Dewi, Nabila Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN SELF CONFIDENCE PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA Dewi, Nabila Kusuma; -, Najlatun Naqiyah; -, Devi Ratnasari
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 8, No 3 (2025): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v8i3.1071

Abstract

Self-confidence pada dewasa awal (usia 21–24 tahun) yang menghadapi perceraian orang tua (broken home) menjadi fokus utama studi ini. Self-confidence, dianalisis berdasarkan lima aspek Lauster (2003) (keyakinan akan kemampuan diri, optimisme, objektivitas, tanggung jawab, dan rasionalitas), dikaji kaitannya dengan dampak psikologis perceraian. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada empat mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis.Hasil menunjukkan bahwa perceraian orang tua menimbulkan ketidakseimbangan signifikan dalam perkembangan self-confidence subjek. Indikator broken home Amato (2010)—seperti ketidakstabilan emosi, penurunan harga diri, dan kesulitan hubungan sosial—terbukti menghambat aspek optimisme dan keyakinan akan kemampuan diri. Namun, tekanan emosional yang dialami juga mendorong munculnya kemandirian emosional dan resiliensi, yang diwujudkan melalui kuatnya aspek tanggung jawab dan rasionalitas pada sebagian subjek, seringkali didorong oleh kebutuhan untuk menjaga kestabilan keluarga (emotional parentification). Kesimpulan menegaskan bahwa meskipun perceraian menciptakan tantangan psikologis, individu dewasa awal tetap mampu mengembangkan mekanisme adaptasi yang kuat, menjadikan self-confidence sebagai hasil dari interaksi kompleks antara dampak emosional negatif dan dorongan internal/eksternal untuk mandiri.
UPAYA MENGURANGI KECANDUAN GAME ONLINE MELALUI LAYANAN KONSELING INDIVIDU TEKNIK NARATIF PADA SISWA MENENGAH PERTAMA Dewi, Nabila Kusuma; Nuryono, Wiryo
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 8, No 3 (2025): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v8i3.1098

Abstract

Fenomena kecanduan game online, yang telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gaming disorder , memerlukan intervensi yang cepat dan tepat, terutama pada remaja yang rentan terhadap perilaku adiktif. Kecanduan ini menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan psikososial (kecemasan, depresi, dan isolasi sosial), penurunan prestasi akademik, serta gangguan kesehatan fisik. Kondisi tersebut juga terlihat pada siswa SMPN 14 Surabaya. Intervensi konvensional di sekolah sering kali kurang efektif karena bersifat umum, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih personal dan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Layanan Konseling Individu dengan Teknik Naratif sebagai intervensi yang kontekstual dan memberdayakan. Teknik naratif dipilih karena membantu siswa melakukan eksternalisasi masalah (externalizing the problem ) dan membangun narasi hidup yang lebih positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest terhadap lima siswa kelas VIII yang memiliki tingkat Kecanduan tinggi. Pengukuran dilakukan menggunakan Game Addiction Scale (GAS) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pretest menunjukkan seluruh subjek (100%) berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 84,2. Setelah enam kali sesi konseling, hasil posttest menunjukkan penurunan signifikan dengan skor rata-rata 28,4 atau penurunan sebesar 56,4%, dimana 80% subjek berpindah ke kategori rendah. Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif seperti kemampuan mengatur waktu bermain dan peningkatan fokus belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik naratif efektif sebagai upaya preventif dan kuratif dalam mengurangi Kecanduan game online serta meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab akademik siswa.
Peran Teman Sebaya Dalam Pembentukan Kepribadian Siswa Menengah Atas Jannah, Ananda Dwi Shepty Mi'rajtul; Ramadhani, Abellita Putri Dika; Lestari, Elisa Linda; Wijayanti, Dewi Muthiah; Dewi, Nabila Kusuma; Hidayah, Al Fitri Nur; Setiawati, Denok; Yunita, Mila
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8728

Abstract

Masa remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah fase krusial pembentukan kepribadian, dengan teman sebaya sebagai pengaruh sosial yang dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teman sebaya dalam proses tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada upayanya merangkum dan menggabungkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang selama ini terpisah, sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah nasional terakreditasi yang terbit pada kisaran tahun 2018–2025. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh signifikan, berperan sebagai model perilaku, sumber dukungan emosional, dan motivator yang membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan empati. Besaran pengaruh ini bervariasi antara 38,1% hingga 70%. Di sisi lain, tekanan konformitas kelompok juga berpotensi mendorong perilaku menyimpang. Kesimpulannya ialah pengaruh teman sebaya bersifat kompleks dan dua arah. Temuan ini memberikan masukan penting bagi guru dan konselor untuk secara proaktif membimbing siswa memaksimalkan pengaruh positif pergaulan dan mengelola dampak negatifnya