Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS PERMAINAN TERHADAP PENGUATAN EFIKASI DIRI PADA ANAK PONDOK YATIM INDONESIA Julia, Wiwin; Allestra, Josevanie Looraine; Haddy, Kirana
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v5i1.35277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis permainan dalam meningkatkan efikasi diri anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Efikasi diri merupakan konstruk psikologis yang sangat berpengaruh terhadap motivasi, ketekunan, serta pencapaian akademik peserta didik (Bandura, 1997). Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan panti asuhan umumnya menghadapi berbagai keterbatasan, seperti akses pendidikan yang minim, kurangnya pendampingan belajar, serta lemahnya dukungan emosional. Faktor-faktor tersebut dapat melemahkan keyakinan mereka terhadap kemampuan diri sendiri dan menghambat proses belajar (Bhati & Sethy, 2022). Pendekatan pembelajaran berbasis permainan dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif, serta memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan edukatif yang mampu membangun rasa percaya diri (Bodrova & Leong, 2007). Intervensi dilakukan melalui delapan sesi pembelajaran yang mengintegrasikan tiga jenis permainan edukatif, yaitu REDI (Roda Efikasi Diri), ular tangga versi modifikasi, dan Monobiling (Monopoli Bimbingan dan Konseling). Penelitian ini menggunakan metode campuran, dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh uji kuantitatif pretest-posttest terhadap lima anak usia 9–13 tahun di Pondok Yatim Indonesia Cabang Halim. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri berdasarkan teori Bandura yang mencakup tiga dimensi: magnitude, strength, dan generality. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor efikasi diri setelah intervensi (p = 0,029), yang menunjukkan bahwa permainan edukatif dapat menjadi media yang efektif dalam mengembangkan efikasi diri anak-anak dari kelompok rentan.
Literature Review: Peran Komunikasi Pejabat Publik dalam Membangun Kepercayaan Masyarakat Young, Tjenita; Nurazid, Syifa Humaira; Tumanggor, Raja Oloan; Haddy, Kiranna; Julia, Wiwin; Sartica, Tasya
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2085

Abstract

Kepercayaan masyarakat merupakan elemen krusial bagi keberlangsungan pemerintahan yang demokratis. Namun nyatanya, berbagai fenomena empiris menunjukkan bahwa pernyataan dan perilaku komunikasi pejabat publik yang tidak etis, tidak sensitif, atau tidak berbasis data kerap memicu kontroversi dan berkontribusi pada penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Meskipun kajian mengenai kepercayaan publik telah banyak dilakukan, studi literatur yang secara spesifik memetakan peran komunikasi pejabat publik sebagai faktor utama kepercayaan masyarakat di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bagaimana komunikasi pejabat publik memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui metode literature review. Sebanyak 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tertentu dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik yang transparan, dialogis, partisipatif, responsif, dan beretika secara konsisten berhubungan positif dengan peningkatan kepercayaan masyarakat. Namun, efektivitas pendekatan komunikasi ini juga dipengaruhi oleh konteks krisis, karakteristik audiens, medium komunikasi, dan struktur birokrasi. Pendekatan penelitian yang dominan adalah kualitatif dan survei kuantitatif, dengan keterbatasan pada sifat kontekstual dan minimnya pengujian model teoretis terpadu. Secara ilmiah, studi ini menegaskan bahwa hubungan komunikasi pejabat publik dan kepercayaan masyarakat bersifat kontekstual dan tidak linier, serta memberikan dasar teoretis bagi pengembangan model komunikasi pemerintahan berbasis kepercayaan di Indonesia. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pejabat publik dan humas pemerintah untuk mengembangkan komunikasi berbasis data, empati, dan partisipasi masyarakat guna memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik secara berkelanjutan.