Berek, Pius Almindu Leki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS HALIWEN Amferis, Meliana Neni; Nahak, Maria Paula Marla; Berek, Pius Almindu Leki
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 7 No. 02 (2025): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v7i02.10044

Abstract

Anemia pada masa kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan dan dapat memberikan efek negatif pada proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan hingga berpotensi menyebabkan kematian pada ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan tentang pencegahan anemia dalam kehamilan terhadap pengetahuan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Haliwen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment One Group dengan Pre-test-post-test design yang dilakukan di Puskesmas Haliwen pada tanggal 3 Maret – 28 Maret 2025. Sampel diambil menggunakan consecutive sampling sejumlah 30 orang di Puskesmas Haliwen. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan nilai mean sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan sebesar 70,50 meningkat menjadi 91,33. Hasil uji Wilcoxon sign rank test menunjukkan nilai p value= 0,000 (<0,05), artinya ada pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media lembar balik terhadap pengetahuan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Haliwen. Ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan media lembar balik tentang pencegaha anemia dalam kehamilan di wilaya kerja Puskesmas Haliwen (P value = 0,000). Diharapkan agar Puskesmas Haliwen tetap mempertahankan apa yang sudah dilakukan, yaitu mempertahankan pemeriksaan ANC, kunjungan posyandu dan kunjungan rumah untuk ibu-ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan ANC, agar meningkatkan status kesehatan ibu hamil dan janin.
Determinant factors of anemia prevention behavior among female adolescents in border area: a path analysis on the health belief model Nahak, Maria Paula Marla; Berek, Pius Almindu Leki
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i4.25937

Abstract

Combating anemia in female adolescents may prevent long term effects of low birth weight, malnutrition, and growth failure (stunting) in their progeny. This study aimed to path-analyze the determinants of anemia prevention behavior in female adolescents with health belief model approach. This was an observational analytical study, conducted at SMAN 3 Atambua, East Nusa Tenggara, Indonesia, from May 7, 2024 to August 2, 2024. A total of 103 participants were selected by total sampling. The data collected by a set of questionnaires. This study revealed a direct and positive correlation between perceived threat (b = 2.43; 95% CI = 0.67 to 4.18; p = 0.007), perceived benefits (b = 1.99; 95% CI = 0.20 to 3.78; p = 0.029), perceived barrier (b = 2.74; 95% CI = 0.34 to 5.14; p = 0.025), self-efficacy (b = 1.76; 95% CI = 0.06 to 3.46; p = 0.042), cues to action (b = 1.96; 95% CI = 0.27 to 3.65; p = 0.022) and anemia prevention behavior. Knowledge is indirectly correlated to anemia prevention behavior through self-efficacy (b =2.25; 95% CI = 0.95 to 3.54; p = 0.001); perceived susceptibility is indirectly correlated to anemia prevention behavior through perceived threat (b = 2.01; 95% CI = 0.78 to 3.24; p = 0.001); perceived severity is indirectly correlated to anemia prevention behavior through perceived threat (b = 0.91; 95% CI = 0.01 to 1.81; p = 0.045). The implications of this study suggest that multifaceted interventions should be put in place that combine education, empowerment, overcoming barriers, and increasing the perceived threat and severity of anemia, all of which can improve anemia prevention behavior among female adolescents.