Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENTINGNYA STATUS ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER Nadia Taqiyya; Djohar Nuswantoro; Muhammad Ardian C.L
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 3 No. 4 (2019): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, October 2019
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v3i4.2019.359-366

Abstract

Abstrak Latar belakang : Kejadian perdarahan postpartum merupakan penyebab kematian ibu tertinggi ketiga di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut diiringi oleh kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia yang meningkat pada tahun 2018 sebesar 48.9% daripada tahun 2013 sebesar 37.1%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan anemia dalam kehamilan dengan perdarahan postpartum primer di Rumah Sakit DKT Gubeng Pojok Kota Surabaya. Metode : penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan penelitian case control design. Jumlah sampel sebanyak 60 ibu bersalin secara pervaginam yang sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Variabel bebas anemia dalam kehamilan adalah sedangkan variabel terikat adalah perdarahan postpartum primer. Hasil : Sebagian besar ibu bersalin secara pervaginam 60% mengalami anemia dalam kehamilan dengan analisis uji chi square menunjukkan p value = 0.000 (p < 0.05), Odds Ratio sebesar 21.35, dan berdasarkan hasil uji T test didapatkan rata-rata kadar Hb pada kelompok anemia sebesar 9.058 g% dengan standar deviasi 0.9782 dan rata-rata kadar Hb pada kelompok non-anemia sebesar 12.063 g% dengan standar deviasi 1.13792 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum primer sehingga bidan sebagai tenaga kesehatan di lini utama harus memperhatikan  kadar Hb pada masa kehamilan.Abstract Background : Primary postpartum hemorrhage was the third-highest cause of maternal death in the city of Surabaya, East Java Province. This was accompanied by the incidence of anemia in a pregnant women in Indonesia which increased in 2018 by 48.9% compared to 2013 at 37.1%. This study aimed to analyze the relationship anemia in pregnancy with primary postpartum hemorrhage in DKT Gubeng Pojok hospitals in Surabaya city East Java. Method : This study used analytic observational methods with a case-control study research design. The number of samples was 60 vaginal delivery mothers who were under the criteria of exclusion and inclusion. A sampling of this study used purposive sampling with independent variable is anemia in pregnancy and dependent variable is primary postpartum hemorrhage. Result : Most of mothers that gave birth pervaginally  60% had anemia in pregnancy with analysis chi-square test showing  p-value =0.000 (p<0.05) , Odds Ratio of 21.35, and based on the results of the T-test it was found that the mean Hb level in the anemic group was 9.058 g% with standard deviation of 0.9782 and the mean Hb level in the non-anemic group was 12.063 g% with standard deviation of 1.13792 indicating that there were significant differences. Conclusion : There is a significant relationship between anemia in pregnancy with the incidence of primary postpartum hemorrhage , so that midwives as health workers in the mainline must pay attention to Hb levels during pregnancy.
THE EFFECT OF HYPNOSIS THERAPY ON SLEEP DISORDER IN MENOPAUSAL AND POSTPARTUM WOMEN: A LITERATURE REVIEW Taqiyya, Nadia; Rizki, Mutiara Putri Nanda Rizki; Zhafirah, Lina; Diarsy, Amina; Nafiati, Dini Latifatun
Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research Vol. 6 No. 2 (2025): Mental Health Framework from a Multidisciplinary Perspective
Publisher : Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jppbr.2025.006.02.6

