Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINJAUAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PENCIPTAAN DAN KEISTIMEWAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI KASUS PADA ANAK DOWN SYNDROME Vemmy Ellengie; Moh Restu Hoeruman; Muhammad Shaleh Assingkily
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 4 No 2 (2025): June Edition: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and Nonform
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v4i2.343

Abstract

Children with Down Syndrome are part of a special needs group that requires integrated medical, social, and spiritual attention. From the Islamic perspective, they are not a disgrace but rather unique creations of Allah, full of wisdom and purpose. This study aims to examine Qur’anic verses related to the process of human creation and the uniqueness of children with special needs particularly those with Down Syndrome and to explore Qur’anic values that can serve as preventive, educational, and social foundations in responding to this condition. This research employs a descriptive qualitative approach using library research and thematic (maudhu‘i) interpretation methods. Primary data are derived from Qur’anic verses such as Surah Al-Mu’minun [23]: 12–14, Al-Insan [76]: 2, At-Thariq [86]: 6–7, and ‘Abasa [80]: 1–10, analyzed through classical and contemporary tafsir literature. Secondary data come from scientific literature discussing Down Syndrome from medical and social perspectives. Thematic analysis is applied to integrate the understanding of Qur’anic texts with the real-life conditions of children with Down Syndrome in society. The findings reveal that the Qur’an views the process of human creation as meaningful and purposeful, including for children born with special conditions. It also offers moral and educational foundations for supporting, accepting, and empowering children with Down Syndrome so they may live with dignity, grow optimally, and participate fairly in society. Therefore, an integrative approach that bridges divine values and medical science is essential in building an inclusive and just community.
Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pengembangan Media Pendidikan pada Proses Pembelajaran : Penelitian Zakiah Zahran Febridirani; Sila Monika; Zahrah Chairunnisa Sukamto; Syifa Al Ghefira; Wirda Hakim; Vemmy Ellengie; Suci Kurnia; Nurrohmatillah, Nurrohmatillah; Sri Maryati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan media pendidikan pada proses pembelajaran, serta memahami manfaat, tantangan, dan upaya optimalisasi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berperan penting dalam menghadirkan berbagai media pembelajaran seperti multimedia interaktif, pembelajaran berbasis daring, serta sumber belajar digital yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Selain itu, teknologi ini juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif dan mendorong pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik. Namun, dalam penerapannya masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, kemampuan digital pendidik yang belum merata, serta risiko keamanan data. Kesimpulannya, teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi diperlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, serta kebijakan yang tepat agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal.