This study examines the collaboration between parents (wali santri) and Qur’an teachers in supporting students’ memorization achievement at Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. A qualitative approach with a case study design was employed to capture the phenomenon within its natural context. Data were collected through in-depth interviews and observations, involving Qur’an teachers, parents, and the head of the kuttab as key informants. The data were analyzed through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure the credibility of the findings. The findings indicate that collaboration is carried out through direct communication, the use of online communication platforms, and the utilization of a mutaba’ah book as a connecting medium between teachers and parents. The mutaba’ah book functions not only as a communication tool but also as an instrument for monitoring and evaluating students’ memorization progress. This practice contributes to maintaining the continuity of learning between the kuttab and home environments. However, its effectiveness is influenced by varying levels of parental involvement, time constraints, and differences in understanding of how to support children’s memorization processes. This study concludes that effective collaboration requires consistent communication, active parental participation, and well-structured institutional support. Therefore, strengthening collaborative practices through parental guidance programs and the development of a more integrated monitoring system is strongly recommended. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik kolaborasi antara wali santri dan guru Al-Qur’an dalam mendukung peningkatan hafalan santri di Kuttab Darul Ulum Banjarnegara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti memahami fenomena secara kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan dengan melibatkan guru Al-Qur’an, wali santri, dan kepala kuttab sebagai sumber informasi utama. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan menerapkan triangulasi guna menjamin keabsahan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi terbangun melalui interaksi langsung, pemanfaatan media komunikasi daring, serta penggunaan buku mutaba’ah sebagai sarana penghubung antara pihak kuttab dan keluarga. Buku mutaba’ah tidak hanya berperan sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat untuk memantau sekaligus mengevaluasi perkembangan hafalan santri secara berkelanjutan. Praktik ini berkontribusi dalam menjaga kesinambungan proses pembelajaran antara lingkungan kuttab dan rumah. Meskipun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal, karena masih dipengaruhi oleh variasi tingkat keterlibatan wali santri, keterbatasan waktu, serta pemahaman yang belum merata terkait pendampingan hafalan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan kolaborasi memerlukan komunikasi yang konsisten, partisipasi aktif wali santri, serta dukungan sistem yang terorganisasi dengan baik. Oleh karena itu, penguatan pola kolaborasi melalui program pembinaan bagi wali santri serta pengembangan sistem monitoring yang lebih terpadu menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.