Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence Of E-Service Quality And E-Recovery On E-Satisfaction And Its Implications For E-Loyalty Of Shopee User In Indonesia Syafriani, Mona; Dini Hidayah
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol. 22 No. 2 (2025): Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/2xt35n60

Abstract

E-service quality and e-recovery are investigated in this research to determine their influence on e-satisfaction and the resulting effect on e-loyalty among Shopee users in Indonesia. Employing a quantitative survey approach, the study involved 384 participants selected via simple random sampling, with sample size determined following Krejcie and Morgan’s guidelines. Data was gathered through a combination of online and offline surveys to ensure representativeness. The results of hypothesis testing indicate that e-service quality and e-recovery have a significant and positive effect on both e-satisfaction and e-loyalty, supported by t-statistics exceeding the threshold of 1.96. Furthermore, e-satisfaction functions as an important mediator linking e-service quality and e-recovery to e-loyalty, also supported by t-values exceeding 1.96. These results highlight the critical role of delivering superior electronic services and implementing effective recovery mechanisms to enhance customer loyalty on e-commerce platforms like Shopee. The study provides meaningful insights for Shopee’s management to improve customer satisfaction and loyalty by optimizing service quality and complaint efficiently and effectively.
Analisis Sektoral Tata Kelola Perusahaan dan Pengungkapan Lingkungan: Wawasan Komparatif dari Industri Pertambangan dan Manufaktur Sayuti, Alfian; Alfian Sayuti; Rina Fadhilah Ismail; Khairunnisa; M.Ak, Baiq Dinda Puspita Ayu; Dini Hidayah
Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan) Vol. 7 No. 1 (2026): Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan): In-Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/rekan.v7i1.5879

Abstract

Isu lingkungan telah menjadi perhatian utama bagi para pemangku kepentingan, namun banyak perusahaan masih menghadapi tekanan karena akuntabilitas lingkungan yang tidak memadai. Studi ini mengeksplorasi bagaimana komisaris independen (independent commissioner—INDC) dan pengembalian aset (return on assets—ROA) memoderasi hubungan antara pengungkapan lingkungan (environmental disclosure—ED) dan nilai perusahaan (firm value—FV). Metode penelitian ini adalah kuantitatif; menggunakan data dari 378 observasi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2020 dan 2021, studi ini mengkaji tiga jenis industri yang sensitif terhadap lingkungan: pertambangan, manufaktur high-profile, dan manufaktur low-profile. Model data panel statis—fixed effect, random effect, dan common effect—diterapkan untuk menganalisis pengaruh moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengaruh ED terhadap FV berbeda di setiap industri dan bergantung pada ROA dan INDC. Pada perusahaan manufaktur high-profile, baik ROA maupun INDC secara signifikan memperkuat hubungan ED–FV. Sebaliknya, untuk sektor pertambangan, ROA meningkatkan pengaruh ED terhadap FV, tetapi INDC memiliki pengaruh yang terbatas. Sementara itu, pada industri low-profile, pengaruhnya lebih bernuansa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya konteks industri dan tata kelola internal dalam menentukan relevansi nilai transparansi lingkungan. Studi ini merekomendasikan agar regulator seperti OJK dan Kementerian Lingkungan Hidup meningkatkan pemantauan terhadap industri berisiko tinggi dan mendorong pengungkapan.