Aslati , Aslati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menjaga Keabadian atau Memenuhi Kebutuhan? Dilema Penjualan Aset Wakaf dalam Perspektif Fiqih Azhima, Ahmad Fauzan; Irsan, Irsan; Aslati , Aslati
al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/al-battar.v2i2.348

Abstract

The productivity of waqf assets is crucial for ensuring their long-term benefits. However, many nazir face limited operational funds for maintenance and development. This situation raises a dilemma: can the partial sale of waqf assets for operational purposes be justified, while the principle of perpetuity in Islamic jurisprudence strictly prohibits the transfer of ownership except in cases of necessity? Previous studies have largely examined istibdal in the form of exchanging unproductive assets, leaving a research gap regarding the sale of waqf assets to sustain institutional operations. This study employs a library research method with a doctrinal legal research approach and comparative fiqh analysis, supplemented by a statutory approach to Indonesian waqf legislation. The data sources consist of classical fiqh texts from the four major schools of thought as well as contemporary literature on Indonesian waqf regulations. The analysis is framed within maqashid al-shariʿah and the principle of necessity. The findings indicate that the sale of waqf assets for operational purposes is fundamentally prohibited for three main reasons: (1) it contradicts the principle of perpetuity; (2) as long as the assets remain beneficial, their sale is impermissible according to the majority of jurists; and (3) alternative solutions exist without resorting to sale. Nevertheless, this issue is not only normative but also has significant implications for national waqf governance. Therefore, collective ijtihād and stronger collaboration between the Indonesian Waqf Board (BWI), the Indonesian Council of Ulama (MUI), and Islamic financial regulators are required to establish technical standards for istibdal.
PENERAPAN NILAI-NILAI HUKUM ISLAM DALAM PENDIDIKAN ANAK DI DAERAH BERBUDAYA MELAYU Pater, Rizki Anla; Aslati , Aslati; Tia Indrajaya, Darmawan; Almadison, Almadison; Zulkifli, Zulkifli
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Islami dalam pendidikan anak di daerah Melayu dengan menekankan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai Islami dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, pemanfaatan sastra Melayu, dan etnoparenting berbasis adat. Faktor pendukung berasal dari komitmen keluarga, peran tokoh agama dan adat, serta lembaga pendidikan Islam, sedangkan hambatan meliputi pengaruh globalisasi, keterbatasan kompetensi guru, dan orientasi akademik yang berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara nilai Islami dan kearifan lokal Melayu mampu membentuk karakter religius anak sekaligus menjaga identitas budaya. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kurikulum lokal, peningkatan kompetensi guru, dan literasi digital Islami agar pendidikan Islam-Melayu tetap relevan dalam menghadapi era globalisasi.
PERANAN WALI NIKAH DALAM TRADISI PERNIKAHAN ADAT MASYARAKAT MELAYU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL Almadison, Almadison; Aslati , Aslati; Tia Indrajaya, Darmawan; Anla Pater, Rizky
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan wali nikah dalam tradisi pernikahan adat masyarakat Melayu dengan meninjau dari perspektif agama Islam, kearifan lokal, dan hukum negara. Kajian dilakukan dengan metode studi pustaka melalui telaah literatur fikih klasik, regulasi hukum Islam di Indonesia, serta karya-karya ilmiah mengenai adat dan budaya Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali nikah dalam perspektif Islam merupakan syarat sah perkawinan yang berfungsi sebagai penjaga hak dan kehormatan perempuan. Dalam adat Melayu, wali nikah diposisikan tidak hanya sebagai figur hukum, tetapi juga simbol restu, kehormatan, serta penghubung antar keluarga besar. Sementara itu, hukum negara melalui Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam menegaskan keabsahan peran wali dalam setiap akad nikah. Integrasi antara agama, adat, dan hukum negara memperlihatkan adanya harmonisasi nilai-nilai spiritual, sosial, dan yuridis dalam praktik perkawinan masyarakat Melayu. Penelitian ini menegaskan bahwa peranan wali nikah tidak hanya relevan secara syariat, tetapi juga berfungsi menjaga identitas budaya dan memberikan legitimasi sosial yang kuat di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.