Rahma Mutiara As’syifa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Sains dan Agama dalam Perspektif Islam Klasik, Ian G. Barbour dan Seyyed Hosain Nasr Arini Alfa Auneva Tsuroyya Enha; Rahma Mutiara As’syifa; Rofiqotuzzahro; Muhammad Faizal Amri; Prayogi, Arditya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2256

Abstract

Hubungan antara sains dan agama sejak dahulu menjadi tema sentral dalam perjalanan intelektual umat manusia, yang mengalami dinamika mulai dari konflik hingga integrasi. Dalam konteks Islam, keduanya bukan entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk fondasi ilmu dan peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis historisitas hubungan sains dan agama melalui pendekatan sintesis terhadap pemikiran para tokoh Islam klasik seperti Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rushd, dan Al-Farabi, serta pemikiran modern Ian G. Barbour dan Seyyed Hossein Nasr. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis deskriptif yang mengkaji karya-karya primer dan sekunder secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam sejak masa klasik telah mengintegrasikan rasionalitas ilmiah dengan nilai-nilai wahyu, sementara Barbour menawarkan kerangka tipologis yang menekankan pentingnya dialog dan integrasi, dan Nasr mengusulkan rekonstruksi epistemologis melalui pengembalian sains ke akar spiritual dan etisnya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi sains dan agama bukan hanya mungkin, tetapi juga penting sebagai fondasi etika dan solusi multidimensional dalam menghadapi tantangan moral, sosial, dan ekologis di era modern
MENUMBUHKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN PAI DI ERA DIGITAL: moderasi beragama Nurul Fatimah; M. Fahmy Ferdyansyah Maulana; Rahma Mutiara As’syifa; Muhammad Nur Ikhsanudin; Abdul Adhim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52783

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Di samping memberikan kemudahan akses terhadap berbagai sumber informasi, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi keagamaan yang belum tentu valid dan berpotensi memengaruhi cara pandang peserta didik terhadap keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran PAI dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di era digital serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk mewujudkannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan berbagai sumber berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan sebagai data penelitian. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, i’tidal, dan musawah ke dalam proses pembelajaran berbasis teknologi digital. Strategi yang dapat diterapkan meliputi pemanfaatan media digital yang edukatif, pengembangan literasi digital dan keagamaan, penggunaan model pembelajaran aktif, serta penguatan keteladanan guru yang didukung oleh keluarga dan masyarakat. Penerapan strategi tersebut mampu membentuk sikap toleran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat identitas keagamaan yang inklusif, serta menumbuhkan etika digital pada peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis digital berperan penting dalam membentuk generasi yang moderat, religius, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.