Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas Pada Peserta BPJS Kesehatan Di Puskesmas Tompaso Tahun 2025: Factors Related to the Utilization of Community Health Center Services by BPJS Health Participants at Tompaso Community Health Center in 2025 Jeynikita S. Tongkeles; Prycilia Pingkan Mamuaja; Vera Tombokan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8773

Abstract

Pelayanan kesehatan yang baik merupakan suatu kebutuhan masyarakat dan sering kali menjadi ukuran dalam keberhasilan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas pada peserta BPJS Kesehatan di puskesmas Tompaso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaatif, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 99 responden. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner, analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara ketersediaan tenaga Kesehatan, dukungan keluarga dan aksebiltas dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas pada peserta bpjs Kesehatan di pusksmas tompaso dengan hasil uji statistic menggunakan analisis chi-square <0.001.
Gambaran Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Remaja Di Smp Kristen Rurukan : Description Of Vegetable And Fruit Consumtion Patterns In Smp Kristen Rurukan Calvin Wangkar; Vera Tombokan; Rakhmawati Agustina; Fuad Sudasman; Juliana Sattu; Jonesius Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9774

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia kritis yang memerlukan asupan gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat, namun konsumsi sayur dan buah pada remaja Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 46 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden memiliki konsumsi sayur tinggi, sedangkan 100% memiliki konsumsi buah tinggi, dengan pisang dan pepaya sebagai buah yang paling sering dikonsumsi. Sebanyak 93,5% siswa mengonsumsi olahan buah dan sayur seperti pisang goreng, jus buah, dan mie dal (bubur Manado). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan tergolong sangat baik, sedangkan konsumsi sayur masih perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi berbasis sekolah.
Faktor-Faktor Yang Menghambat Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon: Factors That Hinder Exclusive Breastfeeding In Infants Aged 0-6 Months In The Working Area Of The Matani Community Health Center In Tomohon City Joy Sharon Angelica Sianturi; Vera Tombokan; Syafriani; Rakhmawati Agustina; Jonesius E Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10367

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Kota Tomohon, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Matani, masih rendah sehingga perlu diteliti faktor-faktor yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Cakupan pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 24,6%. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan ibu (p = 0,048), riwayat sakit (p = 0,010), stres (p = 0,007), bingung puting pada bayi (p = 0,013), dukungan keluarga (p = 0,001), dan pengaruh iklan susu formula (p = 0,008). Faktor dominan yang menghambat adalah rendahnya dukungan keluarga serta kuatnya tingkat stres pada ibu. Upaya peningkatan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan pengawasan promosi susu formula perlu diperkuat untuk mendorong keberhasilan ASI eksklusif.