Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Masyarakat Dusun Babakanhanja Kabupaten Tasikmalaya dalam Mencegah Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal dengan Pembuatan Puding Sehat Handirana, Zahra Putri; Nuraini, Nuraini; Nurul Awallin, Zihan Faizal; Rahayu, Agnia; Hernawati, Meina; Nurlichan, Suci Rahayu; Gustaman, Firman; Wahyu Nurhuda, Dede Yuda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22113

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan di Dusun Babakanhanja, Desa Sinagar dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, serta kader PKK dan Posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai stunting, pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta, serta praktik pembuatan puding sehat berbahan dasar daun kelor, labu kuning, dan ubi jalar oranye. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, terbukti dari kenaikan persentase pemahaman baik dari 60,6% menjadi 81,8%. Selain itu, peserta juga merespons positif inovasi puding sehat sebagai alternatif pangan bergizi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi disertai praktik langsung mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan stunting dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kata Kunci: Penyuluhan, Gizi, Stunting, Daun Kelor, Puding  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia, including in Tasikmalaya District. Efforts to prevent stunting can be made by increasing public knowledge and utilizing highly nutritious local foods.  Socialization and training activities were carried out in Babakanhanja Hamlet, Sinagar Village, targeting pregnant women, nursing mothers, parents of toddlers, as well as  PKK and Posyandu. The methods used included educational sessions on stunting, pre-tests and post-tests to measure participants' understanding, and practical sessions on making healthy pudding using moringa leaves, yellow squash, and orange sweet potatoes.  The results of the activities showed a significant increase in participants' knowledge, as evidenced by an increase in the percentage of good understanding from 60.6% to 81.8%. Additionally, participants responded positively to the healthy pudding innovation as a nutritious food alternative. This activity demonstrated that education combined with hands-on practice can enhance community awareness in preventing stunting by utilizing local food ingredients. Keywords: Education, Nutrition, Stunting, Moringa Leaves, Pudding
Pengaruh Program Promosi Kesehatan Interaktif terhadap Peningkatan Pengetahuan HIV/AIDS pada Remaja Alifiar, Ilham; Lutfhiani, Rani Putri; Saputri, Nadya Nasywa; Fauziah, Devi Sarah; Nuraisah, Ai; Nurlichan, Suci Rahayu; Ramdhani, Eki Muhammad; Wulandari, Ratna; Azzahra, Nurul Sulistia; Yunizar, Yuyun; Suryaman, Novita Deris; Anisa, Hilma Tri; Reiza Putri, Syakila Syalsa; Putri, Nadhira Alika; Laksana, Tiara Putri; Apriliani, Cici; Damayanti, Trisna Mutiara
Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Daarul Ilmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Juli-Desember 2025)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/daipkm.v3i2.957

Abstract

Introduction: HIV/AIDS remains a significant public health problem that requires effective prevention strategies, particularly through increasing knowledge among adolescents, who are considered a vulnerable group. Objective: This community service activity aimed to improve and evaluate adolescents’ knowledge of HIV/AIDS through interactive health promotion as an effort to support HIV/AIDS prevention. Method: This study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. A total of 18 adolescents participated as respondents. The intervention consisted of interactive health education delivered through presentations and posters containing information about HIV/AIDS, modes of transmission, prevention strategies, as well as myths and facts. Knowledge levels were measured using a questionnaire consisting of 10 multiple-choice questions. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Result: The results showed an increase in the mean knowledge score from 74.44 in the pre-test to 96.11 in the post-test. Statistical analysis indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.001). Conclusion: Health promotion with the theme “Smart Teens Without Risk: Recognize, Prevent, and Control HIV/AIDS” was effective in improving adolescents’ knowledge about HIV/AIDS
Studi Literatur : Peran Senyawa Flavonoid Dalam Menghambat Enzim α-amilase dan β-glukosidase Sebagai Antidiabetes Nurlichan, Suci Rahayu; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.93

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin. Terapi farmakologi yang tersedia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Flavonoid, senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada tumbuhan, telah diteliti memiliki potensi antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim pencernaan karbohidrat serta perlindungan sel β pankreas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau 10 artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2017–2025. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kesesuaian variabel, dan validitas hasil penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa flavonoid mampu menghambat aktivitas enzim α-amilase dan β-glukosidase, sehingga memperlambat absorpsi glukosa dan mencegah lonjakan gula darah pascaprandial. Selain itu, flavonoid dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menekan glukoneogenesis di hati, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang terbukti efektif meliputi daun sirsak, kembang telang, daun ubi jalar, kumis kucing, daun kersen, daun salam, daun jambu biji, daun sirih merah, daun belimbing wuluh, dan daun mangga. Dengan demikian, flavonoid berpotensi dikembangkan sebagai terapi tambahan yang aman untuk pengendalian diabetes melitus, meskipun penelitian lanjutan pada uji klinis manusia masih sangat diperlukan.