Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CULTIVATING FUTURE ENTREPRENEURS: THE IMPACT OF MARKET DAY ON ENTERPRENEURIAL LITERACY IN YOGYAKARTA’S ELEMENTARY SCHOOL Pikanthi Diwanti, Dyah; Susilawati, Desi; Parliani, Parliani; Dien Safitri, Mutiara
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.3329-3334

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih anak-anak agar dapat belajar secara mandiri serta memiliki motivasi dan niat berwirausaha. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah salah satu SD Muhammadiyah di Yogyakarta, yaitu SD Muhammadiyah Purwodiningratan yang memiliki beragam aktivitas yang mendukung kemandirian siswa melalui pembelajaran keterampilan berwirausaha, seperti praktik membuat berbagai olahan makanan. Banyaknya jumlah siswa yang memiliki potensi kewirausahaan didukung oleh siswa dan pihak sekolah melalui kegiatan Dol Tinuku atau Market Day. Market Day merupakan kegiatan menjual barang dagangan pada hari-hari tertentu yang telah ditentukan dan dilaksanakan di sekitar area sekolah. Tim pengabdian terlebih dahulu melakukan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru pengampu pelajaran kewirausahaan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama calon mitra untuk menggali informasi terkait potensi siswa. Setelah observasi dan berbagai pertimbangan terkait masalah dan kelayakan dilakukan, solusi atau program yang ditawarkan disosialisasikan kepada mitra. Sesuai rencana kegiatan yang disepakati, terdapat tiga jenis kegiatan yang dilakukan, yaitu sosialisasi, pelatihan dan praktik market day, serta pendampingan. Luaran dari kegiatan ini adalah siswa memiliki pemahaman dasar mengenai kegiatan market day sebagai praktik pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan diawali dengan pengenalan materi Literasi Kewirausahaan kepada siswa kelas III dan IV sebagai peserta kegiatan di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta. Sebanyak 170 peserta dibagi dalam beberapa kelompok sesuai pembagian dan mengisi pre-test serta post-test. Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Market Day
Disparitas Sosiodemografi Praktik ASI Eksklusif di Indonesia, 2022: Sociodemographic Disparities in Exclusive Breastfeeding Practices in Indonesia, 2022 Andini, Fatima Rima; Muryadi, Elvaro Islami; Dien Safitri, Mutiara
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 1 No. 02 (2025): December, 2025
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v1i02.17

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam meningkatkan status kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Meskipun demikian, capaian ASI eksklusif di Indonesia masih berada di bawah target nasional dan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji disparitas sosiodemografi dalam praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder terhadap 14.629 bayi usia 0–6 bulan yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan karakteristik sosiodemografi dan prevalensi ASI eksklusif, yang disajikan dalam bentuk proporsi beserta interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif secara nasional sebesar 14,91% (95% CI: 14,34–15,49). Praktik ASI eksklusif ditemukan lebih tinggi pada bayi yang tinggal di wilayah Kalimantan, daerah perdesaan, keluarga dengan jumlah anggota lima orang atau kurang, serta pada bayi dengan ayah yang bekerja di sektor pertanian. Sebaliknya, prevalensi ASI eksklusif lebih rendah pada ibu dan ayah dengan tingkat pendidikan tinggi, bayi yang lahir di fasilitas kesehatan atau dengan tenaga kesehatan terampil, serta keluarga dengan status sosial ekonomi lebih baik. Temuan ini menunjukkan adanya disparitas sosiodemografi yang bermakna dalam praktik ASI eksklusif di Indonesia. Oleh karena itu, upaya promosi dan perlindungan menyusui perlu dirancang secara lebih kontekstual dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan keluarga untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif secara lebih merata.