Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literasi Demokrasi Desa Kalumammang Kec.Alu, Kab. Polewali Mandar Rahmatullah, Rahmatullah; Hendrawan, Hendrawan; Taufiq, Muhammad Syihabuddin; Saputra, Aco Nata; Ikhsan, Taufik; Kusmin, Achmad Fauzi; Yusri, Muhammad; Prayetno, Budi
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.644

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalumammang, Kabupaten Polewali Mandar, bertujuan untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan masyarakat pedesaan yang minim akses terhadap informasi politik dan pendidikan demokrasi. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, yang mencakup observasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta refleksi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap demokrasi masih terbatas pada aspek formal seperti pemilu, tanpa menginternalisasi nilai-nilai substantif seperti partisipasi, akuntabilitas, dan kesetaraan. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menggambarkan antusiasme dan kebutuhan akan pemahaman demokrasi yang lebih mendalam. Namun, terdapat tantangan, seperti rendahnya keterlibatan perempuan dan pemuda dalam proses pengambilan keputusan, serta dominasi politik transaksional. Pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk budaya demokrasi yang kritis dan berkelanjutan di tingkat lokal, dengan potensi untuk diperluas ke desa lain dan mendukung penguatan demokrasi berbasis nilai lokal.
Literasi Demokrasi Desa Kalumammang Kec.Alu, Kab. Polewali Mandar Rahmatullah, Rahmatullah; Hendrawan, Hendrawan; Taufiq, Muhammad Syihabuddin; Saputra, Aco Nata; Ikhsan, Taufik; Kusmin, Achmad Fauzi; Yusri, Muhammad; Prayetno, Budi
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.644

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalumammang, Kabupaten Polewali Mandar, bertujuan untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan masyarakat pedesaan yang minim akses terhadap informasi politik dan pendidikan demokrasi. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, yang mencakup observasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, serta refleksi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap demokrasi masih terbatas pada aspek formal seperti pemilu, tanpa menginternalisasi nilai-nilai substantif seperti partisipasi, akuntabilitas, dan kesetaraan. Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menggambarkan antusiasme dan kebutuhan akan pemahaman demokrasi yang lebih mendalam. Namun, terdapat tantangan, seperti rendahnya keterlibatan perempuan dan pemuda dalam proses pengambilan keputusan, serta dominasi politik transaksional. Pengabdian ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk budaya demokrasi yang kritis dan berkelanjutan di tingkat lokal, dengan potensi untuk diperluas ke desa lain dan mendukung penguatan demokrasi berbasis nilai lokal.
Penguatan PKK untuk Menumbuhkembangkan Koperasi Wanita di Desa Lapeo Asriani; Ikhsan, Taufik; Nizar
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i1.3127

Abstract

Pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui Koperasi wanita selain untuk mesukseskan salah satu program pokok PKK yaitu kehidupan berkoperasi juga dapat memajukan perekonomian desa dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini untuk memberikan solusi atas permasalahan macetnya koperasi di Desa Lapeo. Pendekatan yang dilakukan melalui sosialisasi dengan memberikan materi terkait dengan jenis-jenis koperasi yang bisa dikembangkan oleh ibu-ibu PKK untuk mengaktifkan kembali koperasi dengan mengkhususkan pada koperasi wanita. Hasil pengabdian menunjukan bahwa melalui sosialisasi yang dilaksankan tim pengabdi, ibu-ibu PKK menjadi paham hal-hal yang mengakibatkan macetnya koperasi di Desa Lapeo. Selain itu ibu-ibu PKK mengetahui jenis-jenis koperasi mana yang cocok untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik ibu-ibu PKK.
Sandeq Sebagai Simbol Identitas Politik Mandar: Dinamika Budaya dalam Ruang Politik Lokal Asriani, Asriani; Ikhsan, Taufik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.5139

Abstract

Sandeq, perahu layar tradisional masyarakat Mandar, telah mengalami transformasi makna dari sekadar alat transportasi laut menjadi simbol identitas politik di ruang publik lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kultural dan politik di balik pemanfaatan simbol sandeq dalam arena politik lokal pasca-reformasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi politik, melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, politisi, dan pegiat budaya, serta observasi partisipatif dalam festival budaya dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sandeq berfungsi sebagai instrumen legitimasi politik, strategi pencitraan daerah, dan identitas kelembagaan birokrasi. Namun, politisasi simbol ini berpotensi mengaburkan makna filosofisnya ketika digunakan semata-mata sebagai retorika elektoral. Simpulan penelitian menggarisbawahi pentingnya menjaga otentisitas nilai sandeq sebagai warisan budaya yang hidup, sambil mengelola transformasi maknanya dalam konteks politik kontemporer. Implikasi temuan merekomendasikan perlunya kode etik dalam pemanfaatan simbol budaya untuk kepentingan politik, serta penguatan peran masyarakat adat dalam menjaga makna otentik sandeq. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya menjaga otentisitas nilai sandeq agar tetap menjadi warisan budaya yang hidup.
The Existence of Javanese Language in Wonomulyo: A Philosophical and Multicultural Study Mulyana Ramadhani, Dita; Prayetno, Budi; Ikhsan, Taufik; Tri Nova, Sigit; Nazaruddin, Nazaruddin
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7188

Abstract

This study examines the existence of the Javanese language in Wonomulyo within a multicultural context, identifies factors supporting and inhibiting its maintenance, and interprets its significance through the philosophy of language. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, participant observation, and documentation involving community leaders, teachers, parents, and youths. The findings indicate that Javanese continues to maintain moderate vitality, particularly within family, community, and cultural–ritual domains such as selamatan and kenduren. In these contexts, Javanese functions not only as a means of communication but also as a medium for transmitting moral values, social etiquette, and collective identity, especially through the practice of unggah-ungguh. However, language maintenance faces significant challenges. The dominance of Indonesian in formal education, public spaces, and digital communication has led to a gradual narrowing of Javanese use, particularly among younger generations. While youths remain bilingual, Indonesian is increasingly associated with modernity and mobility, whereas Javanese is largely confined to symbolic and intimate domains. From a philosophical perspective drawing on Wittgenstein, Heidegger, and Foucault, the study argues that the weakening of Javanese reflects not only linguistic change but also shifts in meaning, identity, and power relations. The study highlights the need for integrated efforts involving families, communities, education, and digital spaces to sustain regional languages in multicultural societies.