Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMBINATION THERAPY OF CISPLATIN AND NANOCURCUMIN REDUCES PI3K EXPRESSION AND PROLIFERATION OF HeLa CELLS Subandi, Subandi; Febriana, Romadhinniar; Taqiyya, Nadia; Endharti, Agustina Tri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2912

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Cisplatin adalah obat kemoterapi yang umum digunakan, tetapi penggunaannya dalam dosis tinggi sering menyebabkan efek samping toksik seperti kerusakan ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat terjadi pada 25–33% pasien pada dosis 75–100 mg/m². Untuk mengurangi toksisitas dan meningkatkan efektivitas terapi, kombinasi cisplatin dengan senyawa alami seperti nanokurkumin mulai dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi cisplatin dan nanokurkumin dalam menghambat proliferasi dan menurunkan ekspresi PI3K pada sel kanker serviks HeLa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan post-test only control group. Sel HeLa diberi perlakuan cisplatin (2,5 dan 5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dengan nanokurkumin (25, 50, dan 100 µg/mL). Evaluasi mencakup morfologi sel, uji viabilitas menggunakan CCK-8, dan analisis ekspresi PI3K menggunakan flow cytometry. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji post hoc Dunn, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL secara signifikan menurunkan viabilitas sel dibandingkan cisplatin 2,5 µg/mL saja (p = 0,035), serta memiliki efektivitas yang sebanding dengan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,553). Penurunan ekspresi PI3K juga signifikan dibandingkan kontrol negatif (p = 0,000), cisplatin 2,5 µg/mL (p = 0,006), dan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,010). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin dan nanokurkumin berpotensi sebagai terapi kanker serviks yang efektif.
SYNERGISTIC EFFECTS OF NANOCURCUMIN AND CISPLATIN COMBINATION THERAPY ON APOPTOSIS AND PROTEIN KINASE B (AKT) IN CERVICAL CANCER Subandi, Subandi; Taqiyya, Nadia; Febriana, Romadhinniar; Endharti, Agustina Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3169

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering dijumpai pada wanita dan penyebab utama kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kemoterapi berbasis cisplatin merupakan terapi standar, namun penggunaannya dibatasi oleh toksisitas yang bergantung pada dosis, seperti nefrotoksisitas, neurotoksisitas, dan  kardiotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sinergis kombinasi nanokurkumin dan cisplatin terhadap tingkat apoptosis dan ekspresi Protein Kinase B (AKT) pada sel HeLa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group, dengan kelompok kontrol negative (media standar), kontrol positif monoterapi cisplatin (5 dan 2,5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin berbagai dosis (25, 50, dan 100 µg/mL). Uji flow cytometry digunakan untuk menganalisis tingkat apoptosis dan ekspresi AKT setelah 48 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL menyebabkan apoptosis (75,23%) pada sel HeLa yang sebanding (p<0.05) dengan efek cisplatin tunggal 5 µg/mL (76,15%) serta secara signifikan (p<0,05) menurunkan ekspresi AKT pada sel HeLa (76,53%) dibanding cisplatin 5 µg/mL (97,18%) serta cisplatin 2,5 µg/mL (97,24%). Peningkatan apoptosis dan penurunan ekspresi AKT menunjukkan potensi terapi kombinasi ini dalam mengurangi dosis cisplatin yang diperlukan dengan harapan dapat menurunkan toksisitas.