Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KELUARGA BERENCANA SEBAGAI STRATEGI PEMELIHARAAN KESEHATAN IBU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Basri, Wahyuni; Wulandari, Ginayah; Nurhalisa, Siti; Kurnitai, Kurnitai
PHENOMENON : Multidisciplinary Journal Of Sciences and Research Vol 3 No 02 (2025): PHENOMENON : Multidisciplinary Journal Of Sciences and Research
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/phenomenon.v3i02.1757

Abstract

This study is motivated by the diverse perspectives within society regarding the use of contraceptives (family planning/FP) in Islam. While some groups reject FP on the grounds that it contradicts Islamic principles, many scholars view it positively when intended to protect health and ensure family welfare. The purpose of this research is to examine the Islamic legal perspective on family planning and to analyze it through the framework of Maqashid Sharia, particularly as an effort to safeguard maternal health in Indonesia. This research employs a library research method by reviewing relevant literature, scholarly works, and data related to Islamic law and reproductive health. The findings indicate that Islam provides a solid basis for the permissibility of family planning, as long as it does not violate religious principles and prioritizes benefits. In conclusion, FP is consistent with the objectives of Maqashid Sharia, namely the preservation of life (hifz al-nafs) and lineage (hifz al-nasl).
Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap Penghapusan Presidential Threshold Dalam Sistem Pemilu Indonesia Berdasarkan Putusan MK Nomor 62/Puu-Xxii/2024 Perspektif Siyasah Syariah Wulandari, Ginayah; Achmad Abu Bakar; Andi Tenripadang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4632

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-XXII/2024 menghapus batasan presiden sebagaimana diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang merupakan tidak penting dalam sistem pemilu Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pertimbangan hukum hakim Mahkamah Konstitusi mengenai penghapusan ambang presiden dari sudut pandang siyasah syar'iah.  Penelitian hukum normatif dilakukan menggunakan metodologi peraturan-undangan, konseptualisasi, dan analisis keputusan pengadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambang presiden bertentangan dengan prinsip kesetaraan rakyat, kesetaraan partai politik, dan hak konstitusional warga negara yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Dari sudut pandang politik syar'iah, penghapusan batas presiden sejalan dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, amanah, dan musyawarah. Oleh karena itu, keputusan tersebut tidak hanya bersifat konstitusional, tetapi juga mematuhi nilai-nilai Islam dalam membangun demokrasi yang adil dan adil.