Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effect of alternative feed on the growth of Bombyx mori L. in Renggeang Village, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi, Indonesia: Pengaruh pakan alternatif terhadap pertumbuhan Bombyx mori L. di Desa Renggeang, Kecamatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia Nurdin, Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra; Hasan, Phika Ainnadya; Putera, Alexander Kurniawan Sariyanto; Isdaryanti; Rahman, Sari Rahayu; Nursyamsi SY
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 22 No 2 (2025): July
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.22.2.61

Abstract

Mulberry (Morus sp.) is the primary feed for silkworms (Bombyx mori L.) and determines cocoon quality. However, limited land availability and seasonal changes pose challenges for a consistent mulberry leaf supply, prompting research into alternative feeds. This study aimed to evaluate the effects of alternative feeds on the growth of B. mori, including the length and width of silkworms, the number of live and dead silkworms, and the feed consumption of silkworms. A total of 500 silkworms were divided into six treatments with three replicates each. The treatments were mulberry leaves (K), castor leaves (P1), cassava leaves (P2), broiler chicken feed (P3), castor and mulberry leaves combination (P4), cassava and mulberry leaves combination (P5), broiler chicken feed and mulberry leaves combination (P6). Combined feeds were given at a 1:1 ratio. The results confirmed that B. mori exclusively feeds on mulberry leaves, as no silkworms survived  on P1, P2, or P3 treatments. All combination feed treatments (P4, P5, P6) showed that silkworm growth results were not significantly different from the control treatment (K). Therefore, we recommend using all combination feeds as an alternative feed in B. mori cultivation. However, the best combination feed treatment was shown by P6 with the highest silkworm length and width (3.69 cm; 0.57 cm) and the highest feed consumption (44.16 grams), and P5 with the highest percentage of survival rate (75%) and the lowest percentage of death rate (25%).
Implementasi Teknologi Hidroponik dan IoT untuk Pengembangan Agroeduwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Nurdin, Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra; Ariandi; Haloho, Ruth Dameria; Masniawati, Andi; Muis, Nurmuliayanti; Manguntungi, Baso
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3172

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Batulaya dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan agroeduwisata berbasis pertanian modern dan teknologi inovatif. Permasalahan utama dihadapi mitra adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya hidroponik, manajemen green house, strategi pemasaran hasil pertanian, serta minimnya infrastruktur pendukung agroeduwisata. Metode pelaksanaan mengintegrasikan sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, pembangunan fasilitas, hingga evaluasi partisipatif. Inovasi yang diterapkan meliputi penggunaan sistem hidroponik sayuran dan melon, penerapan Internet of Things (IoT) untuk monitoring nutrisi tanaman, pembangunan website desa untuk promosi digital, serta pengembangan eduwisata berbasis kunjungan masyarakat dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan manajemen masyarakat desa, diikuti dengan peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pertanian hidroponik. Selain itu, diversifikasi produk dan optimalisasi pemasaran digital memperluas jangkauan promosi dan mendukung Desa Batulaya sebagai destinasi agroeduwisata. Keberhasilan program juga tercermin dari partisipasi aktif masyarakat, munculnya model ekonomi baru berbasis integrasi pertanian dan pariwisata, serta peningkatan aset desa. Program ini berhasil menciptakan model pemberdayaan desa yang berkelanjutan melalui sinergi antara teknologi, inovasi, dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi tindak lanjut mencakup perluasan area hidroponik, penguatan kelembagaan formal melalui koperasi atau BUMDes, serta pengembangan branding digital secara konsisten agar Desa Batulaya dapat menjadi pusat pembelajaran dan inspirasi agroeduwisata bagi desa lain.