Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi toksisitas akut dan karakteristik fisikokimia losion kulit berbasis kolagen sisik ikan bandeng (Chanos chanos) Wahyu, Yus Isnainita; Listyaningrum, Niken Prawesti; Hariyono, Cita Mahardika; Astuti, Widdy; Harsanto, Soni; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/qwb8rs46

Abstract

Industri pengolahan ikan bandeng (Chanos chanos) di Indonesia menghasilkan limbah berupa sisik dalam jumlah besar. Sisik kaya akan kolagen yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimal kolagen sisik bandeng dalam formulasi losion berdasarkan parameter toksisitas akut dermal dan sifat fisikokimia. Kolagen diekstraksi dan diformulasikan ke dalam losion dengan konsentrasi 0%, 1%, 3%, dan 5%. Sifat fisikokimia yang diuji meliputi daya sebar, viskositas, dan pH. Sementara itu, toksisitas akut dermal dievaluasi pada mencit betina (Mus musculus) melalui analisis histopatologi kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi losion memenuhi standar mutu fisikokimia yang dipersyaratkan. Peningkatan konsentrasi kolagen menurunkan daya sebar, tetapi meningkatkan viskositas, dengan nilai pH tetap berada dalam kisaran aman. Uji toksisitas dermal tidak menunjukkan tanda-tanda toksisitas maupun kematian pada hewan uji. Analisis histopatologi menunjukkan bahwa konsentrasi kolagen lebih tinggi menurunkan ketebalan epitel dan jumlah sel inflamasi, sekaligus meningkatkan angiogenesis pada jaringan kulit. Dengan demikian, losion kolagen sisik bandeng dinyatakan aman untuk penggunaan topikal serta berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kulit dengan mutu fisikokimia yang baik.
PELATIHAN PENGOLAHAN KULIT IKAN LELE MENJADI CRISPY KULIT LELE, DI DESA GELANG, SIDOARJO, JAWA TIMUR: TRAINING ON PROCESSING CATFISH SKIN INTO CRISPY CATFISH SKIN, IN GELANG VILLAGE, SIDOARJO, EAST JAVA Suseno, Suseno; Listyaningrum, Niken Prawesti; Harsanto, Soni; Wahyu, Yus Isnainita; Sutrisno, Sutrisno; Lailatussifa, Radipta; Rumiyati , Sri
Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan dan Kelautan: Piskarias Ministerium pada Bulan Juni
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.piskarias.2026.004.01.6

Abstract

Desa Gelang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu sentra budidaya ikan lele konsumsi, dengan produksi harian mencapai 2 ton. Data menunjukkan bahwa produksi lele di Kabupaten Sidoarjo mencapai 22.900 ton dari total produksi perikanan kolam sebesar 24.200 ton per tahun. Namun, pemanfaatan lele selama ini masih terbatas pada pasar lokal dalam bentuk ikan segar. Saat terjadi over supply, harga jual menjadi sangat rendah dan merugikan pembudidaya. Sebagai solusi, diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah lele, baik dari daging maupun hasil sampingnya. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara mengolah kulit ikan lele menjadi produk crispy kulit lele yang gurih, renyah, bergizi, dan digemari terutama oleh kaum milenial. Produk olahan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya serta pelaku UMKM di Desa Gelang.   Desa Gelang, Sidoarjo Regency, East Java, is one of the centers for catfish cultivation for consumption, with daily production reaching 2 tons. Data shows that catfish production in Sidoarjo Regency reaches 22,900 tons from a total pond fishery production of 24,200 tons per year. However, the utilization of catfish has so far been limited to the local market in the form of fresh fish. When there is an oversupply, the selling price becomes very low and is detrimental to farmers. As a solution, processing innovation is needed to increase the added value of catfish, both from meat and by-products. This training activity aims to introduce and teach how to process catfish skin into crispy catfish skin products that are tasty, crunchy, nutritious, and popular, especially among millennials. This processed product is expected to open up new business opportunities, expand the market, and increase the income of farmers and MSMEs in Gelang Village.