Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psikoedukasi Psikologi Positif: Sebuah Intervensi “Grit” pada Siswa SMA X di Tangerang Marganel, Brendha; Ilyas, Putri Ardhiyyah Muammar; Justine, Leticia; Hidayat, Ivana Tatiana; Khong, Zorryhazel; Novanto, Yusak
Bahasa Indonesia Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.222.6

Abstract

The transition period from high school to university level is a critical time for individual development among students, particularly to begin the emerging adulthood period. The aim of implementing the Grit Up! 2024 is to measure the effectiveness of the "grit" psychoeducation program in preparing high school students to face the challenges of the study period, especially in terms of adaptation and academic achievement area. The psychoeducation program uses presentation methods and group activities. This program was evaluated by using a pre-test-post-test evaluation design. The results used Wilcoxon and Mann-Whitney statistical analysis to determine differences in grit levels based on gender and understanding of the material. The result of the study shows there’s a difference in level of understanding from the students before and after the program. On the other side, the result also shows there’s no significant difference in grit level based on gender differentiation. The Grit Up! psychoeducational program 2024 has succeeded in increasing students' motivation and understanding of the importance of grit. For further researchers, it is recommended to use measuring instruments specifically designed for academic purposes, implement them in different cultural backgrounds, and design further training for teachers and parents.   Abstrak Masa transisi dari sekolah menengah atas ke jenjang universitas merupakan masa krusial bagi perkembangan individu siswa, terutama untuk memulai masa dewasa awal. Tujuan pelaksanaan Grit Up! 2024 adalah untuk mengukur efektivitas program psikoedukasi "grit" dalam mempersiapkan siswa sekolah menengah atas menghadapi tantangan masa studi, terutama dalam hal adaptasi dan pencapaian akademik. Program psikoedukasi ini menggunakan metode presentasi dan aktivitas kelompok. Program ini dievaluasi dengan desain evaluasi pra-tes-pasca-tes. Hasilnya menggunakan analisis statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk menentukan perbedaan tingkat grit berdasarkan gender dan pemahaman materi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah program. Program psikoedukasi Grit Up! 2024 telah berhasil meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa tentang pentingnya grit. Di sisi lain, hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam tingkat grit berdasarkan diferensiasi gender. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan alat ukur yang dirancang khusus untuk keperluan akademis, melaksanakan di latar belakang budaya yang berbeda, dan merancang pelatihan lanjutan bagi guru dan orang tua.
PENDIDIKAN SEKSUALITAS:PACARAN SEHAT PADA REMAJA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) WIDHYA ASIH BALI BARAT Lidiawati, Krishervina Rani; Wijaya, Meira Emily; Justine, Leticia; Ciaputra, Dylan Kerry; Lesmana, Teguh; Simanjuntak, Erni Julianti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2646

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang mengalami berbagai perubahan baik fisik, kognitif dan sosial-emosional. Salah satu aspek penting yang sering menjadi perhatian adalah pola pacaran remaja. Kurangnya pemahaman mengenai pendidikan seksualitas dapat menimbulkan perilaku pacaran yang berisiko, seperti kekerasan dalam hubungan, perilaku seksual pranikah, hingga rendahnya kesadaran menjaga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, pendidikan seksualitas dengan fokus pada pacaran sehat menjadi sangat penting, khususnya bagi remaja yang berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Bali Barat. PKM kali ini dilakukan di LKSA Widya Asih Melaya yang cenderung rentan mengalami keterbatasan informasi dan membutuhkan bimbingan terkait seksualitas. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja mengenai konsep pacaran sehat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian poster psikoedukasi baik secara daring dan luring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terkait ciri-ciri pacaran sehat, keterampilan berkomunikasi asertif, serta kemampuan mengenali dan menghindari bentuk pacaran yang tidak sehat. Selain itu, remaja juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Dengan demikian, pendidikan seksualitas berbasis pacaran sehat terbukti relevan dan bermanfaat untuk membekali remaja di LKSA dalam membangun relasi yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan norma sosial serta nilai-nilai moral yang berlaku.