Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Modified Kimpul Flour Substitution and Glycerol Monostearate Concentration on The Physicochemical and Sensory Properties of Sweet Bread Setianingsih, Siti Nurlaela; Ujianti, Rizky Muliani Dwi; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa; Novita, Mega; Paramita, Diva Julia; Nofitasari, Shindi; Anggarini, Dola Mareta; Annajah, Abdillah Fathan Generus
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.679-683

Abstract

Wheat flour is the primary ingredient in sweet bread production, yet its import-dependent supply in countries like Indonesia prompts the need for alternative local ingredients. Kimpul tuber (Xanthosoma sagittifolium), rich in carbohydrates, presents a promising substitute, though its native starch properties are less suitable for baking. This study aimed to evaluate the effect of substituting wheat flour with heat moisture treatment (HMT)-modified kimpul flour and the addition of glycerol monostearate (GMS) on the physicochemical and sensory properties of sweet bread. A factorial completely randomized design was applied using three wheat-to-kimpul flour ratios (3:1, 1:1, and 1:3) and three GMS concentrations (2%, 3%, and 4%). Results showed that higher kimpul flour substitution increased moisture and carbohydrate content but reduced protein and fat levels. Textural properties such as hardness and adhesiveness also increased with kimpul content, but these were mitigated by the addition of GMS, particularly at 3%. The optimal formulation 1:1 wheat-to-kimpul ratio with 3% GMS produced sweet bread with the best overall sensory acceptance. The findings suggest that HMT-modified kimpul flour combined with GMS can serve as a functional and acceptable alternative to wheat flour in bread production. This supports food diversification strategies and promotes the utilization of local tuber-based flours in bakery applications.
INOVASI GINGERBREAD BERBAHAN DASAR KENTANG DENGAN PERLAKUAN YANG BERBEDA Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus; Muflihati, Iffah; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sc2sfj28

Abstract

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.