Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Komunitas Lokal dalam Revitalisasi Ekosistem Urban: Studi tentang Gerakan Lingkungan Kota Lestari; Ofan Satria
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i1.1634

Abstract

Revitalisasi ekosistem urban menjadi salah satu tantangan utama dalam menghadapi tekanan pertumbuhan kota dan degradasi lingkungan yang meningkat. Komunitas lokal memegang peranan strategis dalam mendorong keberlanjutan lingkungan melalui berbagai gerakan dan inisiatif yang berbasis partisipasi warga. Penelitian ini menelaah peran komunitas lokal dalam menginisiasi, mengelola, dan mempromosikan program revitalisasi lingkungan perkotaan, seperti penghijauan kota, pengelolaan sampah, serta penguatan kesadaran ekologis masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada beberapa komunitas lingkungan kota yang telah aktif melaksanakan gerakan revitalisasi, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi kegiatan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas lokal tidak hanya meningkatkan kualitas ekosistem urban, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, menumbuhkan kesadaran lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan kota yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan warga menjadi kunci sukses dalam menjaga keberlanjutan ekosistem urban di era urbanisasi pesat.
Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan: Studi Kasus Desa Wisata dan Komunitas Adat Lalu hasan ashari; Ofan Satria
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i2.1641

Abstract

Pelestarian lingkungan merupakan isu global yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat lokal. Kearifan lokal, yang tercermin dalam praktik budaya dan tradisi masyarakat, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kearifan lokal yang  1*diterapkan oleh komunitas adat dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya di desa wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat desa wisata dan komunitas adat mengimplementasikan berbagai praktik kearifan lokal, seperti pengelolaan sumber daya alam berbasis tradisi, ritual adat yang mengatur pemanfaatan alam, serta pengembangan ekowisata yang ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai mekanisme efektif dalam pelestarian lingkungan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal ke dalam kebijakan lingkungan dan strategi pengelolaan desa wisata untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Konstruksi Sosial tentang Pernikahan Dini di Kalangan Remaja Analisis Teori Berger dan Luckmann Lestari, Lestari; Ofan Satria
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 4 No. 6 (2025): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v4i6.1658

Abstract

Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang masih banyak terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi sosial mengenai pernikahan dini terbentuk, dipertahankan, dan direproduksi dalam kehidupan sehari-hari remaja dengan menggunakan perspektif teori konstruksi sosial realitas yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap remaja, orang tua, tokoh masyarakat, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini tidak hanya dipahami sebagai keputusan individual, tetapi merupakan hasil dari proses eksternalisasi nilai budaya, objektivasi norma sosial, dan internalisasi keyakinan yang terus diwariskan secara turun-temurun. Faktor ekonomi, kontrol sosial, kehormatan keluarga, serta minimnya pendidikan seksual menjadi elemen dominan dalam membentuk pemaknaan kolektif terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa pernikahan dini bertahan karena konstruksi sosial yang mengakar kuat pada struktur masyarakat, sehingga upaya penanggulangannya harus melibatkan perubahan cara pandang, edukasi, dan intervensi sosial yang bersifat komprehensif.