Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis and strategy for improving Indonesian coffee competitiveness in the international market Budi Rahardjo; Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar; Yusuf Iskandar; Anita Shalehah
BISMA (Bisnis dan Manajemen) Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.535 KB) | DOI: 10.26740/bisma.v12n2.p154-167

Abstract

In order to face a competitive market environment, knowing the position of the product itself and competitors is needed. Coffee is the main tropical commodity traded in the world. Coffee has great potential and is very competitive. The research objective is to determine the competitiveness of Indonesian coffee and processed coffee beans exports in the international market by using Revealed Comparative Advantage (RCA) to analyze the trade that occurs in several other major exporters such as Brazil, Colombia, and Vietnam as competitors of Indonesian coffee and analyze strategies to increase the competitiveness of Indonesian coffee export in the international market. Indonesia has an average RCA value of 3.64 and is the smallest value compared to other world coffee exporting countries. The small RCA value indicates that Indonesia's comparative advantage still needs to be improved. Based on Export Product Dynamics (EPD), it is known that there are three countries, including Indonesia, which has lost opportunities to be able to trade with other countries, especially coffee products. This condition makes Indonesia needs to improve. Production activities and maintain quality. Indonesian coffee products have a variety of types, which, when used, will increase the competitiveness of the Indonesian state.
Resistensi Masyarakat Terhadap Aktifitas Penambangan Ilegal Di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara Al Farauqi, Mohamad Dziqie Aulia; Dayanti, Aya Nur; Shalehah, Anita; Amin, Khoirul; Rizki Tegar Sembada; Intan Kinanthi Damarin Tyas; Devi Indah Paramitha; Gilang Mukti Rukmana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Artikel ini membahas tentang resistensi masyarakat terhadap aktifitas penambangan ilegal di desa Sumber Sari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Batu bara merupakan komoditas mineral yang paling digemari di Kalimantan Timur, karena itu banyak sekali perusahaan tambang yang beroperasi baik yang resmi maupun yang Ilegal. Perusahaan tambang Ilegal ini sering kali menyalahi aturan-aturan yang berlaku karena itu masyarakat sering kali menentang aktifitas penambangan ini, salah satu contohnya adalah penolakan masyarakat pada aktifitas pertambangan Ilegal di desa Sumber Sari Kalimantan Timur. Artikel ini menggunakan konsep framming sebagai landasan teoritis dan pisau analisis. Artikel ini merupakan artikel kualitatif dan menggunakan purposive sampling survey dan interview sebagai metodenya. Artikel ini berkesimpulan bahwasanya resistensi masyarakt terhadap aktifitas pertambangan Ilegal dapat dijelaskan melalui aspek aggregat, consensus dan collective action frame dan usaha masyarakat dalam melakukan framming kegiatan pertambangan ilegal.
Environmental Democracy and Access Right: Keterlibatan Masyarakat terhadap Kebijakan Pertambangan Batubara Ilegal Dessy; Mohamad Dziqie Aulia Al-Farauqi; Anita Shalehah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i3.2034

Abstract

Penelitian ini memotret eskalasi pertambangan batubara ilegal di Makroman, Kalimantan Timur, yang memicu kerusakan ekologis, penurunan kesehatan masyarakat, serta ketidakadilan sosial, sekaligus menyoroti lemahnya penerapan demokrasi lingkungan dan keterbatasan hak akses warga pada informasi, partisipasi, dan keadilan. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk keterlibatan masyarakat dalam kebijakan pertambangan ilegal, mengidentifikasi hambatan partisipasi publik, dan merumuskan strategi penguatan hak akses. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan analisis induktif untuk menautkan temuan lapangan pada kerangka demokrasi lingkungan. Hasil menunjukkan dampak sosial–ekologis yang luas (degradasi lahan, pencemaran air dan udara, penurunan produktivitas pertanian, konflik agraria), keterbatasan informasi dan ruang partisipasi, serta inkonsistensi penegakan hukum dan minimnya kompensasi. Implikasi penelitian menekankan perlunya transparansi informasi, perluasan kanal partisipasi bermakna, penegakan hukum yang konsisten, edukasi lingkungan berkelanjutan, dan evaluasi perizinan sebagai prasyarat tata kelola pertambangan yang adil dan berkelanjutan.