Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN FLANEL BERGAMBAR TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA DI SEKOLAH DASAR Inayah A.M., Muh.; Mulyana Ramadhani, Dita; Amir, Faizal
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1052-1061

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran SAVI berbantuan flanel bergambar terhadap keterampilan menyimak siswa. Hasil observasi awal, masih banyak guru yang kesulitan dalam mengimplementasikan model pembelajaran SAVI dalam pembelajaran. Kondisi ini diperparah lagi dengan metode mengajar yang masih one-way communication, tidak tersedianya model pembelajaran dan ketidakmampuan membuat model pembelajaran, yang menyebabkan siswa menjadi cepat bosan sehingga materi yang disampaikan guru tidak sampai pada tujuannya. Model SAVI merupakam model pembelajaran yang berpusat student center sehingga dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Menyimak menjadi hambatan masuknya informasi kepada siswa dan akan berdampak langsung kepada proses pembelajaran. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SDN No. 49 Inp. Pasanggrahan dan peserta berjumlah 14 orang guru. Langkah-langkah dalam kegiatan PKM ini mencakup beberapa tahapan yaitu: (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan pelatihan, (3) evaluasi dan penyempurnaan model pembelajaran SAVI oleh tim PKM, dan (4) refleksi dan penutupan kegiatan PKM. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini: (1) adanya peningkatan  pengetahuan dan keterampilan para guru  tentang penerapan model pembelajaran SAVI berbantuan flanel bergambar terhadap keterampilan menyimak, dan (2) tersedianya model pembelajaran SAVI di SDN No. 49 Inp. Pasanggrahan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan mulai bulan April 2024 dan berakhir bulan September 2024.
The Existence of Javanese Language in Wonomulyo: A Philosophical and Multicultural Study Mulyana Ramadhani, Dita; Prayetno, Budi; Ikhsan, Taufik; Tri Nova, Sigit; Nazaruddin, Nazaruddin
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7188

Abstract

This study examines the existence of the Javanese language in Wonomulyo within a multicultural context, identifies factors supporting and inhibiting its maintenance, and interprets its significance through the philosophy of language. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, participant observation, and documentation involving community leaders, teachers, parents, and youths. The findings indicate that Javanese continues to maintain moderate vitality, particularly within family, community, and cultural–ritual domains such as selamatan and kenduren. In these contexts, Javanese functions not only as a means of communication but also as a medium for transmitting moral values, social etiquette, and collective identity, especially through the practice of unggah-ungguh. However, language maintenance faces significant challenges. The dominance of Indonesian in formal education, public spaces, and digital communication has led to a gradual narrowing of Javanese use, particularly among younger generations. While youths remain bilingual, Indonesian is increasingly associated with modernity and mobility, whereas Javanese is largely confined to symbolic and intimate domains. From a philosophical perspective drawing on Wittgenstein, Heidegger, and Foucault, the study argues that the weakening of Javanese reflects not only linguistic change but also shifts in meaning, identity, and power relations. The study highlights the need for integrated efforts involving families, communities, education, and digital spaces to sustain regional languages in multicultural societies.