Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ISOLASI Actinomycetes ENDOFIT DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides) DAN UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli - Elsie; Nofripa Herlina; Ruli Tias Putri
Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i2.742

Abstract

Actinomycetes endophytes are bacteria that live in plant tissues and are known as secondary metabolites that have activity as an antibacterial. This study was conducted to isolate Actinomycetes endophytes from vetiver plant tissue (Vetiveria zizanioides) and test for the activity of antibacterial compounds againstStaphylococcus aureus and Escherichia coli by using diffusion method. Actinomycetes endophytes successfully isolated were isolates of RTP-1, RTP-2 and RTP-3. The results of antibacterial compound activity test showed that the three Actinomycetes endophytic isolates were able to inhibit the growth of S. aureus and E. coli bacteria. The best inhibitory ability against E. coli bacteria with a drag zone diameter of 20 mm while the largest inhibitory zone diameter against S. aureus bacteria was 9 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT AKTINOMISETES ASAL TANAH HUTAN LARANGAN ADAT GHIMBO POTAI, KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU, TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Elsie - -; Nur’Atika - -; Israwati - Harahap
Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v9i1.1083

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antibakteri isolat aktinomisetes yang telah diisolasi dari tanah Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan Juli tahun 2016. Uji aktivitas dilakukan menggunakan metode difusi agar terhadap 2 bakteri uji yaitu Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Hasil uji aktivitas isolat aktinomisetes NA-1 dan NA-2 menunjukkan bahwa hanya isolat NA-1 yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dengan diameter zona penghambatan sebesar 7 mm.
Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Kale Leaves (Brassica oleracea var. sabellica) against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Elsie Makmur; Mifta Hunnazah; Israwati Harahap
Sistem Informasi Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v12i1.3347

Abstract

Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat menimbulkan masalah resistensi pada bakteri patogen. Salah satu alternatif untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan pencarian senyawa antibakteri dengan memanfaatkan ekstrak tanaman, salah satunya adalah kale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun kale sebagai sumber senyawa antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, serta mengetahui konsentrasi terbaik yang mampu menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus sehingga dapat menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kale. Ekstrak daun kale diperoleh melalui metode maserasi sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar (Kirby Bauer). MIC terhadap E. coli dan S. aureus ditentukan dengan metode dilusi cair. Ekstrak daun Kale konsentrasi 140 mg/mL berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri dengan terbentuknya zona hambat terbesar pada E. coli sebesar 3,3 mm dan sebesar 3,93 mm pada S. Aureus. Sementara itu, nilai MIC terhadap E. coli diperoleh dari konsentrasi 50% sedangkan terhadap S. aureus diperoleh dari konsentrasi ekstrak Kale 25%, masing-masing dari pengenceran konsentrasi aktivitas antibakteri 140 mg/mL.
Pemeriksaan Golongan Darah bagi Guru Biologi SMAN dalam Rangka Peningkatan Kualitas Guru Israwati harahap; Novia Gesriantuti; Nofripa Herlina; Elsie Elsie; Yeeri Badrun
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.336 KB) | DOI: 10.29405/solma.v7i2.1176

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah dilakukan ini bermula dari adanya keinginan untuk memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan kompetensi guru-guru biologi. Hasil wawancara tim pelaksana pengabdian kepada Masyarakat Biologi UMRI dengan guru biologi SMAN 14 Pekanbaru, menunjukkan bahwa guru-guru Biologi SMAN 14 Pekanbaru memiliki keterbatasan ilmu dalam materi golongan darah dan tidak memiliki keterampilan dalam melakukan pemeriksaan golongan darah. Untuk itu, dengan adanya pelatihan pemeriksaan golongan darah ini, guru-guru biologi SMAN 14 Pekanbaru dapat memberikan pelajaran tentang materi golongan darah serta praktik pemeriksaan golongan darah kepada siswa. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2018. Pada saat praktik pemeriksaan golongan darah, guru-guru biologi sangat antusias mengikuti pelatihan dan mereka berharap adanya pelatihan lain yang dapat meningkatkan kompetensi para guru.
Potensi Bakteri Endofit Asal Tumbuhan Katemas (Euphorbia heterophylla L.) sebagai Pengendali Bakteri Penyebab Penyakit Busuk Lunak (Erwinia chrysanthemi) Nurhakiki Nurhakiki; Elsie Elsie; Israwati Harahap
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i1.5083

