Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI TEMPE BIJI KARET (Hevea Brasiliensis) Suci Ramadani Sitompul; Eliska; Azhari Akmal Tarigan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i1.26

Abstract

Biji karet merupakan salah satu jenis biji-bijian yang berpotensi dikembangkan dalam berbagai produk industry pangan.Biji karet memiliki mutu gizi yang tidak kalah dengan jenis biji-bijian lainnya, namun pemanfaatannya menjadi bahan makanan masih terbatas. Salah satu produk makanan tersebut adalah tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan kandungan gizi tempe yang berbahan baku biji karet. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu pembuatan tempe biji karet dengan perendaman selama 3 hari dan perbusan selama 2 jam, serta perendaman selama 4 hari dan perbusan selama 3 jam. Panelis dalam penelitian ini adalah siswa madrasah diniyah awaliyah nurul hidayah desa aek goti, sebanyak 30 orang.Data uji daya terima yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, nilai kandungan gizi protein dan lemak ditentukan dengan menggunakan metode kjeldhal dan metode weibull yang di uji di Laobartprium Badan Riset dan Standarisasi Industri Medan. Hasil penelitian dengan melakukan uji organoleptik terhadap rasa,warna dan aroma, penelis lebih menyukai tempe A1 dengan perlakuan perendaman selama 3 hari dan perbusan selama 2 jam, sedangkan untuk hasil uji organoleptik tekstur penelis lebih menyukai tempe A2 dengan perendaman selama 4 hari dan perbusan selama 3 jam.Hasil analisis kandungan gizi dari A1 memiliki kandungan protein 8.89% dan lemak 21.3%.Dan kandungan gizi dari A2 protein 6.85% dan lemak 21.8%. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melihat kandungan gizi karbohidrat dan serat yang terdapat pada tempe biji karet.
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kutambaru Kutacane Syalsabila Sifa; Eliska
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1345

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Data Pelayanan Kesehatan tahun 2021 mencatat bahwa sebanyak 25.733 anak di Kabupaten Aceh Tenggara tergolong dalam kategori berisiko mengalami stunting, sedangkan 4.743 anak lainnya tidak termasuk dalam kelompok risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kutambaru Kutacane. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian mencakup 1.139 ibu yang memiliki balita, dan sampel berjumlah 92 responden dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting (p < 0,05) pada empat indikator: praktik pemberian makan (p = 0,000), rangsangan psikososial (p = 0,025), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p = 0,005), serta hygiene dan sanitasi lingkungan (p = 0,019). Balita dengan pola asuh kurang memiliki prevalensi stunting lebih tinggi dibandingkan kategori baik. Meski demikian, stunting tetap ditemukan pada balita dengan pola asuh baik, diduga akibat faktor lain seperti infeksi berulang, berat lahir rendah, dan kondisi sosial ekonomi. Sebaliknya, terdapat balita tidak stunting pada kategori pola asuh kurang atau cukup, kemungkinan karena faktor protektif seperti ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan ketersediaan pangan bergizi. Sehingga, pola asuh ibu terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian stunting.
Nutritional Analysis of Avocado Seed Flour Nuggets in Reducing Stunting Eliska; Dur, Sajaratud
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 4 (October 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.1415

Abstract

Stunting is a condition where the growth of children under five is hampered due to a continuous lack of nutritional intake, which results in their height not being appropriate for their age. The short-term impact of stunting is increased morbidity and mortality rates, impaired growth, and increased burden of care and treatment costs. This study aimed to analyze about the nutritional value contained in avocado seed flour nuggets with chicken, catfish, and shrimp variants, especially the protein and calcium content. This study uses two research methods, namely descriptive and experimental methods. The aim of the descriptive method in this research was to explain the results of the nutritional content in avocado seed flour nuggets. The experimental method used in this research was to determine the nutritional content of protein and calcium in avocado seed flour at the Medan Center for Standardization and Industrial Services Laboratory using the Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) method, referring to the SNI 01-2891-1992 procedure. Laboratory tests revealed the highest protein content in the chicken variant at 11.1%, followed by the shrimp variant at 10.3%, and the catfish variant at 9.57%. Meanwhile, the highest calcium (Ca) content was found in the catfish variant at 408 mg/kg, shrimp at 227 mg/kg, and chicken at 45.3 mg/kg.. Based on the results of nutritional content testing at the Medan Research and Standardization Center, the amount of protein and calcium content of avocado seed flour nuggets can meet 20% of the protein and calcium needs of toddlers.