Abstract

Introduction: Menopause is a normal phase in a woman's life marked by the discontinuation of menstruation due to hormonal changes, often accompanied by sleep disturbances. These sleep disturbances can negatively impact health and well-being. The global prevalence of sleep disturbances among postmenopausal women is quite significant. Several studies have shown that hypnosis therapy can improve sleep quality in menopausal and postmenopausal women. This review aims to evaluate the effects and benefits of hypnosis therapy on sleep disturbances in menopausal and postmenopausal women through a literature review. We also analyze how various media are used in hypnosis therapy interventions. Methods: This study uses a literature review method by accessing relevant articles through electronic databases such as PubMed, Science Direct, and Google Scholar, focusing on publications from the last 10 years. Inclusion and exclusion criteria were applied in selecting the articles. Results: Five studies were analyzed, showing that hypnosis therapy using various research methods and types of hypnosis effectively addresses sleep disturbances in menopausal and postmenopausal women. Discuss: Hypnotherapy teletherapy could become a standard form of therapy globally, though there may still be a necessity for traditional face-to-face therapy based on patient preference.11 Teletherapy hypnosis can improve sleep quality by targeting psychological mechanisms such as pre-sleep arousal and reducing worry, paving the way for more effective interventions. Conclusion: The results indicate that different research methods and media types used for hypnosis therapy in the sample show consistent results that hypnosis therapy positively affects reducing sleep disturbances in menopausal and postmenopausal women.
COMBINATION THERAPY OF CISPLATIN AND NANOCURCUMIN REDUCES PI3K EXPRESSION AND PROLIFERATION OF HeLa CELLS Subandi, Subandi; Febriana, Romadhinniar; Taqiyya, Nadia; Endharti, Agustina Tri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2912

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Cisplatin adalah obat kemoterapi yang umum digunakan, tetapi penggunaannya dalam dosis tinggi sering menyebabkan efek samping toksik seperti kerusakan ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat terjadi pada 25–33% pasien pada dosis 75–100 mg/m². Untuk mengurangi toksisitas dan meningkatkan efektivitas terapi, kombinasi cisplatin dengan senyawa alami seperti nanokurkumin mulai dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi cisplatin dan nanokurkumin dalam menghambat proliferasi dan menurunkan ekspresi PI3K pada sel kanker serviks HeLa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan post-test only control group. Sel HeLa diberi perlakuan cisplatin (2,5 dan 5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dengan nanokurkumin (25, 50, dan 100 µg/mL). Evaluasi mencakup morfologi sel, uji viabilitas menggunakan CCK-8, dan analisis ekspresi PI3K menggunakan flow cytometry. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji post hoc Dunn, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL secara signifikan menurunkan viabilitas sel dibandingkan cisplatin 2,5 µg/mL saja (p = 0,035), serta memiliki efektivitas yang sebanding dengan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,553). Penurunan ekspresi PI3K juga signifikan dibandingkan kontrol negatif (p = 0,000), cisplatin 2,5 µg/mL (p = 0,006), dan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,010). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin dan nanokurkumin berpotensi sebagai terapi kanker serviks yang efektif.
SYNERGISTIC EFFECTS OF NANOCURCUMIN AND CISPLATIN COMBINATION THERAPY ON APOPTOSIS AND PROTEIN KINASE B (AKT) IN CERVICAL CANCER Subandi, Subandi; Taqiyya, Nadia; Febriana, Romadhinniar; Endharti, Agustina Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3169

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering dijumpai pada wanita dan penyebab utama kematian di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kemoterapi berbasis cisplatin merupakan terapi standar, namun penggunaannya dibatasi oleh toksisitas yang bergantung pada dosis, seperti nefrotoksisitas, neurotoksisitas, dan  kardiotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sinergis kombinasi nanokurkumin dan cisplatin terhadap tingkat apoptosis dan ekspresi Protein Kinase B (AKT) pada sel HeLa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group, dengan kelompok kontrol negative (media standar), kontrol positif monoterapi cisplatin (5 dan 2,5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin berbagai dosis (25, 50, dan 100 µg/mL). Uji flow cytometry digunakan untuk menganalisis tingkat apoptosis dan ekspresi AKT setelah 48 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL menyebabkan apoptosis (75,23%) pada sel HeLa yang sebanding (p<0.05) dengan efek cisplatin tunggal 5 µg/mL (76,15%) serta secara signifikan (p<0,05) menurunkan ekspresi AKT pada sel HeLa (76,53%) dibanding cisplatin 5 µg/mL (97,18%) serta cisplatin 2,5 µg/mL (97,24%). Peningkatan apoptosis dan penurunan ekspresi AKT menunjukkan potensi terapi kombinasi ini dalam mengurangi dosis cisplatin yang diperlukan dengan harapan dapat menurunkan toksisitas.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Bahan Lokal bagi Kader Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting : Vol. 2 No.1 (2025) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA) Sari, Dewi Kartika; Balindra , Fredlina Rossa; Taqiyya, Nadia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v2i1.721

