Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Supervisi Akademik dan Kepemimpinan Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru: Analisis dan Refleksi atas PERMENPAN 21/2024 Arditya Prayogi; Riki Nasrullah; Singgih Setiawan; M. Adin Setyawan; Mohammad Syaifuddin
GURUPEDIA: Journal of Teacher and Education Vol. 1 No. 1: January 2025
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15312777

Abstract

Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, yang menuntut peningkatan pembelajaran melalui supervisi akademik. Supervisi akademik tidak sekadar pengawasan, tetapi juga strategi peningkatan keterampilan mengajar guru dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Metode penulisan yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur yang mengkaji berbagai teori dan konsep yang berkaitan dengan supervisi akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang diterapkan dengan strategi yang tepat dapat meningkatkan profesionalisme guru dan hasil belajar siswa. Implikasi dari kajian ini menekankan pentingnya implementasi kebijakan supervisi akademik yang lebih fleksibel dan berbasis bukti, guna mendukung perkembangan profesional guru. Refleksi terhadap PERMENPAN 21 Tahun 2024 juga menunjukkan bahwa reformasi jabatan fungsional guru dapat memperkuat sistem pendidikan, meskipun membutuhkan kesiapan infrastruktur dan dukungan kebijakan yang lebih matang. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan strategi supervisi akademik yang lebih efektif dan inovatif.
Konsep Konflik dan Teori Konflik Sosial dalam Pemikiran Karl Marx Arditya Prayogi; Riki Nasrullah; Singgih Setiawan; M. Adin Setyawan
SiNORA Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : CV. AKIRA JAVA BULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik sosial merupakan fenomena yang inheren dalam dinamika masyarakat dan telah menjadi fokus utama dalam kajian sosiologi. Salah satu pemikir yang memberikan kontribusi besar dalam teori konflik adalah Karl Marx, yang menekankan bahwa ketimpangan sosial terjadi akibat adanya dominasi kelas borjuis terhadap kelas proletar dalam sistem kapitalisme. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini mengkaji konsep konflik sosial dalam pemikiran Karl Marx serta relevansinya dalam konteks masyarakat modern. Marx berpendapat bahwa kapitalisme menciptakan eksploitasi tenaga kerja dan mempertajam ketimpangan ekonomi, sehingga konflik kelas menjadi suatu keniscayaan. Konflik ini, menurutnya, akan mencapai puncaknya dalam revolusi sosial yang berujung pada pembentukan masyarakat tanpa kelas di mana alat produksi dimiliki secara kolektif. Kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran Marx tetap relevan dalam menganalisis ketimpangan sosial kontemporer, meskipun kapitalisme telah mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya ekonomi digital dan globalisasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada kurangnya eksplorasi terhadap respons teori sosial lainnya terhadap gagasan Marx, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut yang mengaitkan teori konflik dengan realitas sosial yang lebih luas. Dengan demikian, pemikiran Marx tetap menjadi landasan penting dalam memahami dinamika perubahan sosial, namun perlu dikontekstualisasikan agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.
Membaca Sejarah dalam Membangun Negara: Perspektif Historis dalam Reformasi Administrasi Publik Arditya Prayogi; Riki Nasrullah; Singgih Setiawan; M. Adin Setyawan
JOCER: Journal of Civic Education Research Vol. 3 No. 2 (2025): JOCER: Journal of Civic Education Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/jocer.v3i2.135

Abstract

Artikel ini menegaskan urgensi perspektif historis dalam reformasi administrasi publik, khususnya dalam memperbaiki tata kelola, memperkuat legitimasi kebijakan, dan mencegah pengulangan kesalahan administratif di masa lalu. Selain itu, kajian ini menyoroti bagaimana sejarah dapat menjadi sumber inspirasi dalam reformasi birokrasi serta alat dalam menyelesaikan konflik sosial yang muncul akibat kebijakan administratif. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber akademik, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan terkait administrasi negara di Indonesia. Hasil telaah mengidentifikasi pola historis seperti kegagalan koordinasi birokrasi dan lemahnya mekanisme akuntabilitas yang secara konsisten memengaruhi efektivitas reformasi administrasi publik, sekaligus menawarkan interpretasi baru mengenai peran sejarah dalam merumuskan strategi perbaikan tata kelola. Dengan memahami sejarah, pembuat kebijakan dapat menciptakan sistem administrasi yang lebih responsif, transparan, dan demokratis. Oleh karena itu, integrasi antara sejarah dan administrasi negara harus menjadi bagian penting dalam setiap upaya reformasi pemerintahan, guna memastikan efektivitas dan efisiensi kebijakan publik yang diimplementasikan.