Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Denotatif dan Konotatif Lagu ”Bergema Sampai Selamanya” oleh Nadhif Basalamah dalam Kajian Semantik Aulia, Nur; Avida Alfi Atuzzahro; Dinar Thahira Handatika; Anisa Yogi Noviana; Ulul Fadli Zakiyatul Badriyah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8008

Abstract

Lirik lagu merupakan bentuk ekspresi sastra yang sarat makna dan dapat dianalisis secara semantik untuk mengungkap nilai-nilai emosional serta budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna denotatif dan konotatif pada lirik lagu “Bergema Sampai Selamanya” karya Nadhif Basalamah dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data utama berupa lirik lagu yang dianalisis berdasarkan teori dua lapis makna: denotatif sebagai makna literal dan konotatif sebagai makna kultural yang dibentuk oleh konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan telaah literatur, sedangkan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi representasi makna pada setiap bait lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini menggambarkan pengalaman kebersamaan, keintiman emosional, serta kesadaran akan kefanaan secara denotatif, dan pada saat yang sama menyiratkan makna konotatif berupa relasi yang tulus, sederhana, serta penuh refleksi terhadap waktu dan kehidupan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga menjadi medium representasi budaya dan sosial yang menggambarkan relasi emosional dalam masyarakat kontemporer.
Strategi Detik.com dalam Pemberitaan Aksi Kritik BEM KM UGM terhadap MBG dan Pidato Prabowo di PBB: Studi Wacana Kritis Perspektif Theo Van Leeuwen Dinar Thahira Handatika; Anisa Yogi Noviana; Avida Alfi Atuzzahro; Ayunda Riska Puspita
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 4 No. 3 (2026): June: Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v4i3.2757

Abstract

This study examines the representation of social actors in Detik.com news coverage regarding the criticism voiced by the Student Executive Board of Gadjah Mada University (BEM KM UGM) toward the Free Nutritious Meal (MBG) program and President Prabowo Subianto’s speech at the United Nations. The study aims to identify the strategies of social actor representation employed by the media in constructing particular meanings and perspectives surrounding the reported event. This research applies a descriptive qualitative approach using Theo van Leeuwen’s Critical Discourse Analysis framework. The data consist of news texts published by Detik.com, The data were gathered through observation and note-taking methods and subsequently analyzed using the concepts of exclusion and inclusion. The findings reveal that Detik.com utilizes various exclusion and inclusion strategies to present, obscure, and emphasize specific social actors within the news discourse. These strategies indicate a tendency to provide greater visibility and narrative space to university students as the primary critics of government policies. The study implies that social actor representation in news media is not entirely neutral but is shaped by linguistic choices and discursive strategies that influence how social realities are constructed and interpreted by readers.