Mulyadi, Muhammad Alif
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Sertifikasi Guru Dan Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Guru Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Norawati, Suarni; Mulyadi, Muhammad Alif; Syahsudarmi, Siti; Yantama, Akmal Andri; Fuaddi, Husni
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 4 No 2 (2025): Edisi September 2025- Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tjut Nyak Dhien Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jmdb.v4i2.2127

Abstract

Tujuan – Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji sejauh mana sertifikasi guru dan budaya sekolah berpengaruh terhadap kepuasan kerja maupun kinerja guru di SMAN 1 Kampar, dengan penekanan pada kontribusi faktor individu (sertifikasi) serta faktor lingkungan (budaya sekolah) dalam upaya peningkatan kualitas dan performa guru. Kebaruan – Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam menguji keterkaitan antarvariabel. Selain itu, studi ini difokuskan di SMAN 1 Kampar dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik aktif, sehingga mampu menghadirkan gambaran empiris yang lebih mendalam dibandingkan penelitian sebelumnya yang cenderung bersifat umum tanpa menitikberatkan pada konteks sekolah tertentu. Metode – Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang dikumpulkan melalui teknik total sampling terhadap 64 orang guru. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi guru dan budaya sekolah berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja terbukti berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru, di mana sertifikasi guru memengaruhi kinerja secara langsung, sedangkan budaya sekolah memengaruhi kinerja secara tidak langsung melalui kepuasan kerja. Keterbatasan dan Implikasi – Penelitian terbatas pada satu sekolah, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi peningkatan mutu guru melalui pelaksanaan sertifikasi yang lebih efektif dan penguatan budaya sekolah yang kondusif.