Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EVALUASI CADANGAN TERDUGA UNTUK SISTEM PANAS BUMI VULKANIK DENGAN METODE VOLUMETRIK : STUDI AREA KAMOJANG DAN LAHENDONG Putriyana, Lia
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 13, No 3 (2018): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.274 KB)

Abstract

Indonesia memimpin potensi energi panas bumi, sekitar 29 GW atau 40% dari total potensi energi panas bumi dunia terdistribusi di 331 lokasi yang sebagian besar berasosiasi dengan lingkungan vulkanik. Di Indonesia perkiraan sumber daya didasarkan pada SNI 13-6482-2000 mengenai angka parameter dalam estimasi potensi energi panas bumi di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi cadangan terduga panas bumi menggunakan metode Volumetric – heat stored dengan simulasi Monte Carlo untuk memperoleh probabilitas dari parameter-parameter yang memiliki tingkat ketidakpastian.  Menggunakan analogi lapangan eksisting Kamojang dan Lahendong, yang berada pada jalur vulkanik yang sama, memiliki kemiripan tatanan geologi, sehingga karakteristik reservoirnya tidak berbeda jauh. Empat parameter yang dibahas untuk mengevaluasi perhitungan cadangan terduga adalah saturasi air, porositas batuan, recovery factor dan faktor konversi listrik. Hasil perhitungan cadangan terduga untuk lapangan dominasi air yang diusulkan sebesar 152,73 MW, yang menggunakan SNI 13-6482-2000 sebesar 152,07 MW. Hasil perhitungan untuk lapangan dominasi uap yang diusulkan sebesar 53,62 MW, perbedaan nilainya sangat signifikan dengan hasil perhitungan cadangan terduga menggunakan SNI 13-6482-2000 sebesar 152,07 MW.
Potensi dan Tantangan Badan Layanan Umum di Bidang Penelitian dan Pengembangan Panas Bumi Putriyana, Lia
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.361

Abstract

Penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) untuk penyediaan layanan barang dan jasa sedang dilakukan di beberapa lembaga pemerintah, salah satunya di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang panas bumi. Di lain sisi, pemerintah juga telah menyusun target pemanfaatan panas bumi dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), dan regulasi yang mendukung pengembangan panas bumi,  sehingga iklim bisnis panas bumi di Indonesia saat ini cukup kondusif. Tujuan kajian ini adalah menyusun strategi dan rekomendasi untuk pengembangan BLU litbang panas bumi dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan tentang potensi, tantangan, dan strategi pengembangan BLU litbang panas bumi, serta rekomendasi untuk dapat melakukan strategi pengembangannya. Tantangan utama dalam kegiatan BLU di bidang litbang panas bumi adalah regulasi, perubahan pola pikir, dan keterbatasan kompetensi yang dimiliki. Potensi terbesar BLU litbang panas bumi adalah kondisi pemanfaatan energi panas bumi yang masih sangat sedikit dibanding jumlah cadangan yang ada, sehingga peluang bisnis sangat terbuka, ditambah keuntungan secara birokrasi yang dimiliki BLU sebagai lembaga pemerintah. Secara garis besar strategi pengembangannya lebih dititikberatkan pada analisis terhadap kebutuhan pasar untuk pengembangan panas bumi yang dapat dijadikan peluang oleh BLU litbang panas bumi. Rekomendasi untuk BLU litbang panas bumi telah disusun di akhir kajian agar dapat mendukung strategi pengembangannya.