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi penting di Indonesia yang penanggulangannya membutuhkan keterlibatan aktif dari para kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pencegahan stunting melalui edukasi serta pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan berbasis bahan lokal di Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan pendidikan partisipatif melalui pemberian materi, demonstrasi pembuatan makanan tambahan, praktik langsung, serta pendampingan kegiatan posyandu. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta mencapai kategori pengetahuan dan keterampilan “baik” setelah pelatihan. Kader mampu mengolah bahan pangan lokal seperti ikan, ayam, telur, dan kelor menjadi makanan tambahan bergizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak edukasi gizi di masyarakat dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pelatihan lanjutan dan pendampingan rutin untuk memastikan kader dapat menerapkan keterampilan secara konsisten dalam pelayanan posyandu
Edukasi dan Penguatan Pemahaman Personal Hygiene Genital pada Siswi Sekolah Dasar sebagai Upaya Pencegahan Keputihan : Vol. 2 No.1 (2025) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA) Taqiyya, Nadia; Fredlina Rossa Balindra; Dewi Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v2i1.722

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial, di mana remaja perempuan rentan terhadap praktik personal hygiene genital yang kurang tepat sehingga meningkatkan risiko gangguan reproduksi seperti keputihan akibat Bacterial Vaginosis, vulvovaginal candidiasis, dan trichomoniasis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta memperkuat perilaku kebersihan genital siswi kelas 6 SD Negeri Sidorahayu 1, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis partisipasi aktif, meliputi pretest, penyuluhan dengan media visual, permainan edukatif, diskusi praktik, serta posttest untuk mengukur capaian belajar. Hasil menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan dan pemahaman siswi usia 11–12 tahun, termasuk kemampuan menjelaskan langkah kebersihan genital yang benar beserta rasionalitasnya. Intervensi berbasis visual dan game-based assessment terbukti mampu menyajikan informasi secara lebih terstruktur, menarik, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kesiapan remaja awal dalam menghadapi pubertas, khususnya terkait upaya pencegahan keputihan yang sering terjadi akibat praktik kebersihan yang belum tepat. Secara keseluruhan, edukasi personal hygiene genital berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan membentuk perilaku hidup bersih serta sehat pada remaja. Keberlanjutan program serupa di berbagai jenjang pendidikan dipandang penting sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, sedangkan integrasi materi kebersihan genital dalam program kesehatan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat perilaku higienis dan mendukung kesehatan reproduksi jangka panjang.
DAMPAK PENERAPAN TEKNIK HANDS-ON PUMPING TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Balindra, Fredlina Rossa; Taqiyya, Nadia; Sari, Dewi Kartika
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i2.7421

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada masa postpartum sangat dipengaruhi oleh efektivitas pengosongan payudara, salah satunya melalui teknik hands-on pumping. Teknik ini mengombinasikan pemompaan ganda dengan pijatan serta kompresi yang diperkirakan mampu meningkatkan aliran dan volume ASI, meskipun bukti empiris terkini pada ibu postpartum masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menilai dampak teknik tersebut terhadap peningkatan produksi ASI menggunakan desain observasional dengan accidental sampling pada 20 ibu postpartum yang datang untuk konsultasi menyusui. Intervensi dilakukan melalui prosedur yang mencakup pijatan awal, pemompaan ganda yang disertai kompresi, serta kompresi ulang saat aliran ASI melambat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden mengalami peningkatan produksi ASI dengan kenaikan 3–15 ml dan rata-rata peningkatan 9,35 ml setelah intervensi. Peningkatan ini menggambarkan bahwa stimulasi mekanis yang diberikan mampu mengoptimalkan pengosongan payudara, memperbaiki refleks let-down, dan mendukung respons fisiologis laktasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hands-on pumping merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dan mudah diterapkan dalam praktik laktasi untuk membantu ibu postpartum meningkatkan produksi ASI. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat diperlukan untuk memverifikasi efektivitas teknik ini pada kondisi klinis yang lebih beragam.
Peer Group Based Health Promotion: Menguatkan Pengetahuan Gizi Dan Kesehatan Reproduksi Untuk Keputusan Sehat Pada Remaja: Peer Group-Based Health Promotion: Enhancing Nutritional and Reproductive Health Knowledge for Healthy Decision-Making in Adolescents Nadia Taqiyya; Dewi Kartika Sari; Faizah Oktaviani
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v6i1.2448

