidate the symbolic meanings and philosophical insights that “Angngaru” imparts, reflecting the deeply rooted values of Makassar’s collective identity. The findings demonstrate that “Angngaru” not only strengthens communal bonds but also functions as a medium for transmitting ethical teachings and local wisdom across generations. By preserving “Angngaru”, Makassar society maintains a cultural foundation that supports moral integrity and resilience amid modernity's challenges. This study contributes to a deeper understanding of how oral traditions serve as vehicles for moral and ethical teachings in Indonesian cultural landscapes, specifically within the context of Makassar.