Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penyebab serta Penanggulangan Delinkuensi Anak: Peran Keluarga, Lingkungan Sosial, dan Tanggung Jawab Kolektif Ihsan, Abdiyana; Sulhin, Iqrak; Pratama, Nadya Susriliani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1447-1455

Abstract

Delinkuensi anak merupakan fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk tanggung jawab kolektif antara keluarga, masyarakat, dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kontribusi faktor keluarga (pola asuh, struktur keluarga) dan lingkungan sosial (status ekonomi, pengaruh teman sebaya), (2) tanggung jawab perkembangan kognitif anak berdasarkan kelompok usia (0-12 tahun dan 12-18 tahun), serta (3) implikasi kebijakan holistik. Metode penelitian menggabungkan tinjauan literatur sistematis dan analisis teoritis dari perspektif kriminologi (Teori Disorganisasi Sosial Shaw McKay, Teori Kontrol Sosial Hagan, dan Teori Subkultur Cohen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% kasus delinkuensi terkait dengan faktor eksternal seperti keluarga broken home (OR=2.1; p0.05) dan kemiskinan (β=0.34), sementara anak usia 12-18 tahun memiliki tanggung jawab parsial (15-20%) sesuai perkembangan kognitifnya (Piaget, 2010). Solusi efektif memerlukan pendekatan terpadu, termasuk program parenting berbasis bukti, rehabilitasi komunitas, dan revisi kebijakan perlindungan anak. Temuan ini memperkuat argumen bahwa delinkuensi anak adalah kegagalan sistemik, bukan semata kesalahan individu
Analisis Penyebab serta Penanggulangan Delinkuensi Anak: Peran Keluarga, Lingkungan Sosial, dan Tanggung Jawab Kolektif Ihsan, Abdiyana; Sulhin, Iqrak; Pratama, Nadya Susriliani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1715-1723

Abstract

Delinkuensi anak merupakan fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk tanggung jawab kolektif antara keluarga, masyarakat, dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kontribusi faktor keluarga (pola asuh, struktur keluarga) dan lingkungan sosial (status ekonomi, pengaruh teman sebaya), (2) tanggung jawab perkembangan kognitif anak berdasarkan kelompok usia (0-12 tahun dan 12-18 tahun), serta (3) implikasi kebijakan holistik. Metode penelitian menggabungkan tinjauan literatur sistematis dan analisis teoritis dari perspektif kriminologi (Teori Disorganisasi Sosial Shaw McKay, Teori Kontrol Sosial Hagan, dan Teori Subkultur Cohen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% kasus delinkuensi terkait dengan faktor eksternal seperti keluarga broken home (OR=2.1; p0.05) dan kemiskinan (β=0.34), sementara anak usia 12-18 tahun memiliki tanggung jawab parsial (15-20%) sesuai perkembangan kognitifnya (Piaget, 2010). Solusi efektif memerlukan pendekatan terpadu, termasuk program parenting berbasis bukti, rehabilitasi komunitas, dan revisi kebijakan perlindungan anak. Temuan ini memperkuat argumen bahwa delinkuensi anak adalah kegagalan sistemik, bukan semata kesalahan individu
Peran Pemerintah dan Korporasi dalam Pengelolaan Sampah Plastik dan Dampak Pencemaran Mikroplastik Pratama, Nadya Susriliani; Susanti, Vinita; Ihsan, Abdiyana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i3.2025.1876-1886

Abstract

Pengolahan sampah yang buruk telah terbukti merusak ekosistem dunia, mulai dari tanah, laut hingga menjadi polutan udara. Sampah plastik yang tidak mudah terurai menjadi masalah seiring dengan menumpuknya material plastik sejak ratusan tahun silam. Mikroplastik sebagai salah satu material plastik yang berukuran kecil perlu menjadi perhatian lebih karena sifat material yang kecil dan mudah menyerap polutan di sekitarnya menjadikan mikroplastik sebagai sarana pembawa racun ke dalam tubuh makhluk hidup dan bisa juga masuk ke tubuh manusia sebagai akhir rantai makanan. Peran pemerintah dan korporasi dalam pengelolaan sampah plastik yang tidak optimal dan justru lalai menunjukkan adanya state-corporate crime yang  semakin membuat penanganan mikroplastik jauh dari harapan. Environmental horizon scanning memberikan sebuah "pisau analisis" bagi para peneliti di rumpun kriminologi untuk menginterpretasi, merespon dan memberikan solusi terkait fenomena kerusakan lingkungan yang ada saat ini, serta ancaman yang dapat terjadi di masa depan. Sehingga dapat diformulasikan rekomendasi dalam penanganan mikroplastik yang dinilai efektif. Namun demikian, analisis yang dilakukan masih dalam konteks cakrawala yang bersifat luas sehingga perlu penyesuaian apabila terdapat perubahan kondisi faktual