Abstract

Remaja rentan terhadap risiko kesehatan terkait gizi dan reproduksi karena literasi kesehatan yang terbatas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memperkuat pengetahuan remaja melalui pendekatan kelompok sebaya. Kegiatan dilaksanakan pada 44 siswi kelas IX SMP Islam Roudlotul Huda, meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi kesehatan reproduksi, dan sesi praktik teman peduli. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test dan observasi proses belajar. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip gizi seimbang, kesadaran kesehatan reproduksi, dan kemampuan memberikan dukungan teman sebaya. Disarankan kegiatan lanjutan memperluas sampel peserta dan meninjau media edukasi agar pengetahuan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Antenatal Colostrum Expression Dengan Onset Laktogenesis II Pada Ibu Post Sectio Cesarean Fredlina Rossa Balindra; Nadia Taqiyya; Yuninda Loviana Ersianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.709

Abstract

Keterlambatan onset Laktogenesis II merupakan masalah yang sering terjadi pada ibu post sectio cesarean dan dapat mempengaruhi keberhasilan menyusui. Antenatal colostrum expression (ACE) merupakan salah satu intervensi yang dikembangkan untuk meningkatkan kesiapan laktasi sejak masa antenatal, namun efektivitasnya masih belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara antenatal colostrum expression dengan onset Laktogenesis II pada ibu post sectio cesarean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik retrospektif berbasis data rekam medis pada 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antenatal colostrum expression dengan onset Laktogenesis II (p > 0,05), meskipun terdapat kecenderungan peningkatan peluang onset normal pada kelompok yang melakukan antenatal colostrum expression. Proses laktogenesis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk metode persalinan, kondisi maternal, dan praktik menyusui postpartum. Keterbatasan penelitian ini meliputi ukuran sampel yang kecil dan desain retrospektif yang tidak memungkinkan pengendalian faktor perancu secara optimal. Disimpulkan bahwa antenatal colostrum expression belum dapat direkomendasikan sebagai intervensi rutin, namun dapat dipertimbangkan secara selektif dengan pengawasan tenaga kesehatan sebagai bagian dari pendekatan komprehensif dalam mendukung keberhasilan laktasi terutama pada ibu yang mempunyai faktor risiko keterlambatan Laktogenesis II.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KESIAPAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Yuninda Loviana Ersianti; Lidia Aditama Putri; Nadia Taqiyya
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v13i1.1132

Abstract

Latar Belakang: Kesiapan ibu perawatan Bayi Baru Lahir (BBL) merupakan faktor penting dalam optimalisasi periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kecemasan ibu hamil dan dukungan suami diduga berpengaruh terhadap kesiapan tersebut. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kecemasan pada ibu hamil dan dukungan suami terhadap kesiapan perawatan BBL. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 38 ibu hamil trimester II–III di Desa Belimbing Sari, Mojokerto. Pemilihan responden secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi penelitian. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan dukungan suami dan kesiapan perawatan BBL dinilai melalui kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara bivariat. Hasil: Mayoritas responden tidak ada indikasi kecemasan (73,7%), memiliki dukungan suami baik (50%), dan kesiapan merawat bayi dalam kategori baik (52,6%). Analisis menunjukkan kecemasan ibu hamil tidak memiliki hubungan signifikan dengan kesiapan merawat bayi (p=0,842). Sebaliknya, dukungan suami (p=0,038) dan interval kehamilan (p=0,028) memiliki hubungan signifikan dengan kesiapan perawatan BBL. Simpulan: Kesiapan perawatan BBL sangat krusial sehingga diperlukan dukungan suami dan jarak kehamilan