Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN KREDITUR DAN BATASAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI DALAM SENGKETA HUTANG PIUTANG KORPORASI Martinelli, Imelda; Depiantoro, Lufi; Aprilia Fong, Fanesa; Nurasisa, Nurasisa; Burnama, Yustince
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2184-2198

Abstract

Perjanjian pinjam-meminjam uang sering menjadi sumber sengketa ketika pihak debitur gagal memenuhi kewajibannya. Kajian ini membahas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 504/Pdt.G/2023/PN Jkt.Sel., terkait gugatan terhadap PT Sarana Lahan Pratama (Tergugat I) dan Liana Trisnawati (Tergugat II) atas utang sebesar USD 535.080. Menariknya, Tergugat II sebagai direktur turut dimintai pertanggungjawaban pribadi berdasarkan Pasal 97 ayat (3) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang menyatakan direksi bertanggung jawab atas kerugian perseroan apabila lalai atau bersalah dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder serta menggunakan pendekatan kasus, peraturan perundang-undangan, dan konseptual. Hasil penelitian menemukan bahwa pengadilan menilai telah terjadi kelalaian oleh direksi dalam pengelolaan keuangan yang berdampak langsung pada kerugian pihak kreditur. Direksi pun dihukum secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi materiil dan immateriil. Putusan ini menegaskan pentingnya akuntabilitas direksi serta memberikan perlindungan hukum bagi kreditur dalam menghadapi wanprestasi korporasi.
Identifikasi Perbedaan Status Emosional Pada Perawat Yang Belum Menikah Dan Setelah Menikah Yang Terlibat Dalam Perawatan Covid-19 Nurasisa, Nurasisa; Fauziah, Lisa; Sabil, Fitri A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i4.595

Abstract

Pemerintah Indonesia dihadapkan pada situasi sulit terkait dengan pandemi Covid-19.  Merebaknya Covid-19 menjadi ancaman nyata bagi kesehatan global, beban serta tantangan serius untuk semua negara.Begitu banyak tanggung jawab yang harus dipegang oleh perawat yang menunjukkan bahwa profesi perawat rentan sekali mengalami tekanan emosional dimasa pandemi Covid-19 karena beban kerja dan tekanan yang berat, ketakutan dan kecemasan, ketidakberdayaan, dan ketidaktahuan dengan lingkungan penyakit. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan status emosional pada perawat yang belum menikah dan setelah menikah yang terlibat dalam perawatan Covid-19 di Rumah Sakit. Desain penelitian ini bersifat komparatif dengan populasi 88 orang dengan sampel penelitian 72 menggunakan teknik proposive sampling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif.  Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner DASS-42 dan dianalisis dengan uji Independen Samples t-test. Hasil analisis bivariat skala depresi sig 0,062, skala cemas sig 0,071, dan skala stres 0,069. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan antara perawat yang sudah menikah dan setelah menikah yang terlibat dalam perawatan Covid-19 di rumah sakit.