SIMULASI PENGEMBANGAN LAPANGAN PANAS BUMI LAINEA; THE DEVELOPMENT SIMULATION OF LAINEA GEOTHERMAL FIELD Putriyana, Lia; Soekarno, Hari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 2 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan panas bumi Lainea terletak di kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2012 Pusat Sumber Daya Geologi melakukan penyelidikan terpadu Geologi, Geokimia dan Geofisika, serta pengeboran sumur landaian suhu untuk menentukan daerah prospek. Survei geologi ditujukan untuk mendapatkan pemetaan dan gambaran struktur geologi setempat. Survei geokimia yang dilakukan mendukung eksplorasi daerah tersebut. Survei geofisika dapat mendukung pemahaman struktur bawah permukaan. Terdapat 4 sumur landaian suhu untuk mengukur temperatur aktual bawah permukaan, 3 sumur diantaranya menunjukan adanya anomali gradien temperatur sekitar area manifestasi. Kapasitas pembangkitan yang didapatkan dari hasil simulasi 2 skenario pengembangan yang berbeda sebesar 1250 kW (skenario 1, 1 sumur produksi) dan 2250 kW (skenario 2, 2 sumur produksi).Analisa dan prediksi perilaku reservoir panas bumi setiap waktu adalah hal yang penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan fluida panas bumi yang digunakan untuk membangkitkan listrik. Informasi yang didapatkan dari survei terpadu dan pengeboran landaian suhu akan mendukung simulasi model numerik. Lainea geothermal field is located in South Konawe, South East Sulawesi. In 2012, Center of Geological Resources has conducted an integrated survey of geology, geochemistry and geophysics, and also the temperature gradien drilling to determine prospect area. The aim of the geology survey is to find out the mapping and image of the local geology structure. Geochemistry survey is a fundamental tool to support geothermal exploration, fluid and gas sampling, geothermometer, analysis of fluid patterns andalso environmental issues as a data base. Geophysics survey can improved the understanding of subsurface structure. The temperature gradient drilling or thermal gradient holes for direct measurement of field temperature have been conducted in 4 different locations, LNA-1, LNA-2, LNA-3 and LNA-4. The thermal gradient as the result of the temperature gradient drilling shows anomaly area in 3 different locations around manifestations. It provides valuable information/most reliable information on the subsurface. The capacity of the generation which obtained from the simulation result of two different development scenarios are 1250 kW (Scenario 1, one production well) and 2250 kW (Scenario 2, two production wells). The analysis and prediction of geothermal resource over time is a critical element to ensure the availability of geothermal fluid for electricity production. The information gained from this integrated survey and the temperature gradient drilling will support numerical reservoir modelling and assessment.
KAJIAN SUMUR PANAS BUMI UNTUK PLTP SKALA KECIL DI LAPANGAN PANAS BUMI RANTAU DEDAP, SUMATERA SELATAN ; GEOTHERMAL WELL ANALYSIS FOR SMALL SCALE GEOTHERMAL PLANT IN RANTAU DEDAP GEOTHERMAL FIELD, SOUTH SUMATERA Herdiani, Nurita Putri; Sukaryadi, Didi; Putriyana, Lia
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 2 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan PLTP skala kecil telah dilakukan simulasi untuk sumur RD-B1 dan RD-B2 pada lapangan panas bumi Rantau Dedap untuk mengetahui kemampuan sumur dalam memasok uap. Proses simulasi sumuran dilakukan dengan menggunakan geo fluid software. Data sumur RD-1 digunakan sebagai validasi model sumur yang dikembangkan untuk perhitungan simulasi. Prinsip simulasi ini adalah menyelaraskan profil tekanan dan temperatur sumur antara hasil simulasi dengan hasil pengukuran. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan skenario pembangkit yang memiliki kapasitas penurunan tekanan reservoir 2 bar/tahun, diketahui sumur RD-1 mampu memasok uap selama 13 tahun untuk kepasitas pembangkit 3 MW. Sementara itu, sumur RD-2 dijadikan sebagai sumur injeksi.In order to support government programme in small geothermal plant development, wellbore simulation was conducted for RD-B1 and RD-B2 wells in Rantau Dedap geothermal field to identify steam supply well capacity. The wellbore simulation was done by using geo fluid software. RD-B1 well data is used as validation of well model that is developed for simulation calculation. Principal of this simulation is to match pressure and temperature profiles between simulation and measurement. Simulation results indicate that with the pressure drop by 2 bar/year scenario, the RD-B1 well can supply steam to 3 MW geothermal plant for 13 years. While the RD-2 will be dedicated as injection well.
SIMULASI NATURAL STATE LAPANGAN PANAS BUMI DOLOK MARAWA DI SUMATERA UTARA Putriyana, Lia
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 1 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan Panas Bumi Dolok Marawa, Provinsi Sumatera Utara, merupakan daerah green field yang belum berproduksi dengan estimasi potensi cadangan terduga ± 38 MWe. Lapangan ini memiliki sistem geotermal dominan air dengan temperatur reservoar ± 180 oC. Berdasarkan model konseptual dari penelitian geologi, geofisika, dan geokimia, dibuatlah model numerik menggunakan perangkat lunak TOUGH2 untuk memodelkan kondisi alamiah (natural state) lapangan tersebut. Selanjutnya dilakukan skenario produksi untuk mengetahui perilaku reservoar dalam kurun waktu pembangkitan tertentu. Dua skenario produksi telah disimulasikan untuk kurun waktu 30 tahun dimana skenario pertama menggunakan satu sumur produksi dan satu sumur injeksi, sementara skenario kedua menggunakan dua sumur produksi dan satu sumur injeksi. Kapasitas pembangkit yang didapatkan dari skenario pertama sebesar 10,19 MW dan skenario kedua sebesar 20,97 MW. Hasil simulasi mengindikasikan tipe pembangkit yang sesuai untuk lapangan ini adalah Single Flash – Condensing type. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data pendukung penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).
