Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemahaman Orang Tua dalam Membuat Kreasi Makanan Sehat di Tk Pedesaan Negeri Ulak Rengas Lampung Utara Oka Manda Sari; Nilawati Tajuddin; Kanada Komariyah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman orang tua dalam membuat kreasi makanan sehat di TK Pedesaan Negeri Ulak Rengas, Lampung Utara. Fokus penelitian adalah tingkat pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan orang tua dalam memilih, mengolah, serta menyajikan makanan yang bergizi dengan cara kreatif untuk meningkatkan minat makan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 19 orang tua anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua telah menyadari pentingnya pola makan sehat, namun kreativitas dalam penyajian masih terbatas. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, kurangnya ide, dan kebiasaan anak yang memilih-milih makanan. Selain itu, sebagian orang tua belum memahami takaran gizi seimbang secara tepat. Program parenting yang melibatkan ahli gizi dan tenaga medis di sekolah dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua. Penelitian ini menegaskan perlunya edukasi intensif untuk mendorong orang tua lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. This study aims to describe parents’ understanding in creating healthy food variations at Ulak Rengas State Rural Kindergarten, North Lampung. The focus is on parents’ knowledge, awareness, and skills in selecting, processing, and serving nutritious food creatively to increase children’s eating interest. A descriptive qualitative approach was applied with 19 parents of children aged 5–6 years as participants. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that most parents are aware of the importance of a healthy diet, yet creativity in food presentation remains limited. Major challenges include time constraints, lack of ideas, and children’s picky eating habits. Furthermore, some parents still lack precise knowledge of balanced nutrition portions. Parenting programs involving nutritionists and medical staff at schools were considered effective in enhancing parental knowledge. The study highlights the need for more intensive education to encourage parents’ creativity in meeting children’s nutritional needs, thereby supporting their optimal growth and development.
Wahdatul Ulum Perspektif Ibnu Rusyd: Hakikat Agama dan Filsafat untuk Studi Islam Masa Depan Nilawati Tajuddin; Muhamad Agus Mushodiq
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v3i2.1720

Abstract

This paper investigates the concept of wahdatul ulum from the perspective of Ibn Rushd. The researcher utilized qualitative research with a descriptive-historical analysis method. The primary data source for this study is Ibn Rushd's magnum opus, "Faslu Maqal fi Ma Bayna Hikmah wa asy-Syariah min al-Ittisal." The findings suggest that, according to Ibn Rushd, religion and philosophy—being the foundation of science—are fundamentally harmonious. Consequently, the relationship between the two is both absolute and inevitable. It is inconceivable for contradictions to exist between religion and philosophy, as both stem from the same essence: Allah. When apparent contradictions arise, a hermeneutic interpretation is essential to uncover their underlying rationality. In his examination of God’s provisions, Ibn Rushd applies the principle of cause and effect, firmly rooted in rational thought. He places significant emphasis on the importance of logic within religion to prevent individuals from succumbing to the pitfalls of theodicy, apologetics, and dogmatism. Ibn Rushd distinguishes knowledge not by categorizing it as religious or scientific, but by interpreting it as the knowledge of Allah and the knowledge that can be comprehended by humans.
MANAJEMEN PERUBAHAN DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG BAGI ADAPTASI ORGANISASI Arabiah Arabiah; Darmi Darmi; Amidin Amidin; Andi Warisno; Nilawati Tajuddin
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i2.4478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perubahan di era digital serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mendukung adaptasi organisasi. Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut organisasi untuk melakukan perubahan tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada budaya dan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen dari artikel jurnal dan sumber ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola tantangan dan strategi adaptasi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam manajemen perubahan meliputi resistensi karyawan, kesenjangan keterampilan digital, dan budaya organisasi yang kurang adaptif. Di sisi lain, era digital juga menghadirkan peluang berupa penguatan kepemimpinan digital, peningkatan komunikasi organisasi, serta inovasi proses kerja yang meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi organisasi di era digital bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
INTEGRASI LITERASI DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK Desi Wahyuni; Dili Arissandi; Andi Warisno; Nilawati Tajuddin
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i2.4480

Abstract

Perkembangan era digital menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah sebagai bagian dari keterampilan abad ke-21. Literasi digital dipandang sebagai kompetensi kunci yang berpotensi meningkatkan kedua kemampuan tersebut dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen melalui pretest–posttest non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 60 peserta didik yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, tes kemampuan pemecahan masalah, serta angket literasi digital. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen meningkat dari 58,47 menjadi 78,93, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 57,89 menjadi 66,12. Kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen meningkat dari 56,82 menjadi 77,41, sementara kelas kontrol meningkat dari 57,13 menjadi 65,34. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Analisis regresi menunjukkan bahwa literasi digital memberikan kontribusi sebesar 41% terhadap kemampuan berpikir kritis dan 37% terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis literasi digital efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.