Abstract

Disease control in plants is generally controlled chemically using chemicals, but it can have a negative impact. One alternative to control plant diseases is to use microbial biological agents, namely endophytic bacteria. Endophytic bacteria from Euphorbia heterophylla L.Can be used as a controller for soft rot disease caused by Erwinia chrysanthemi. The purpose of this study was to isolate and determine the potential of endophytic bacteria from the katemas plant as a controller for soft rot disease caused by E. chrysanthemi. This study uses an experimental method. Isolation of antibacterial endophytic bacteria using surface sterilization method. Activity tests were carried out using the Kirby-Bauer method (disk diffusion). The parameter studied was to measure the inhibition zone formed around the paper disc using a caliper. The results of this study obtained 5 isolates of endophytic bacteria from the katemas plant which may control soft rot disease by E. chrysanthemi. Based on the research that has been done, it can be said that the results of the isolation of endophytic bacteria from the katemas plant obtained 5 isolates of endophytic bacteria with the inhibitory zone diameter of NK 1, NK 2, NK 3, NK 4 and NK 5 isolates of 1.1 mm each; 3.8mm; 2.0mm; 1.5mm and 22.5mm.
Potensi Lendir Belut Sawah (Monopterus Albus) sebagai Pestisida Alami Penyebab Layu Eucalyptus pellita (The Potential of Swamp Eel Mucus as a Natural Pesticide Towards Cause of Withering on Eucalyptus pellita) Ninda Santika; Elsie Elsie; Bayo Alhusaeri Siregar
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2023.20.1.1-17

Abstract

AbstractWilting disease in plants causes various problems in agriculture, plantations, and industrial forest plantations. The bacteria Ralstonia pseudosolanacearum and the fungus Fusarium oxysporum are important pathogens in Eucalyptus pellita plants and can harm them economically. The purpose of this research was to know the potential of swamp eel mucus extract (Monepterus albus) in inhibiting the growth of R. pseudosolanacearum and F. oxysporum. The antagonist test was conducted ininvitro and the phytotoxicity test was in in-vivo. In vitro test used a Minimum Inhibitory Concentration (MIC) test and the antimicrobial confirmed test for E. Pellita (disc diffusion method and poisoned food technique), meanwhile in vivo test used phytotoxicity test to E. pellita. This study used mucus which was extracted with two solvents such as aquadesh (EAQ) and PBS pH 7.4 (EPBS). The results showed that the mucus extract had the potential to inhibit the growth of R. pseudosolanacearum and F. oxysporum. MIC test results showed that the MIC of mucus extract at a concentration of 6.75% against R. pseudosolanacearum and F. oxysporum. Confirmed test results showed the inhibition of the mucus extract against R. pseudosolanacearum was 35.7 mm (very strong) on an EAQ concentration of 25% and antifungal activity was 73.7% (strong) on an EAQ concentration of 12.5%. It showed that there were several differences in antimicrobial activity using various concentrations of swamp eel mucus extract. In-vivo test indicated that the application of mucus extract in E. pellita was non-phytotoxic, so it is safe to be utilized as a natural pesticide.Key word: Anti microbial, confirmed test, minimum inhibitory concentration, natural pesticide, phytotoxicityAbstrakPenyakit layu pada tanaman menyebabkan berbagai permasalahan pada bidang pertanian, perkebunan maupun hutan tanaman industri. Bakteri Ralstonia pseudosolanacearum dan cendawan Fusarium oxysporum merupakan patogen yang telah menimbulkan layu pada bibit Eucalyptus pellita, sehingga dapat merugikan secara ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis potensi ekstrak lendir belut sawah (Monopterus albus) dalam menghambat pertumbuhan  bakteri R. pseudosolanacearum dan cendawan F. oxysporum. Uji antagonis dilakukan secara in vitro dan uji fitotoksisitas dilakukan secara in vivo. Uji in vitro menggunakan uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan uji penegasan daya anti mikroba (metode difusi cakram dan poisoned food technique), sedangkan uji in vivo menggunakan uji fitotoksisitas terhadap bibit E. pellita. Lendir belut sawah diekstraksi dengan dua pelarut, yaitu menggunakan aquades (EAQ) dan menggunakan PBS pH 7.4 (EPBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lendir belut sawah berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri R. pseudosolanacearum dan cendawan F. oxysporum. Hasil uji MIC menunjukkan bahwa MIC ekstrak lendir pada konsentrasi 6,75% terhadap bakteri R. pseudosolanacearum dan cendawan F. oxysporum. Hasil uji penegasan menunjukkan daya hambat ekstrak lendir terhadap bakteri R. pseudosolanacearum sebesar 35,7 mm (sangat kuat) pada EAQ konsentrasi 25% dan aktivitas anti fungi terhadap cendawan F. oxysporum sebesar 73,7% (kuat) pada EAQ 12,5%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas anti mikroba menggunakan berbagai konsentrasi ekstrak lendir belut sawah. Uji in vivo menunjukkan ekstrak lendirnya tidak bersifat fitotoksik pada bibit E. Pellita, sehingga aman digunakan sebagai pestisida alami.                                                                     Kata kunci: Anti mikroba, fitotoksisitas, minimum inhibitory concentration, pestisida alami, uji penegasan