SIMULASI PEGEMBANGAN LAPANGAN PANAS BUMI DI SUMATERA BARAT ; THE DEVELOPMENT SIMULATION OF SUMANI GEOTHERMAL FIELD, WEST SUMATERA Putriyana, Lia; Soekarno, Hari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 1 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelidikan terpadu geologi, geokimia, dan geofisika di lapangan panas bumi Sumani, timur laut Kota Padang telah dilakukan tahun 2011. Hasil penyelidikan menunjukkan terdapat manifestasi berupa mata air panas yang muncul di zona perpotongan sesar, dimana sesar tersebut berarah barat laut–tenggara dan barat daya–timur laut. Selain survei terpadu, pemboran sumur landaian suhu SMN-1 di lapangan terse-but juga telah dilakukan untuk menentukan daerah prospek. Sumur landaian suhu SMN-1 dibor hingga kedalaman 800 m dan menunjukan adanya anomali gradien temperatur. Data-data yang diperoleh dari survei terpadu dan pemboran landaian suhu digunakan untuk membuat model lapangan panas bumi Sumani. Pemodelan ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai perilaku reservoar saat di-produksikan. Simulasi pengembangan yang dievaluasi pada studi ini menggunakan dua skenario, yaitu skenario 1 dan 2. Masing-masing skenario terdiri dari dua sumur produksi dan satu sumur injeksi dengan lokasi yang berbeda. Hasil simulasi kedua skenario tersebut menunjukkan kemampuan kapasi-tas pembangkitan sebesar 21 MW dengan menggunakan pembangkit siklus biner. Terkait dengan pengembangan lapangan Sumani, studi ini bermanfaat untuk menganalisa dan memprediksi perilaku reservoar panas bumi setiap waktu, selain itu untuk memastikan ketersediaan fluida panas bumi yang digunakan untuk membangkitkan listrik.Kata kunci : pengembangan lapangan, model numerik, lapangan sumani, siklus binerAbstractAn integrated survey of geology, geochemistry and geophysics in Sumani geothermal field, north east of Padang city has been conducted on 2011. The result shows hot spring manifestation appears on inter-section fault of northwest-southeast and southwest-northeast. In addition, thermal gradient hole of SMN-1 also has been drilled until 800 meters depth and shows anomaly of temperature gradient to determine prospect area of Sumani geothermal field. The collected data from the integrated survey and thermal gradient hole to be used for numerical model of Sumani. The numerical modelis built to gather infor-mation regarding behaviour of reservoir during production. There are two development scenarios, each of scenario consist of two production wells and one injection well. The generation capacity resulted from those scenarios is 21 MWe using Binary Cycle technology. The aim of this study is to analyzing and predicting the reservoir behaviour during production, also to ensure fluid availability to generate electricity .
KAJIAN TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK PANAS BUMI SKALA KECIL: WELLHEAD GENERATING UNIT Putriyana, Lia
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 18, No 1 (2019): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengusahaan panas bumi di Indonesia masih didominasi penggunaan pembangkit listrik panas bumi konvensional dengan kapasitas besar, yang memerlukan proses lama dalam pengusahaannya. Disisi lain, energi panas bumi dalam RUEN ditargetkan untuk berkontribusi sebesar 7.242 MWe pada tahun 2025. Dengan sisa waktu yang dimiliki, masih ada sekitar 5400 MWe belum dibangkitkan. Kajian ini dilakukan untuk menunjukan seberapa efektif sebuah unit wellhead generator menggantikan pembangkit konvensional untuk mencegah kerugian akibat adanya sumur-sumur yang idle (belum digunakan) selama menunggu pengerjaan konstruksi pembangkit. Selain itu, memberikan gambaran keekonomian yang komprehensif mengenai revenue yang didapat lebih cepat, dan biaya investasi yang lebih rendah sehingga dapat menjadikan suatu proyek pembangkit panas bumi lebih feasible dan meminimalisasi hambatan pengambangan panas bumi terkait dengan nilai investasi. Analisis dalam penelitian ini difokuskan pada penjadwalan siklus proyek dan analisis keekonomian dari  total biaya investasi dari masing-masing teknologi dan tingkat pengembalian finansial yang dicapai. Dalam menentukan teknologi mana yang lebih baik digunakan analisis keekonomian menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Periode (PBP). Setelah dilakukan analisis cashflow didapatkan perbandingan nilai IRR, NPV dan Payback Periode untuk wellhead generating unit; IRR sebesar 11,66%, NPV sebesar US$ 8.271.825 dan PBP selama 15 tahun, sedangkan untuk pembangkit teknologi konvensional; IRR sebesar 19,8%, NPV sebesar US$ 34.553.087 dan PBP selama 9 tahun.